---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- satunet.com, 12 September 2000 Pemerintah tolak misi khusus DK PBB Laporan Elvy Yusanti satunet.com - Rakor kabinet bidang Polsoskam memutuskan bahwa Pemerintah RI menolak rencana Dewan Keamanan PBB untuk mendatangkan misi khusus berkaitan dengan Insiden Atambua di perbatasan NTT-Timtim. "Bila rencana itu benar, kita menolak. Sebab, Indonesia adalah negara berdaulat dan menolak berbagai bentuk intervensi dan tekanan dari manapun, termasuk dari PBB," kata Menteri Pertahanan Mahfud MD usai rakor terbatas bidang Polsoskam yang dipimpin Wapres Megawati Sukarnoputri di Bina Graha, Jakarta, Selasa. Ditegaskannya bahwa pemerintah saat ini akan melakukan 'langkah- langkah ke dalam' terlebih dahulu dalam upaya menuntaskan insiden yang menewaskan tiga personil Komisioner Tinggi urusan Pengungsi PBB (UNHCR) di Atambua pekan lalu. Diingatkannya bahwa pemerintah RI akan menghormati sepenuhnya resolusi DK PBB yang dideklarasikan menyusul pecahnya insiden tersebut. Pada bagian lain, sehubungan dengan rencana kedatangan Menhan AS William Cohen ke Jakarta pada 18 September mendatang, Mahfud mengatakan bahwa rencana tersebut telah disusun jauh sebelum terjadinya peristiwa di Atambua. "Saya akan melakukan pembicaraan dengannya (Cohen), termasuk bila ada masukan dan pandangan dari AS jika itu menyangkut Atambua," kata Mahfud seraya menambahkan bahwa Menhan AS itu juga akan membawa 'pesan khusus Presiden Bill Clnton bagi Presiden KH Abdurrahman 'Gus Dur' Wahid. (yMo) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Sep 2000 jam 05:42:44 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
