---------------------------------------------------------- The US government makes available 55.000 GREEN CARDS (permanent residence visa) in a random lottery. Visit http://www.us-immigration.org for details on how to play the GREEN CARD LOTTERY -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- --------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Jumat 15 September 2000 14:30 UTC ** PESTA OLAHRAGA OLYMPIADE DIBUKA DI SYDNEY, AUSTRALIA ** PRESIDEN PERINTAHKAN TANGKAP TOMMY SOEHARTO ** INDONESIA DAN PBB CAPAI KESEPAKATAN MENGENAI TIMOR BARAT ** TOPIK GEMA WARTA: TEPATKAH PERINTAH PENAHANAN HABIB ALI BAAGIL? ** TOPIK GEMA WARTA: BAGAIMANA PRESIDEN WAHID BISA BEGITU BERANI MENANGKAP TOMMY? * PESTA OLAHRAGA OLYMPIADE DIBUKA DI SYDNEY, AUSTRALIA Jumat malam ini di Sydney, Australia pesta olahraga olympiade ke-27 resmi dibuka oleh Gubernur Jenderal Australia Sir William Deane dan Ketua Komite Olympiade Internasional, Juan Antonio Samaranch. Upacara dimulai dengan berbagai parade yang menggambarkan tradisi Australia, misalnya ketika ratusan warga keturunan Aborigin dan naga-naga Cina berdansa. Parade dilanjutkan dengan defile lebih dari 10. 000 orang atlit dan officials dari 199 negara. Sesuai dengan tradisi para atlit Yunani membuka defile, yang merupakan tanah asal Olympiade. Untuk pertama kali dalam sejarah atlit Korea Utara dan Selatan berjalan berdampingan. Tim Belanda diawali atlit berkuda Ankie van Grunsven, yang membawa bendera nasional. Api Olympiade dibawa masuk oleh dua orang atlit veteran wanita Australia, yang kemudian diteruskan kepada 4 atlit wanita Australia lainnya. Pada akhir rangkaian api diterima oleh atlit wanita keturunan Aborigin pertama, Cathy Freeman, juara dunia lari 400 m, yang kemudian menyulut api olympide. Api ini akan menyala dua minggu, selama pesta olahraga berlangsung. * PRESIDEN PERINTAHKAN TANGKAP TOMMY SOEHARTO Presiden Abdurrahman Wahid memerintahkan pihak kepolisian untuk menangkap putra bungsu mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, dan meminta Banser tampil menghadapi massa pendukung mantan presiden tersebut. Selain itu Gus Dur juga memerintahkan penahanan Habib Ali Baagil, yang belum jelas diketahui identitasnya. Hal itu diputuskan setelah sidang kabinet Kamis kemarin, karena ada petunjuk-petunjuk kuat bahwa kedua orang tersebut terlibat dalam pemboman gedung Bursa Efek Jakarta, yang menewaskan 10 orang. Pihak kepolisian memang menghubungkan aksi pemboman dengan sidang kasus korupsi mantan Presiden Soeharto. * INDONESIA DAN PBB CAPAI KESEPAKATAN MENGENAI TIMOR BARAT Pemerintah Indonesia dan PBB mencapai kesepakatan mengenai situasi para pelarian Timor Timur di Timor Barat. Menko Polkam dan Sosial, Susilo Bambang Yudhoyono, serta Ketua Tim UNTAET, Sergio Vieira De Mello, menyetujui bahwa ke-120.000 orang pengungsi boleh memilih untuk kembali ke Timor Timur atau tetap tinggal di Indonesia. Beberapa waktu belakangan masyarakat internasional mendesak pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan masalah tersebut. Para pengungsi menjadi sasaran anggota milisi pro-Jakarta, dan minggu lalu tiga orang pegawai PBB tewas menjadi korban. PBB menarik mundur semua pegawainya dari Timor Barat, dan meminta Jakarta melakukan penyidikan. Jakarta menyatakan dapat menyelesaikan persoalan ini sendiri dan karena itu menolak kedatangan misi internasional di Timor Barat. * MAHFUD ANJURKAN AKHIRI SIDANG KASUS SOEHARTO Menteri Pertahanan Mahfud M.D. menganjurkan untuk mengakhiri sidang kasus mantan Presiden Soeharto, karena bisa menambah aksi-aksi kekerasan di Indonesia. Dalam wawancara dengan kantor berita Reuter, Mahfud mengatakan pemerintah tidak mempunyai waktu untuk menyelesaikan masalah lain, karena teror ini akan terus berlangsung. Mahfud secara tidak langsung mengatakan, para pendukung dan kroni Soeharto merupakan biang keladi sejumlah aksi pemboman yang mengejutkan ibukota Jakarta. Karenanya harus dicari jalan keluar di luar gedung pengadilan, misalnya dengan memberikan amnesti kepada Soeharto. Menhan menambahkan pernyataan ini merupakan pendapat pribadinya sebagai pengamat politik. * SUPIR TRUK BELANDA MENGACAUKAN LALU LINTAS DI BERBAGAI TEMPAT Jumat ini merupakan hari dilangsungkannya aksi para supir truk angkutan Belanda, menentang tingginya harga bahan bakar solar. Aksi -aksi blokade spontan di berbagai persimpangan jalan cepat terpenting di Belanda menyebabkan kemacetan beberapa puluh kilometer. Di sejumlah tempat bahkan pecah baku hantam antara para pengendara mobil dan supir truk. Di tempat lain seorang pengendara mobil yang mengamuk menabrak pagar jalan ketika memutar balik kendaraannya. Aksi-aksi spontan ini mengacaukan konvoi yang direncanakan sektor transportasi, ke pusat pemerintahan di Den Haag. Jumat ini kabinet Belanda akan membicarakan kemungkinan pemberian kompensasi bagi sektor transportasi. Sementara itu aksi-aksi blokade di Inggris dan Belgia diakhiri secara bertahap. Sektor transportasi Belgia mendapat kompensasi yang diharapkan tetapi tidak mendapat penurunan bea bahan bakar. Sementara Perdana Menteri Inggris Tony Blair tidak memberikan janji apa pun. Saat ini direncanakan aksi-aksi blokade di Jerman, Spanyol, Yunani, dan Polandia. * FORD BATAL AMBIL-ALIH DAEWOO Konglomerat Amerika Serikat Ford, batal mengambil alih perusahaan pembuat mobil Korea Selatan Daewoo. Menurut juru bicara Ford, hingga sekarang tidak dapat disepakati tawaran yang bisa disetujui kedua belah pihak. Sebelumnya Ford bersedia membayar sekitar tujuh milyar dolar untuk membeli cabang produksi mobil milik konglomerat Daewoo yang sekarang mengalami masa krisis. Menurut berita terakhir Ford ingin mengurangi jumlah tawaran karena situasi keuangan Daewoo lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya. Harga saham Daewoo di bursa efek Korea Selatan langsung turun 3,5% setelah keluar pengumuman tersebut. * RUSIA DUKUNG SERUAN PENYELENGGARAAN PEMILU DEMOKRATIS DI YUGOSLAVIA Rusia mendukung seruan lima negara Barat kepada Yugoslavia untuk menyelenggarakan pemilhan umum yang demokratis dan tanpa aksi kekerasan, Ahad mendatang. Grup kontak untuk Yugoslavia, yang terdiri atas Rusia dan lima negara anggota NATO, berkumpul untuk pertama kali di New York, Amerika Serikat. Para menteri luar negeri mengharapkan Republik Yugoslavia yang demokratis akan menggabungkan diri dengan masyarakat internasional dan menjaga stabilitas di wilayah Balkan. Selain itu para menlu juga khawatir akan perubahan undang-undang dasar yang memungkinkan Milosevic mencalonkan diri untuk masa jabatan baru. * TEPATKAH PERINTAH PENAHANAN HABIB ALI BAAGIL? Intro: Berbagai spekulasi sekitar aksi teror dan pemboman di Jakarta, terus berlangsung. Presiden Abdurrahman Wahid memerintahkan agar Tommy Soeharto ditangkap, dan seorang gali keturunan Arab, bernama Habib Ali Baagil. Berikut penjelasan Gus Dur kepada Radio Nederland: Radio Nederland [RN]: Pak Wahid bagaimana komentarnya mengenai ledakan bom itu? Ini selain aparat intelijen rupanya banyak pula aparat-aparat kita yang mungkin kurang waspada, kurang sigap? Abdurrahman Wahid [AW]: Yah ini bagian daripada rangkaian kejadian-kejadian untuk, katakanlah, menunjukkan pemerintahan ini tidak efektif. Karena itu, yah karena begitu. Karena wajib mempertahankan diri. Sudah diambil keputusan, pertama kemarin saya memerintahkan penangkapan Tommy Soeharto. Kedua hari ini saya perintahkan penangkapan Habib Ali Baagil RN: Siapa itu Pak? AW: Itu bangsanya, itulah, yang orang serem-serem itu. RN: Oh FPI maksudnya? AW: Yah terserah saya tidak tahu organisasinya apa. Ini dia terlibat dalam bermacam hal. Nanti dari pemeriksaan itu akan diketahui. Setelah penangkapan diperiksa siapa orang-orang di belakang mereka. RN: Jadi mengenai Tommy Soeharto sudah ada bukti-bukti yang kuat, untuk diperintahkan penangkapan? AW: Nah itu tanya sama jaksa agung, jangan tanya sama saya. RN: Tapi suara dari kalangan masyarakat ini sudah terlampau banyak bom, di Kedutaan Filipina, di Kedutaan Malaysia. Jadi ada suara-suara agar mungkin pimpinan aparat tertentu harus mengundurkan diri. Kapolri atau yang lain? Bagaimana tanggapan Pak Wahid? AW: Itu kan pendapat anda. Pemerintah kan punya tatanan sendiri. RN: PBHI misalnya minta supaya Kapolri dan Kapolda mundur. Begitu juga ketua DPR. AW: Yah masalahnya juga tidak semudah yang diduga. Tidak bisa menuding-nuding begitu. Sekarang ketua DPR ngomong begitu. Nah mengganti Kapolri dan Panglima TNI, itu harus dua pihak menurut Tap MPR, itu adalah DPR dan eksekutif. Coba, enak saja ngomong begitu pelaksanaannya bagaimana? Sudah disetujui belum anggotanya? Nanti jangan-jangan kita bawa ke parlemen ditolak lagi. RN: Jadi ketua DPR mesti rembukan yang beres dulu sebelum usul? Tapi PBHI punya pendapat yang lain. AW: Itulah makanya. Kalau saya dari dulu berpendapat jangan banyak omong dulu kalau belum beres semua. RN: Tapi tadi perintah penangkapan Tommy Soeharto sudah dikeluarkan. Berarti ini banyak kubu. Mungkinkah juga ada kalangan perwira, yang terlibat kegiatan Tommy Soeharto? AW: Kita lihat dari hasil pemeriksaaannya, jangan direka-reka sekarang. RN: Bukan karena ada bomnya segala? AW: Lah iya, jangan direka-reka. Kalau kita bilang ada jenderal ikut, padahal jangan-jangan itu, apa namanya, orang sipil. Duit bekerja. Itu kan saya tahu. RN: Tapi Jaksa Agung Marzuki Darusman mengatakan bahwa Polri ini memang lemah, kalau di depan tentara. Jadi apakah menurut Pak Wahid kita perlu perombakan baru begitu di kalangan TNI atau Polri? AW: Begini, pemerintah memperhatikan dengan serius suara-suara itu, titik. Jadi bagaimana tunggu tanggal mainnya. Nah gampang gitu toh? Mau terus apa tidak, mau ganti apa tidak, itu kan tunggu tanggal mainnya. Demikian Presiden Abdurrahman Wahid. Menurut Zainuddin dari Front Pembela Islam, Habib Ali Bagil adalah orang yang anti kekerasan. Tuduhan Gus itu tidak benar. Zainuddin [ZA]: Begini, yang benar mungkin dia menyebut nama salah satu orang yang namanya Ali Baagil, Habib Ali Baagil. Ali Baagil itu orang baik, orang independen, orang yang sangat banyak punya teman dan berteman kepada siapa saja. Dan orang yang sangat takut dengan kekerasan. Saya tahu banyak pak orang ini. Karena kalau kami ini, FPI, mau turun, itu orang pertama yang mencegah, bahkan berusaha menghalangi untuk tidak melakukan aksi, FPI ini, ialah Ali Baagil. RN: Justru dia anti kekerasan? ZA: Ya, itu orang yang selalu repot kalau FPI mau buat aksi. Dia selalu saja datang, orang pertama yang datang untuk melarang. Janganlah, jangan lakukan apa-apa. Itu orang yang paling takut dengan kekerasan. Saya mau kasih tahu saja salah satu pengalaman yang terjadi disini, saat Ali Baagil melihat salah seorang laskar kami, luka mengeluarkan darah. Padahal darah itu tidak banyak. Hanya tetesan kecil saja, sedikit. Dia melihat tetesan darah yang keluar dari laskar, dari tubuh laskar, itu pingsan pak. RN: Melihat darah pu tidak bisa, begitu yah? ZA: Ya, dia melihat tetesan darah saja pingsan. Bagaimana mau berbuat hal seperti itu? RN: Tapi kan bisa mengatur dari belakang? Saya tidak menuduh loh, kan bisa saja ada orang yang mau mengatur dari belakang? ZA: Baik. Anda boleh berpikir seperti itu. Tetapi otaknya Ali Baagil itu tidak otak yang begitu. Karena dia itu orang yang memang sangat senang berteman, dan kalau dalam pembicaraan, dia tidak mengerti strategi-strategi seperti itu. Wong dia bukan pakar. Dia itu hanya orang, apa, ustad-ustad biasa, yang tidak mengerti persoalan seperti itu. Dia tahunya dia bisa bergaul, dia bisa banyak teman. Bagaimana mau bicara, mau makan kacang saja dia harus kupas kulitnya dulu. Saya komentari Gus Dur itu, sudah beginilah, kayak orang berak di celana, begitu. Demikian Zaenuddin dari Front Pembela Islam. Dan sebelumnya anda sudah mendengar penjelasan Presiden Abdurrahman Wahid sendiri kepada Radio Nederland. * BAGAIMANA PRESIDEN WAHID BISA BEGITU BERANI MENANGKAP TOMMY? Dengan memerintahkan penangkapan Hutomo Mandala Putra dan Habib Ali Baaqil, Presiden Abdurrahman Wahid tiba-tiba mengungkap pelaku rentetan aksi teror bom belakangan ini. Presiden mengaku merasa miris dengan aksi teror bom yang kerap terjadi belakangan ini. Dan, yang jadi korban selalu rakyat kecil. Lebih lanjut berikut laporan koresponden Syahrir dari Jakarta: Kendati belum ada bukti hukum yang kuat, namun kepada kedua orang itu, Presiden Abdurrahman Wahid telah memerintahkan aparat penegak hukum untuk menangkap mereka. "Yang penting diperiksa dulu. Diperiksa kan belum tentu bersalah." Akhir pekan ini, kata Presiden, sudah disiapkan tindakan drastis, untuk mengungkap pelaku pemboman di Bursa Efek Jakarta, dua hari lalu. "Tunggu tanggal mainnya. Dalam satu-dua hari ini sambil dilihat perkembangannya," terangnya. Belum dijelaskan sejauh mana keterlibatan Tommy maupun Habib Ali Baaqil. Demikian pula tentang latar belakang dan identitas nama terakhir. Sementara itu Ketua PBHI Hendardi menyetujui adanya tuntutan masyarakat agar Kapolri Jenderal Pol Rusdihardjo mengundurkan diri dari jabatannya. Hingga kini, Kapolri memang dinilai tak mampu menjaga keamanan masyarakat. "Saya setuju Kapolri mengundurkan diri berkaiatan dengan peledakan bom. Pejabat tinggi itu, harus bisa mempertanggungjawabkan tugasnya. Apabila tidak mampu, ya mundur. Sekarang sudah waktunya, bila Kapolri dan Kapolda sebagai penanggung jawab keamanan di Indonesia dan Jakarta tak mampu menjaga keamanan lebih baik mundur," jelas Hendardi. Menurutnya, penggantian pemimpin baru di tubuh kepolisian akan membuat institusi kepolisian berpacu lebih keras lagi. Apabila tidak bisa konsekuensinya mundur. Menanggapi pernyataan-pernyataan kepolisian yang menyatakan bahwa polisi sedang melakukan proses mengusut pemboman di BEJ, Hendardi mengatakan hal itu tidak sebatas statement, karena selalu berkata proses-proses melulu. Tetapi, tidak pernah selesai. "Jangan hanya pernyataan, tapi pelakunya harus tertangkap," ujarnya. Bagaimana sikap keluarga Cendana? Rumah-rumah keluarga Soeharto kemarin nampak dijaga ketat. Khususnya rumah Tommy Soeharto di Jalan Yusuf Adiwinata No. 4, Menteng, Jakarta Pusat yang sejak sore hari diserbu wartawan. Di samping itu gerakan yang menamakan diri "Macan Hitam" mengklaim sebagai "penjaga" Cendana tanpa upah. Dengan jumlah massa mencapai 150 orang, "Macan Hitam" melakukan penjagaan di sekitar bundaran Jalan Teuku Umar kemarin siang. Mereka menjaga sekitar rumah kediaman mantan Presiden Soeharto dari hadangan massa yang anti Soeharto. Koordinator lapangannya, Upun Syarifudin menyatakan aksi mereka atas inisiatif sendiri secara suka rela dan tanpa bayaran. Mereka juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan dan keluarga Cendana. "Kami terpanggil untuk menjaga keamanan untuk menghindari perbuatan anarkis. Kita ingin yang aman-aman saja," tuturnya. Sehari sebelumnya, aksi serupa dijalankan oleh GOIB. Tapi seorang anggotanya mengaku menerima bayaran Rp 23 ribu dengan rincian Rp 3 ribu uang rokok dan uang saku Rp 20 ribu. Ini berbeda dengan pengakuan "Macan Hitam." Kata Upun, mereka telah mengamankan kawasan Cendana sejak kemarin dulu. Mereka datang dari Tanah Abang dan Citeureup. "Kami akan tetap menjaga sampai keadaan benar-benar aman," tuturnya bangga. Sementara itu aparat tampak berjaga seperti biasa. Tidak ada pemandangan yang mencolok. Terlihat pula sebuah spanduk putih yang dibuat oleh Forum Pembela Kebenaran Bangsa bertuliskan "Kikis habis tindakan anarkis." Otak di balik pemboman Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), 13 September lalu. Dalam pada itu Habib Ali Baaqil, yang disebut Gus Dur bermukim di wilayah Cinere, Jakarta Selatan, masih berusia 29 tahun. Sejak usia 20 tahun, dia dikenal cemerlang dan punya ilmu supranatural yang hebat. Di kalangan habib-habib wilayah Jabotabek (Jakarta Bogor Tangerang dan Bekasi), Ali Baaqil terkenal dengan kedermawanannya, dan sangat dekat dengan elit-elit militer dan TNI, termasuk Wiranto dan Letjen TNI Djadja Suparman. Kemasyhuran Habib Ali Baaqil, di kalangan habib-habib wilayah Jakarta, tidak terlepas dari posisi almarhum ayahnya Habib Baaqil, yang dulu sebagai guru dari habib-habib muda di Jakarta. Pengaruh Habib Ali Baaqil, di kalangan kelompok Islam radikal, dikarenakan banyaknya kucuran dana lewat tangan Ali Baaqil, yang diperolehnya dari elit-elit militer. Ali Baaqil dikabarkan sangat dekat dengan mantan Kapolda Metrojaya Inspektur Jenderal Nugroho Djajoesman, mantan Pangkostrad Djadja Suparman dan mantan Panglima TNI Jenderal Wiranto, demikian suatu sumber, yang pernah dekat dengan Habib Ali Baaqil. Kedekatan Ali Baaqil dengan petinggi-petinggi di tubuh TNI dan Polri, tidak terlepas dari kepiawiannya, mengambil hati elit militer dan Polri. "Ali Baaqil, bisa dipercaya untuk mengoperasikan demo-demo Front Pembela Islam-FPI," jelas sumber tersebut. Dia menambahkan, sangat sulit membuktikan kedekatan Ali Baaqil dengan Tommy Soeharto. "Jadi, kalau Gus Dur tidak punya bukti materil yang kuat, sama saja dengan menangkap angin," tandas sumber, mengomentari perintah Gus Dur ke Kapolda Metrojaya, menangkap Habib Ali Baaqil, bersama Tommy Soeharto. Apalagi dikhawatirkan, aparat kepolisian tidak cukup berani untuk menangkap Habib Ali Baaqil, karena kedekatannya selama ini, saling membantu dalam menjalankan misi masing-masing. Kemarin banyak orang yang menduga Gus Dur salah ucap. Mungkin yang dimaksudnya adalah Tommy Winata, tulis pers di ibukota. Jangan-jangan Gus Dur mau menuding Tommy Winata, seorang pengusaha yang sangat dekat dengan TNI Angkatan Darat. Tommy Winata, merupakan pengelola property Sudirman Centre Business District, di mana Gedung BEJ berlokasi. Dan bom yang meledak, itu ternyata diatur sedemikian rupa sehingga tidak menghancurkan Gedung utama BEJ sendiri. Sumber ini juga menyebutkan, Habib Ali Baaqil, besar kemungkinan sebagai sasaran antara, untuk menuju otak pelaku bom dan kerusuhan-kerusuhan yang sesungguhnya. Dari pihak keluarga Gus Dur kemarin terlontar kritikan pedas terhadap pihak kepolisian, militer dan intelijen. Dari pihak keluarga Gus Dur kemarin terlontar kritikan pedas terhadap pihak kepolisian, militer dan intelijen. Menurut adik sepupu Gus Dur, Gus Wahid, seharusnya Kapolri itu mundur saja jika takut mengusut pelaku-pelaku teror bom yang diindikasikan oleh Jaksa Agung adalah pihak atau oknum militer. "Sudah takut, tapi tidak mau mundur itu namanya tidak tahu malu." Demikian Gus Wahid. Mengenai TNI Gus Wahid mengatakan, "Memang jenderal-jenderal kita itu pengecut. Contohnya seperti peristiwa 27 Juli tidak ada satu jenderal pun yang mengaku secara ksatria bahwa mereka terlibat. Di Timor Timur pun mereka keok. Hanya berani menteror rakyat saja. Perwira TNI sekarang sudah sangat merosot dari jiwa ksatria. Mereka yang terlibat semuanya pada lari. Katanya Saptamargais." Mengenai kerja intelijen Indonesia ia hanya berkomentar: "Lembaga intelijen sebaiknya dibubarkan saja". Mana mungkin intelijen tidak bisa mengantisipasi atau mendeteksi suatu kejadian. Kalau bicara mengenai intelijen kita menjadi malu,ujarnya. Bayangkan ketika ditanya di mana 200 anggota Kopassus yang hilang mereka jawab: "Tidak Tahu". Demikian Gus Wahid, alias Abdul Wahid Azis Bisri Ketua Pengurus Wilayah NU Jakarta Raya. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.rnw.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [EMAIL PROTECTED] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. --------------------------------------------------------------------- ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 15 Sep 2000 jam 16:37:11 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
