----------------------------------------------------------
The US government makes available 55.000 GREEN CARDS
(permanent residence visa) in a random lottery.
Visit http://www.us-immigration.org for details
on how to play the GREEN CARD LOTTERY

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Cendana Sengaja Gerakkan Pasukan Sipil Bersenjata

Jakarta (Bali Post) -

Adanya perintah Presiden Abdurrahman Wahid untuk melucuti senjata yang
dimiliki para pengawal sipil di kediaman Soeharto di Cendana, disambut
berbagai kalangan dengan positif. Jaksa Agung Marzuki Darusman secara tegas
mengatakan, sebetulnya adanya pasukan sipil bersenjata di Cendana, sengaja
digerakkan untuk menghalangi proses hukum yang sedang berjalan terhadap
keluarga penguasa orde baru itu.

Sementara itu, pengamat politik Andi Malarangeng mengatakan, perintah Gus
Dur itu perlu didukung. Hanya, apakah Gus Dur mau konsisten dengan ucapannya
itu.

Menurut Marzuki Darusman, kekerasan yang berkembang selama ini, antara massa
pro dan anti-Soeharto, nyata-nyata berhubungan dengan proses hukum yang kini
menimpa keluarga Cendana. Karena itu, dengan perintah Gus Dur itu diharapkan
bisa menghindari terjadinya bentrok fisik lanjutan dalam tiap kali proses
hukum dijalankan kepada mereka. Di tempat terpisah, mantan Koordinator
Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) Munir, S.H.
berpendapat, perintah Gus Dur itu sebetulnya merupakan tantangan bagi
aparat, apakah berani atau tidak melakukan hal tersebut. ''Baru-baru ini
polisi melegalisasi adanya keinginan sejumlah orang memiliki senjata. Kini
melalui perintah Gus Dur itu, orang yang punya senjata akan diminta lagi,''
katanya.

Di satu sisi, kata Munir, kepemilikan senjata mendapat legitimasi dari
aparat keamanan. Namun di sisi lain, kepemilikan senjata justru menjadi
polemik yang menyulitkan di kalangan aparat keamanan sendiri. Mantan Aster
Kasad Mayjen TNI Saurip Kadi mengatakan, selama ini kepemilikan senjata baru
sebatas kebijakan. Namun, menurutnya, kepemilikan senjata bagi para pengaman
mantan Presiden Soeharto memang merupakan sesuatu yang wajar.
''Permasalahannya, kepemilikan senjata itu apakah sudah melalui prosedur
yang benar atau tidak. Kalau tidak, sebaiknya dilucuti,'' katanya.

Harus Militer

Anggota DPR dari F-PG Andi Matalatta mengatakan, kepemilikan senjata
terhadap orang nonmiliter memang diatur dalam undang-undang. Tentang siapa
saja yang memiliki senjata selain militer mestinya harus melalui prosedur
yang ditetapkan.

Kalau membentuk pasukan pengawal yang diangkat sendiri, menurutnya, tidak
diperkenankan dalam protokoler dan undang-undang. Sebab, ada ketentuan,
pengawalan terhadap presiden harus dilakukan militer atau pasukan yang
ditunjuk.

Mengenai pengawal Soeharto yang nonmiliter dan dilengkapi dengan senjata, ia
menilai, sudah jelas melanggar undang-undang dan aturan protokoler. ''Jadi
tidak perlu ada deal yang bisa mengubah atau pun menggagalkan rencana
politiknya,'' tambahnya.

Pengamat politik dari UI Prof. Dr. Amir Santoso mengomentari, sebetulnya
dengan perintah Gus Dur itu, keluarga Soeharto menjadi serba salah.
Pasalnya, apabila ada sipil bersenjata ingin menjaga Soeharto, karena memang
mereka mencintai penguasa orde baru itu. Hal itu jelas di luar kemauan
keluarga Soeharto.***

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 19 Sep 2000 jam 11:18:36 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke