---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Munir: Rusdihardjo Diganti Karena Ragu-ragu Bertindak Senin, 18 September 2000, 16:00 WIB Jakarta, Kompas Cyber Media Mantan koordinator Kontras, Munir menyebut Kapolri Rusdihardjo layak digantikan karena tidak tegas dalam bertindak. Ia sendiri setuju pergantian ini karena sampai saat ini belum berhasil mengungkap satu pun kasus besar. Mengenai pergantian ini sendiri, Munir mempunyai kesan bahwa Presiden Abdurrahman Wahid kecewa dengan kinerja kepolisian. 'Semestinya instrumen-instrumen yang ada di kepolisian dapat bekerja dengan efektif tapi tidak jalan,' katanya. Meski secara normatif hukum, tindakan Presiden memberhentikan Kapolri tidak dapat dibenarkan, bagi Munir Presiden terpasa harus mengambil tindakan tersebut. 'Tidak ada jalan lain,' katanya. Sementara publik meminta pertanggungjawaban polisi atas dibukanya kasus peledakan bom ini. 'Maka Gus Dur langsung mengumumkan pergantian Kapolri tersebut,' katanya. Munir sendiri setuju dengan pergantian ini. Sampai saat ini, Rusdihardjo belum mengungkap kasus besar yang terjadi. Ia melihar Rusdiharjo bersikap resistan terhadap apa yang mau diungkap. Ia memberi contoh kasus peledakan bom di Kejaksaan Agung yang sudah diklarifikasi alat peledaknya dari Kodam V Brawijaya. Namun Kapolri tidak menindaklanjuti saat Kodam V, Pindad dan Mabes AD tidak hadir memenuhi panggilan. 'Sehingga kasusnya hilang begitu saja,' kata Munir. Mengenai pengganti Rusdihardjo, Bimantoro harus diuji dulu apakah ia bisa mengungkap kasus peledakan di Kejaksaan Agung dan Gedung BEJ. Namun ia sendiri menilai yang pantas menjadi Kapolri adalah mantan Kepala Korps Reserse Kepolisian RI Inspektur Jenderal (pol) Chaeruddin Ismail. 'Ia lebih tegas terbukti dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Koneksitas 27 Juli ia menyatakan penyelidikan terhambat oleh Puspom,' katanya. Munir yakin sebenarnya polisi sudah mengetahui pelaku peledakan bom tersebut. Menurutnya kasus pengeboman tersebut tidak lengkap bukan karena polisi tidak tahu tetapi tetapi adanya ketidaksiapan yaitu ketakutan polisi menembus wilayah-wilayah yang signifikan untuk mereka. 'Saya yakin peristiwa pengeboman ini berkaitan dengan pengadilan Soeharto,' katanya. 'Kalau tidak ada kaitan dengan Soeharto dan bobot politiknya tidak kuat, pasti polisi berani,' katanya. Pengganti Rusdihardjo harus berani mengubah penampilan polisi yang terkesan tidak bisa mengatasi persoalan-persoalan yang dihadapi. 'Jika pengganti Rusdihardjo tetap tidak tegas, akan sia-sia saja,' lanjutnya.*** ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 18 Sep 2000 jam 12:42:01 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
