----------------------------------------------------------
Live and work in the USA legally:
Register for the GREEN CARD LOTTERY!
Visit http://www.us-immigration.org

-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0
Indonesia Daily News Online
http://www.indo-news.com/

Free Email @KotakPos.com
visit: http://my.kotakpos.com/
----------------------------------------------------------

Antara, 27 September 2000

KESULTANAN TIDORE TAWARKAN BANTUAN SELESAIKAN MASALAH PAPUA

Ternate, 27/9 (ANTARA)- Kesultanan Tidore yang berkedudukan di
Kabupaten Halmahera Tengah (Pulau Tidore) Propinsi Maluku Utara,
menawarkan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk ikut
membantu menyelesaikan mengenai tuntutan warga Papua (Irian
Jaya) yang dinilai bisa mengarah pada disintegrasi bangsa
Indonesia.

Tawaran Kesultanan Tidore itu disampaikan kepada Wakil Presiden,
Megawati Soekarnoputri, melalui surat yang ditandatangani Sultan
Tidore H Jafar Syah, dengan mengatasnamakan seluruh masyarakat
dan Bobato Adat Kesul tanan Tidore.

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Muhyi Effendie kepada
ANTARA di Ternate, Selasa menjelaskan, bahwa Wapres juga
berjanji akan berkunjung ke Kesultanan Tidore dan Kesultanan
Bacan, sekaligus bernostalgia saat mengikuti kunjungan bapaknya
ketika menjabat sebagai Presiden RI pertama ke Wilayah Maluku
Utara termasuk Tidore dan Bacan.

Menurut gubernur, tawaran Kesultanan Tidore, soal bantuan
menyelesaikan soal Papua perlu diperhatikan oleh pemerintah
pusat, dan bila disetujui maka pemerintah harus
memfasilitasinya.

Dalam surat itu dijelaskan bahwa eksistensi hukum adat,
masyarakat adat dan jabatan para pemangku adat Kesultanan Tidore
tetap berlaku hingga sekarang.

Wilayah hukum adat itu meliputi wilayah adat Nyih Gulu-Gulu
Kolano Ngaruha Mafor Soa Raha se Papoua Gam Sio yang saat ini
lebih dikenal dengan Propinsi Irian Jaya atau Papua.

Wilayah hukum adat yang sekarang ini dikenal dengan Papua itu,
kedudukannya dalam Kesultanan Tidore memiliki otonomi dan
perangkat adat yang terstruktur dan merupakan bagian integral
dari struktur pemerintahan Kesultanan Tidore.

Hingga masa pemerintahan Sultan Zainal Abidin Syah, yang juga
mantan Gubernur Propinsi Perjuangan Irian Barat, perangkat adat
dari wilayah hukum adat yang saat ini dikenal dengan Papua itu,
masih dilibatkan dalam setiap pelaksanaan acara adat maupun
penyelenggaraan pemerintahan kesultanan yang disebut Raja Ampat
beserta perangkat struktural lainnya.

Fakta sejarah itu merupakan landasan hukum yang kuat dan telah
mendapat pengakuan internasional bahwa Irian Jaya atau Papua
diakui sebagai bagian integral negara Republik Indonesia.

Jafar Syah, dalam surat itu menyarankan kepada pemerintah RI,
agar juga memperhatikan aspek sosio-kultural masyarakat adat
Papua yang didasarkan pada pendekatan historis Kesultanan
Tidore, selain menggunakan pendekatan sosio-politis dalam rangka
pemberian otonomi di Bumi Papua, demi menghindari terjadinya
disintegrasi Negara Kesatuan RI.

Disebutkan pula dalam surat itu, dengan segala kerendahan hati,
seluruh perangkat adat Kesultanan Tidore meminta agar diberikan
kesempatan, bersama sama dengan pemerintah pusat ikut
menyelesaikan masalah di bumi Papua dengan sebaik-baiknya.

Jafar juga mengundang Wapres, dalam melakukan kunjungan ke
berbagai wilayah Indonesia, menyempatkan diri datang ke
Kesultanan Tidore selaku Tamu Adat.

Kunjungan itu, selain dimaksudkan dalam rangka melaksanakan
tugas-tugas kenegaraan juga untuk membicarakan langkah-langkah
penanganan yang lebih efektif dan bertatap muka dengan seluruh
komponen masyarakat adat Kesultanan Tidore.

Lebih jauh dalam surat itu Jafar menjelaskan bahwa kunjungan
Wapres akan memiliki arti yang dalam sebagaimana yang pernah
dilakukan oleh mendiang Presiden Soekarno ke Tanah Kie Ma Kolano
(Pulau Tidore) pada masa perjuangan merebut kembali Irian Barat.

Berdasarkan catatan sejarah, pada masa pemerintahan Sultan Nuku,
Kesultanan Tidore berhasil mengusir penjajah Belanda dari
wilayah Maluku dan Papua, sehingga pada 12 Juli 1996 Sultan Nuku
dikukuhkan menjadi pahlawan nasional. (E-mail.ABN-PK03/27/09/:0
06:08/ND08/B

2709000604 NNNN

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Didistribusikan tgl. 28 Sep 2000 jam 06:00:40 GMT+1
oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]>
http://www.Indo-News.com/
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kirim email ke