---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Profesionalisme TNI : Mempertahankan keutuhan negara dan bangsa. Amiruddin Tanjung Bahwa tujuan semula memisahkan TNI dan Polri adalah untuk mewujudkan kemandirian Polri sebagai penegak ketertiban masyarakat. Tanpa harus saling mengecilkan arti perbedaan tugas dan wewenang masing-masing, segenap bangsa harus ikhlas menerima konsekwensi logis dari pemisahan dan kemandirian Polri tersebut. Untuk itu sudah saatnya masyarakat bangsa menghilangkan sikap ragu-ragu dan kecemasan terhadap resiko kemandirian itu sendiri. Hal krusial yang perlu dipikirkan bersama, bahwa seketika pengambil alihan tugas keamanan negara dilakukan tentara, maka pada saat yang sama pula profesionalisme prajurit sebagai alat pertahanan negara yang doktrinnya untuk menghancurkan musuh akan berhadapan langsung dengan rakyat. Sementara tugas prajurit dalam pemberian bantuan keamanan tersebut adalah untuk menindak huru-hara dalam rangka menenangkan gejolak rakyat yang tentunya bukan musuh. Suasana dilematis akan dihadapi seorang prajurit profesional pada waktu menindak huru-hara, karena ia sebagai alat negara yang menjaga keutuhan negara tidak disosialisasikan, dididik dan dilatih menanggulangi huru-hara berhadapan dengan rakyatnya atau memberikan tembakan peringatan ketika berhadapan dengan musuhnya. Namun tugas TNI sebagai alat pertahanan negara bukan lah semata-mata menjaga keutuhan NKRI terhadap ancaman dari luar negeri saja, tetapi mempertahankan negara dan bangsa ini dari segenap upaya penghancuran dari dalam negeri juga merupakan tugas-tugas pertahanan negara. Suatu yang mustahil ancaman secara nyata berupa invasi dari negara luar akan ada dalam lima atau sepuluh tahun mendatang ke Indonesia. Sekarang dalam era modernisasi yang penuh dengan segala kemutakhiran, menghancurkan dan mencerai beraikan suatu negara bahkan untuk menjajahnya tidak perlu dengan tindakan perang secara konvensional lagi. Pengkeroposan suatu negara dapat saja dilakukan dengan memanfaatkan tenaga,cara serta kondisi-kondisi di dalam negeri sendiri, yang dilakukan oleh warga negara itu sendiri. Tentunya harus ada batasan sampai dimana tugas keamanan dan ketertiban masyarakat yang diemban Polri beralih menjadi ancaman pertahanan negara, dan mulai dari mana situasi bangsa dan negara sudah dianggap sebagai rongrongan terhadap ketahanan keutuhan negara yang merupakan tugasnya TNI. Berarti di dalam tugas pokok TNI sebagai alat pertahanan negara saja dan Polri sebagai alat keamanan saja yang telah disepakati rakyat pun harus dipikirkan lagi, apa betul Polri mampu menjaga keamanan negara, karena sebenarnya kemampuan Polri hanya menjaga ketertiban masyarakat, oleh karenanya harus dipertegas lagi dengan UU untuk menuntun tugas dua institusi ini. Kapan situasi yang hanya kategori keamanan dan ketertiban masyarakat yang menjadi tugas Polri dan situasi ketidak amanan yang berbentuk seperti apa yang mengancam serta telah mengganggu keselamatan serta keutuhan negara yang merupakan kategori tugas dan fungsi TNI guna menjaga keamanan dan keselamatan negara. Terlena dan asyik menghujat militer agar mereka tidak ikutan mengamankan negara dari dalam negeri, eeh.... tahu-tahu - negara Indonesia punya banyak bendera ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 11 Sep 2000 jam 05:58:39 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
