----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Jumat 15 September 2000 14:30 UTC

** PESTA OLAHRAGA OLYMPIADE DIBUKA DI SYDNEY, AUSTRALIA

** PRESIDEN PERINTAHKAN TANGKAP TOMMY SOEHARTO

** INDONESIA DAN PBB CAPAI KESEPAKATAN MENGENAI TIMOR BARAT

** TOPIK GEMA WARTA: TEPATKAH PERINTAH PENAHANAN HABIB ALI BAAGIL?

** TOPIK GEMA WARTA: BAGAIMANA PRESIDEN WAHID BISA BEGITU BERANI
MENANGKAP TOMMY?

* PESTA OLAHRAGA OLYMPIADE DIBUKA DI SYDNEY, AUSTRALIA

Jumat malam ini di Sydney, Australia pesta olahraga olympiade ke-27
resmi dibuka oleh Gubernur Jenderal Australia Sir William Deane dan
Ketua Komite Olympiade Internasional, Juan Antonio Samaranch. Upacara
dimulai dengan berbagai parade yang menggambarkan tradisi Australia,
misalnya ketika ratusan warga keturunan Aborigin dan naga-naga Cina
berdansa. Parade dilanjutkan dengan defile lebih dari 10. 000 orang
atlit dan officials dari 199 negara. Sesuai dengan tradisi para atlit
Yunani membuka defile, yang merupakan tanah asal Olympiade. Untuk
pertama kali dalam sejarah atlit Korea Utara dan Selatan berjalan
berdampingan. Tim Belanda diawali atlit berkuda Ankie van Grunsven,
yang membawa bendera nasional. Api Olympiade dibawa masuk oleh dua
orang atlit veteran wanita Australia, yang kemudian diteruskan kepada
4 atlit wanita Australia lainnya. Pada akhir rangkaian api diterima
oleh atlit wanita keturunan Aborigin pertama, Cathy Freeman, juara
dunia lari 400 m, yang kemudian menyulut api olympide. Api ini akan
menyala dua minggu, selama pesta olahraga berlangsung.

* PRESIDEN PERINTAHKAN TANGKAP TOMMY SOEHARTO

Presiden Abdurrahman Wahid memerintahkan pihak kepolisian untuk
menangkap putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra
alias Tommy Soeharto, dan meminta Banser tampil menghadapi massa
pendukung mantan presiden tersebut. Selain itu Gus Dur juga
memerintahkan penahanan Habib Ali Baagil, yang belum jelas diketahui
identitasnya. Hal itu diputuskan setelah sidang kabinet Kamis
kemarin, karena ada petunjuk-petunjuk kuat bahwa kedua orang tersebut
terlibat dalam pemboman gedung Bursa Efek Jakarta, yang menewaskan 10
orang. Pihak kepolisian memang menghubungkan aksi pemboman dengan
sidang kasus korupsi mantan Presiden Soeharto.

* INDONESIA DAN PBB CAPAI KESEPAKATAN MENGENAI TIMOR BARAT

Pemerintah Indonesia dan PBB mencapai kesepakatan mengenai situasi
para pelarian Timor Timur di Timor Barat. Menko Polkam dan Sosial,
Susilo Bambang Yudhoyono, serta Ketua Tim UNTAET, Sergio Vieira De
Mello, menyetujui bahwa ke-120.000 orang pengungsi boleh memilih
untuk kembali ke Timor Timur atau tetap tinggal di Indonesia.
Beberapa waktu belakangan masyarakat internasional mendesak
pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah tersebut. Para
pengungsi menjadi sasaran anggota milisi pro-Jakarta, dan minggu lalu
tiga orang pegawai PBB tewas menjadi korban. PBB menarik mundur semua
pegawainya dari Timor Barat, dan meminta Jakarta melakukan
penyidikan. Jakarta menyatakan dapat menyelesaikan persoalan ini
sendiri dan karena itu menolak kedatangan misi internasional di Timor
Barat.

* MAHFUD ANJURKAN AKHIRI SIDANG KASUS SOEHARTO

Menteri Pertahanan Mahfud M.D. menganjurkan untuk mengakhiri sidang
kasus mantan Presiden Soeharto, karena bisa menambah aksi-aksi
kekerasan di Indonesia. Dalam wawancara dengan kantor berita Reuter,
Mahfud mengatakan pemerintah tidak mempunyai waktu untuk
menyelesaikan masalah lain, karena teror ini akan terus berlangsung.
Mahfud secara tidak langsung mengatakan, para pendukung dan kroni
Soeharto merupakan biang keladi sejumlah aksi pemboman yang
mengejutkan ibukota Jakarta. Karenanya harus dicari jalan keluar di
luar gedung pengadilan, misalnya dengan memberikan amnesti kepada
Soeharto. Menhan menambahkan pernyataan ini merupakan pendapat
pribadinya sebagai pengamat politik.

* SUPIR TRUK BELANDA MENGACAUKAN LALU LINTAS DI BERBAGAI TEMPAT

Jumat ini merupakan hari dilangsungkannya aksi para supir truk
angkutan Belanda, menentang tingginya harga bahan bakar solar. Aksi
-aksi blokade spontan di berbagai persimpangan jalan cepat terpenting
di Belanda menyebabkan kemacetan beberapa puluh kilometer. Di
sejumlah tempat bahkan pecah baku hantam antara para pengendara mobil
dan supir truk. Di tempat lain seorang pengendara mobil yang mengamuk
menabrak pagar jalan ketika memutar balik kendaraannya. Aksi-aksi
spontan ini mengacaukan konvoi yang direncanakan sektor transportasi,
ke pusat pemerintahan di Den Haag. Jumat ini kabinet Belanda akan
membicarakan kemungkinan pemberian kompensasi bagi sektor
transportasi.

Sementara itu aksi-aksi blokade di Inggris dan Belgia diakhiri secara
bertahap. Sektor transportasi Belgia mendapat kompensasi yang
diharapkan tetapi tidak mendapat penurunan bea bahan bakar. Sementara
Perdana Menteri Inggris Tony Blair tidak memberikan janji apa pun.
Saat ini direncanakan aksi-aksi blokade di Jerman, Spanyol, Yunani,
dan Polandia.

* FORD BATAL AMBIL-ALIH DAEWOO

Konglomerat Amerika Serikat Ford, batal mengambil alih perusahaan
pembuat mobil Korea Selatan Daewoo. Menurut juru bicara Ford, hingga
sekarang tidak dapat disepakati tawaran yang bisa disetujui kedua
belah pihak. Sebelumnya Ford bersedia membayar sekitar tujuh milyar
dolar untuk membeli cabang produksi mobil milik konglomerat Daewoo
yang sekarang mengalami masa krisis. Menurut berita terakhir Ford
ingin mengurangi jumlah tawaran karena situasi keuangan Daewoo lebih
buruk dari yang diperkirakan sebelumnya. Harga saham Daewoo di bursa
efek Korea Selatan langsung turun 3,5% setelah keluar pengumuman
tersebut.

* RUSIA DUKUNG SERUAN PENYELENGGARAAN PEMILU DEMOKRATIS DI YUGOSLAVIA

Rusia mendukung seruan lima negara Barat kepada Yugoslavia untuk
menyelenggarakan pemilhan umum yang demokratis dan tanpa aksi
kekerasan, Ahad mendatang. Grup kontak untuk Yugoslavia, yang terdiri
atas Rusia dan lima negara anggota NATO, berkumpul untuk pertama kali
di New York, Amerika Serikat. Para menteri luar negeri mengharapkan
Republik Yugoslavia yang demokratis akan menggabungkan diri dengan
masyarakat internasional dan menjaga stabilitas di wilayah Balkan.
Selain itu para menlu juga khawatir akan perubahan undang-undang
dasar yang memungkinkan Milosevic mencalonkan diri untuk masa jabatan
baru.

* TEPATKAH PERINTAH PENAHANAN HABIB ALI BAAGIL?

Intro: Berbagai spekulasi sekitar aksi teror dan pemboman di Jakarta,
terus berlangsung. Presiden Abdurrahman Wahid memerintahkan agar
Tommy Soeharto ditangkap, dan seorang gali keturunan Arab, bernama
Habib Ali Baagil.
Berikut penjelasan Gus Dur kepada Radio Nederland:

Radio Nederland [RN]: Pak Wahid bagaimana komentarnya mengenai
ledakan bom itu? Ini selain aparat intelijen rupanya banyak pula
aparat-aparat kita yang mungkin kurang waspada, kurang sigap?

Abdurrahman Wahid [AW]: Yah ini bagian daripada rangkaian
kejadian-kejadian untuk, katakanlah, menunjukkan pemerintahan ini
tidak efektif. Karena itu, yah karena begitu.
Karena wajib mempertahankan diri. Sudah diambil keputusan, pertama
kemarin saya memerintahkan penangkapan Tommy Soeharto. Kedua hari ini
saya perintahkan penangkapan Habib Ali Baagil

RN: Siapa itu Pak?

AW: Itu bangsanya, itulah, yang orang serem-serem itu.

RN: Oh FPI maksudnya?

AW: Yah terserah saya tidak tahu organisasinya apa. Ini dia terlibat
dalam bermacam hal. Nanti dari pemeriksaan itu akan diketahui.
Setelah penangkapan diperiksa siapa orang-orang di belakang mereka.

RN: Jadi mengenai Tommy Soeharto sudah ada bukti-bukti yang kuat,
untuk diperintahkan penangkapan?

AW: Nah itu tanya sama jaksa agung, jangan tanya sama saya.

RN: Tapi suara dari kalangan masyarakat ini sudah terlampau banyak
bom, di Kedutaan Filipina, di Kedutaan Malaysia. Jadi ada suara-suara
agar mungkin pimpinan aparat tertentu harus mengundurkan diri.
Kapolri atau yang lain? Bagaimana tanggapan Pak Wahid?

AW: Itu kan pendapat anda. Pemerintah kan punya tatanan sendiri.

RN: PBHI misalnya minta supaya Kapolri dan Kapolda mundur. Begitu
juga ketua DPR.

AW: Yah masalahnya juga tidak semudah yang diduga. Tidak bisa
menuding-nuding begitu. Sekarang ketua DPR ngomong begitu. Nah
mengganti Kapolri dan Panglima TNI, itu harus dua pihak menurut Tap
MPR, itu adalah DPR dan eksekutif. Coba, enak saja ngomong begitu
pelaksanaannya bagaimana? Sudah disetujui belum anggotanya? Nanti
jangan-jangan kita bawa ke parlemen ditolak lagi.

RN: Jadi ketua DPR mesti rembukan yang beres dulu sebelum usul? Tapi
PBHI punya pendapat yang lain.

AW: Itulah makanya. Kalau saya dari dulu berpendapat jangan banyak
omong dulu kalau belum beres semua.

RN: Tapi tadi perintah penangkapan Tommy Soeharto sudah dikeluarkan.
Berarti ini banyak kubu. Mungkinkah juga ada kalangan perwira, yang
terlibat kegiatan Tommy Soeharto?

AW: Kita lihat dari hasil pemeriksaaannya, jangan direka-reka
sekarang.

RN: Bukan karena ada bomnya segala?

AW: Lah iya, jangan direka-reka. Kalau kita bilang ada jenderal ikut,
padahal jangan-jangan itu, apa namanya, orang sipil. Duit bekerja.
Itu kan saya tahu.

RN: Tapi Jaksa Agung Marzuki Darusman mengatakan bahwa Polri ini
memang lemah, kalau di depan tentara. Jadi apakah menurut Pak Wahid
kita perlu perombakan baru begitu di kalangan TNI atau Polri?

AW: Begini, pemerintah memperhatikan dengan serius suara-suara itu,
titik. Jadi bagaimana tunggu tanggal mainnya. Nah gampang gitu toh?
Mau terus apa tidak, mau ganti apa tidak, itu kan tunggu tanggal
mainnya.

Demikian Presiden Abdurrahman Wahid. Menurut Zainuddin dari Front
Pembela Islam, Habib Ali Bagil adalah orang yang anti kekerasan.
Tuduhan Gus itu tidak benar.

Zainuddin [ZA]: Begini, yang benar mungkin dia menyebut nama salah
satu orang yang namanya Ali Baagil, Habib Ali Baagil. Ali Baagil itu
orang baik, orang independen, orang yang sangat banyak punya teman
dan berteman kepada siapa saja. Dan orang yang sangat takut dengan
kekerasan. Saya tahu banyak pak orang ini. Karena kalau kami ini,
FPI, mau turun, itu orang pertama yang mencegah, bahkan berusaha
menghalangi untuk tidak melakukan aksi, FPI ini, ialah Ali Baagil.

RN: Justru dia anti kekerasan?

ZA: Ya, itu orang yang selalu repot kalau FPI mau buat aksi. Dia
selalu saja datang, orang pertama yang datang untuk melarang.
Janganlah, jangan lakukan apa-apa. Itu orang yang paling takut dengan
kekerasan. Saya mau kasih tahu saja salah satu pengalaman yang
terjadi disini, saat Ali Baagil melihat salah seorang laskar kami,
luka mengeluarkan darah. Padahal darah itu tidak banyak. Hanya
tetesan kecil saja, sedikit. Dia melihat tetesan darah yang keluar
dari laskar, dari tubuh laskar, itu pingsan pak.

RN: Melihat darah pu tidak bisa, begitu yah?

ZA: Ya, dia melihat tetesan darah saja pingsan. Bagaimana mau berbuat
hal seperti itu?

RN: Tapi kan bisa mengatur dari belakang? Saya tidak menuduh loh, kan
bisa saja ada orang yang mau mengatur dari belakang?

ZA:  Baik. Anda boleh berpikir seperti itu. Tetapi otaknya Ali Baagil
itu tidak otak yang begitu. Karena dia itu orang yang memang sangat
senang berteman, dan kalau dalam pembicaraan, dia tidak mengerti
strategi-strategi seperti itu. Wong dia bukan pakar. Dia itu hanya
orang, apa, ustad-ustad biasa, yang tidak mengerti persoalan seperti
itu. Dia tahunya dia bisa bergaul, dia bisa banyak teman. Bagaimana
mau bicara, mau makan kacang saja dia harus kupas kulitnya dulu. Saya
komentari Gus Dur itu, sudah beginilah, kayak orang berak di celana,
begitu.

Demikian Zaenuddin dari Front Pembela Islam. Dan sebelumnya anda
sudah mendengar penjelasan Presiden Abdurrahman Wahid sendiri kepada
Radio Nederland.

* BAGAIMANA PRESIDEN WAHID BISA BEGITU BERANI MENANGKAP TOMMY?

Dengan memerintahkan penangkapan Hutomo Mandala Putra dan Habib Ali
Baaqil, Presiden Abdurrahman Wahid tiba-tiba mengungkap pelaku
rentetan aksi teror bom belakangan ini. Presiden mengaku merasa miris
dengan aksi teror bom yang kerap terjadi belakangan ini. Dan, yang
jadi korban selalu rakyat kecil. Lebih lanjut berikut laporan
koresponden Syahrir dari Jakarta:

Kendati belum ada bukti hukum yang kuat, namun kepada kedua orang
itu, Presiden Abdurrahman Wahid telah memerintahkan aparat penegak
hukum untuk menangkap mereka. "Yang penting diperiksa dulu. Diperiksa
kan belum tentu bersalah." Akhir pekan ini, kata Presiden, sudah
disiapkan tindakan drastis, untuk mengungkap pelaku pemboman di Bursa
Efek Jakarta, dua hari lalu. "Tunggu tanggal mainnya. Dalam satu-dua
hari ini sambil dilihat perkembangannya," terangnya. Belum dijelaskan
sejauh mana keterlibatan Tommy maupun Habib Ali Baaqil. Demikian pula
tentang latar belakang dan identitas nama terakhir.

Sementara itu Ketua PBHI Hendardi menyetujui adanya tuntutan
masyarakat agar Kapolri Jenderal Pol Rusdihardjo mengundurkan diri
dari jabatannya. Hingga kini, Kapolri memang dinilai tak mampu
menjaga keamanan masyarakat. "Saya setuju Kapolri mengundurkan diri
berkaiatan dengan peledakan bom. Pejabat tinggi itu, harus bisa
mempertanggungjawabkan tugasnya. Apabila tidak mampu, ya mundur.
Sekarang sudah waktunya, bila Kapolri dan Kapolda sebagai penanggung
jawab keamanan di Indonesia dan Jakarta tak mampu menjaga keamanan
lebih baik mundur," jelas Hendardi. Menurutnya, penggantian pemimpin
baru di tubuh kepolisian akan membuat institusi kepolisian berpacu
lebih keras lagi. Apabila tidak bisa konsekuensinya mundur.
Menanggapi pernyataan-pernyataan kepolisian yang menyatakan bahwa
polisi sedang melakukan proses mengusut pemboman di BEJ, Hendardi
mengatakan hal itu tidak sebatas statement, karena selalu berkata
proses-proses melulu. Tetapi, tidak pernah selesai. "Jangan hanya
pernyataan, tapi pelakunya harus tertangkap," ujarnya.

Bagaimana sikap keluarga Cendana? Rumah-rumah keluarga Soeharto
kemarin nampak dijaga ketat. Khususnya rumah Tommy Soeharto di Jalan
Yusuf Adiwinata No. 4, Menteng, Jakarta Pusat yang sejak sore hari
diserbu wartawan. Di samping itu gerakan yang menamakan diri "Macan
Hitam" mengklaim sebagai "penjaga" Cendana tanpa upah. Dengan jumlah
massa mencapai 150 orang, "Macan Hitam" melakukan penjagaan di
sekitar bundaran Jalan Teuku Umar kemarin siang. Mereka menjaga
sekitar rumah kediaman mantan Presiden Soeharto dari hadangan massa
yang anti Soeharto. Koordinator lapangannya, Upun Syarifudin
menyatakan aksi mereka atas inisiatif sendiri secara suka rela dan
tanpa bayaran. Mereka juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan
dan keluarga Cendana. "Kami terpanggil untuk menjaga keamanan untuk
menghindari perbuatan anarkis. Kita ingin yang aman-aman saja,"
tuturnya.

Sehari sebelumnya, aksi serupa dijalankan oleh GOIB. Tapi seorang
anggotanya mengaku  menerima bayaran Rp 23 ribu dengan rincian Rp 3
ribu uang rokok dan uang saku Rp 20 ribu. Ini berbeda dengan
pengakuan "Macan Hitam." Kata Upun, mereka telah mengamankan kawasan
Cendana sejak kemarin dulu. Mereka datang dari Tanah Abang dan
Citeureup. "Kami akan tetap menjaga sampai keadaan benar-benar aman,"
tuturnya bangga. Sementara itu aparat tampak berjaga seperti biasa.
Tidak ada pemandangan yang mencolok. Terlihat pula sebuah spanduk
putih yang dibuat oleh Forum Pembela Kebenaran Bangsa bertuliskan
"Kikis habis tindakan anarkis." Otak di balik pemboman Gedung Bursa
Efek Jakarta (BEJ), 13 September lalu.

Dalam pada itu Habib Ali Baaqil, yang disebut Gus Dur bermukim di
wilayah Cinere, Jakarta Selatan, masih berusia 29 tahun. Sejak usia
20 tahun, dia dikenal cemerlang dan punya ilmu supranatural yang
hebat. Di kalangan habib-habib wilayah Jabotabek (Jakarta Bogor
Tangerang dan Bekasi), Ali Baaqil terkenal dengan kedermawanannya,
dan sangat dekat dengan elit-elit militer dan TNI, termasuk Wiranto
dan Letjen TNI Djadja Suparman. Kemasyhuran Habib Ali Baaqil, di
kalangan habib-habib wilayah Jakarta, tidak terlepas dari posisi
almarhum ayahnya Habib Baaqil, yang dulu sebagai guru dari
habib-habib muda di Jakarta. Pengaruh Habib Ali Baaqil, di kalangan
kelompok Islam radikal, dikarenakan banyaknya kucuran dana lewat
tangan Ali Baaqil, yang diperolehnya dari elit-elit militer.

Ali Baaqil dikabarkan sangat dekat dengan mantan Kapolda Metrojaya
Inspektur Jenderal Nugroho Djajoesman, mantan Pangkostrad Djadja
Suparman dan mantan Panglima TNI Jenderal Wiranto, demikian suatu
sumber, yang pernah dekat dengan Habib Ali Baaqil. Kedekatan Ali
Baaqil dengan petinggi-petinggi di tubuh TNI dan Polri, tidak
terlepas dari kepiawiannya, mengambil hati elit militer dan Polri.
"Ali Baaqil, bisa dipercaya untuk mengoperasikan demo-demo Front
Pembela Islam-FPI," jelas sumber tersebut. Dia menambahkan, sangat
sulit membuktikan kedekatan Ali Baaqil dengan Tommy Soeharto. "Jadi,
kalau Gus Dur tidak punya bukti materil yang kuat, sama saja dengan
menangkap angin," tandas sumber, mengomentari perintah Gus Dur ke
Kapolda Metrojaya, menangkap Habib Ali Baaqil, bersama Tommy
Soeharto. Apalagi dikhawatirkan, aparat kepolisian tidak cukup berani
untuk menangkap Habib Ali Baaqil, karena kedekatannya selama ini,
saling membantu dalam menjalankan misi masing-masing.

Kemarin banyak orang yang menduga Gus Dur salah ucap. Mungkin yang
dimaksudnya adalah Tommy Winata, tulis pers di ibukota. Jangan-jangan
Gus Dur mau menuding Tommy Winata, seorang pengusaha yang sangat
dekat dengan TNI Angkatan Darat. Tommy Winata, merupakan pengelola
property Sudirman Centre Business District, di mana Gedung BEJ
berlokasi. Dan bom yang meledak, itu ternyata diatur sedemikian rupa
sehingga tidak menghancurkan Gedung utama BEJ sendiri. Sumber ini
juga menyebutkan, Habib Ali Baaqil, besar kemungkinan sebagai sasaran
antara, untuk menuju otak pelaku bom dan kerusuhan-kerusuhan yang
sesungguhnya. Dari pihak keluarga Gus Dur kemarin terlontar kritikan
pedas terhadap pihak kepolisian, militer dan intelijen.

Dari pihak keluarga Gus Dur kemarin terlontar kritikan pedas terhadap
pihak kepolisian, militer dan intelijen. Menurut adik sepupu Gus Dur,
Gus Wahid, seharusnya Kapolri itu mundur saja jika takut mengusut
pelaku-pelaku teror bom yang diindikasikan oleh Jaksa Agung adalah
pihak atau oknum militer. "Sudah takut, tapi tidak mau mundur itu
namanya tidak tahu malu." Demikian Gus Wahid. Mengenai TNI Gus Wahid
mengatakan, "Memang jenderal-jenderal kita itu pengecut. Contohnya
seperti peristiwa 27 Juli tidak ada satu jenderal pun yang mengaku
secara ksatria bahwa mereka terlibat. Di Timor Timur pun mereka keok.
Hanya berani menteror rakyat saja. Perwira TNI sekarang sudah sangat
merosot dari jiwa ksatria. Mereka yang terlibat semuanya pada lari.
Katanya Saptamargais." Mengenai kerja intelijen Indonesia ia hanya
berkomentar: "Lembaga intelijen sebaiknya dibubarkan saja". Mana
mungkin intelijen tidak bisa mengantisipasi atau mendeteksi suatu
kejadian. Kalau bicara mengenai intelijen kita menjadi malu,ujarnya.
Bayangkan ketika ditanya di mana 200 anggota Kopassus yang hilang
mereka jawab: "Tidak Tahu". Demikian Gus Wahid, alias Abdul Wahid
Azis Bisri Ketua Pengurus Wilayah NU Jakarta Raya.

---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.rnw.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[EMAIL PROTECTED]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep.
---------------------------------------------------------------------

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 15 Sep 2000 jam 16:37:11 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke