---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Presiden: Tangkap Tommy, Banser Hadapi Massa Soeharto Jakarta, Kompas CyberMedia Presiden KH Abdurrahman Wahid memerintahkan Kapolda Metro Jaya untuk menangkap putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Seoharto, dan meminta Banser tampil menghadapi massa pendukung mantan Presiden Soeharto. "Saya sudah perintahkan pada sidang kabinet kemarin, untuk menangkap Tommy Soeharto. Hari ini saya mengeluarkan perintah kepada Kapolda Metro Jaya untuk tangkap Habib Ali Baagil," kata Presiden Wahid dalam dialog selepas Sholat Jumat di Masjid Al Musyawaroh, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat. Presiden tidak menyebutkan siapa itu Habib Ali Baagil. Presiden meminta kedua orang itu diperiksa. "(Mereka) belum tentu salah," kata Presiden sambil menambahkan pemeriksaan itu adalah untuk menghindarkan terjadinya kejadian-kejadian seperti peledakan bom di Bursa Efek Jakarta. Selain itu Kepala Negara juga telah mengontak Ketua Umum GP Ansor Syaifullah Yusuf yang juga keponakan Presiden, untuk meminta Barisan Serba Guna (Banser) untuk berada di belakang barisan mahasiswa dan rakyat menghadapi Soeharto dan pendukungnya. "Terus terang saja (Soeharto) masih banyak pendukungnya, bukan kayak anda, gembel-gembel begini, tapi adalah orang-orang yang punya duit, punya alat, punya segala macam," ujar Presiden disambut derai tawa hadirin. Pendukung Soeharto itu, kata Presiden, dapat dilihat pada peristiwa Kamis (14/9) petang saat terjadi bentrok antara mahasiswa yang menginginkan Soeharto tetap diadili melawan massa pendukung Soeharto. "Coba lihat kemarin, mahasiswa, apa namanya itu, Formamid ya, eh Famred, digebukin. Karena itu tadi saya telpon pada Saudara Syaifullah Yusuf. Pul, kalau orang lain bisa menjadi pelopor pendukung Soeharto, itu Banser ngapain tidur saja," kata Presiden disambut tepuk tangan panjang. "Saya tidak menganjurkan perkelahian, tapi artinya orang bisa mengeluarkan pendapat. Jadi karena itu jangan khawatir. Bukan hanya mahasiswa, tetapi seluruh masyarakat di belakang upaya untuk mencari keadilan," ujarnya. Dalam kaitan itu Presiden meminta masyarakat bersabar sebab tidak mudah untuk membawa Soeharto ke muka pengadilan. "Alhamdulillah, Jaksa Agung telah memanggil Soeharto ke pengadilan," kata Presiden. Menurut Presiden, meskipun tim dokter Soeharto mengemukakan Soeharto tidak bisa ke pengadilan sebab khawatir kalau di pengadilan Soeharto ditanyai lalu 'teler', lalu habis nyawanya. "Lho itu pendapat. Ada lagi yang berpendapat, bahwa Soeharto, bisa tidak bisa menjawab haruslah datang ke pengadilan," katanya. Melihat pendapat-pendapat tersebut, Presiden mengambil sikap bahwa Soeharto bila dua kali tidak datang ke Pengadilan, maka mantan penguasa Orde Baru tersebut harus diadili secara in absentia. Kepala Negara mengemukakan, bila Soeharto saja bisa diadili maka tidak ada alasan untuk tidak mengadili yang lainnya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Sep 2000 jam 06:13:49 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
