---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Terbunuhnya Tgk. Shafwan Idris: Apa Kata Mereka? TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Effendi Hasan, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa IAIN Ar-Raniry: Pembunuhan Shafwan Idris adalah tindakan biadab, serta pelecehan dan penghinaan luar biasa bagi kalangan akademisi dan ilmuwan. Ini jelas-jelas upaya pembodohan sistematis terhadap rakyat Aceh. Hati kami sangat sedih dan pilu. Saya berharap, pihak-pihak bertikai, TNI/Polri dan GAM, tidak mengotori kampus kami dengan tindakan biadab dan tidak bermoral seperti itu. Dan Kami bersumpah menyatakan perang terhadap individu atau kelompok manapun yang membunuh orangtua dan pemimpin kami! Drs Tgk Jailani Idris, Abang Kandung Shafwan Idris: Pelaku pembunuhan almarhum adalah musuh Allah. Karena mereka selama ini tidak senang dengan apa yang diperjuangkan almarhum. Shafwan adalah seorang ulama. Beliau juga adalah seorang pejuang dan mujahid serta mujaddid (pembaharu -red). Dia sedang memperjuangkan tegaknya syari'ah Islam di Aceh. Kepergiannya, kehilangan besar bagi kami dan juga rakyat Aceh. Hendardi, Direktur (PBHI): Pembunuhan terhadap Prof Dr Shafwan Idris adalah upaya pihak-pihak tertentu untuk memprovokasi rakyat Aceh. Pihak tertentu yang saya maksudkan adalah mereka yang tidak menghendaki terciptanya kondisi damai di Aceh. Dalam suatu kondisi Aceh yang belum damai, pembunuhan Shafwan merupakan konsekuensi yang sangat mahal. Pembunuhan ini bisa memancing emosional rakyat Aceh yang tak rela panutannya dihabisi. Karena itu, pemerintah harus melakuan upaya serius untuk pengungkapan kasus ini, termasuk menemukan pelakunya. Saya belum dan tidak berwenang menyebut siapa pelaku pembunuhan. Tapi menurut dugaan saya, pembunuhan itu direncanakan serius dan matang. Bisa jadi juga dilakukan kalangan militer yang di luar komando. Harapan saya, agar ini tidak terulangi, pemerintah dan GAM harus duduk bersama lagi untuk membicarakan secara komprehensif penyelesaian menyeluruh konflik di Aceh. Karena Jeda kemanusiaan saya kira sangat temporer. Brigjen Doddy Sumantyawan HS, Kapolda Aceh: GBPK yang melakukan aksi penembakan ini. Aksi ini memang kriminalitas tapi sarat dengan bau politis. Dan itu tidak lain dilakukan oleh GBPK (GAM versi aparat -red). Siapa lagi yang punya kepentingan atas kematian Beliau? Secara pribadi, saya pikir, Beliau tidak punya musuh. Dia orang baik. Orang akademis. DR Ahmad Farhan Hamid, MS, Anggota DPR-RI: Dilihat dari aspek keamanan, sejak TNI berpisah dengan Polri keamanan republik, terlebih di Aceh, tidak terjamin. Saya sudah minta kepada Kapolda untuk mengusut kasus ini hingga tuntas. Kalau kasus ini tidak bisa dituntaskan, saya memperkirakan akan terjadi brain drain, pelarian orang-orang pintar dari Aceh. Yang tinggal nantinya, hanyalah orang yang kemampuannya kurang dan di Aceh akan terjadi zaman kegelapan yang luar biasa. Faisal RM, Presidium Front Mahasiswa dan Pemuda Aceh Jeumpa: Penembakan Bapak Prof. DR. H. Safwan Idris MA merupakan aksi brutal yang kesekian kalinya menimpa sejumlah tokoh ulama, Intelektual, pejuang HAM dan demokrasi di Aceh. Kami menilai, pelaku aksi tersebut ingin menghilangkan dan membabat habis tokoh-tokoh terkemuka yang pro demokrasi dan penegakan HAM di Aceh. Apalagi dilihat dari beberapa kasus penculikan dan pembunuhan beberapa aktivis Aceh, seperti Tgk. H. Nasruddin, Jaffar Siddiq dan Tkg. H. Ilyas. Karenanya, kami dari Front Mahsiawa dan Pemuda Aceh Jeumpa mengutuk keras peristiwa ini. Kami juga menganggap, pelaku penembakan dilakukan oleh orang yang selama ini telah banyak melakukan pelanggaran terhadap hak-hak sipil masyarakat Aceh. Jadi kalau tokoh-tokoh yang kritis dibiarkan melakukan berbagai kritikan, ruang gerak TNI/Polri akan terhambat untuk terus melakukan kejahatan kemanusiaan di Aceh. Shafwan adalah pimpinan yang selalu memberikan duikungan bagi gerakan mahasiswa. Ia juga sering mengusik TNI dan Polri. Kami, selaku komponen rakyat, meminta pertanggung jawaban pemerintah pusat terhadap peristiwa ini. Maimul Fidar, Koordinator Koalisi NGO HAM Aceh: Apa yang terjadi pada Pak Shafwan menunjukkan bahwa skenario untuk melenyapkan kalangan intelektual memang sudah dapat dibuktikan. Ini jelas upaya untuk menghabisi para ulama dan intelektual Aceh. Kalau ini terus dibiarkan, maka habislah kami. Habislah harapan kami untuk membangun masa depan Aceh yang bermartabat. Saya kira, ini saatnya bagi kalangan intelektual Aceh untuk bersatu dan membentengi diri terhadap segala macam ancaman dan teror yang merendahkan derajat kemanusiaan. Bersatulah agar cara-cara ini segera berakhir. Saya lihat, kaum intelektual selama ini lebih cenderung jalan sendiri-sendiri, dan ini berbahaya. Angkatan Baru Darussalam: Kami menyampaikan duka yang dalam atas berpulangya guru dan orang tua kami, Prof. Dr. H. Safwan Idris, M.A. Pak Shafwan adalah guru, dosen, cendikiawan, ulama serta tokoh dan panutan rakyat Aceh, khususnya Angkatan Darussalam Baru. Beliau adalah Syuhada bagi perjuangan kemanusiaan rakyat Aceh. Kami mendukung pernyataan ketua SIRA, Muhammad Nazar, bahwa pemerintah RI, TNI/POLRI dan Pemda Aceh adalah pihak yang bertanggung jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung, Kami juga mendesak GAM/ASNLF untuk mengklarifikasi ketidakterlibatannya dengan berusaha membekuk dan menghukum penembak yang lagi-lagi diidentifikasi sebagai OTD (Orang Tak Dikenal). (J. Kamal Farza) ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 22 Sep 2000 jam 06:45:07 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
