---------------------------------------------------------- Live and work in the USA legally: Register for the GREEN CARD LOTTERY! Visit http://www.us-immigration.org -0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0-0 Indonesia Daily News Online http://www.indo-news.com/ Free Email @KotakPos.com visit: http://my.kotakpos.com/ ---------------------------------------------------------- Antara, 27 September 2000 PERUBAHAN NAMA PAPUA TIDAK IDENTIK DENGAN MERDEKA Jayapura, 27/9 (ANTARA) - Anggota MPR Utusan Daerah Irian Jaya, Drs. Aleks Hesegem mengatakan, perubahan nama Irja menjadi Papua sama sekali tidak diartikan dengan perjuangan Papua Merdeka, tetapi nama Papua merupakan jati diri orang Papua di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Pejabat maupun pakar politik jangan salah mengartikan perubahan nama Irja menjadi Papua," katanya kepada wartawan di Jayapura, Rabu. Dikatakan, Tuhan Allah telah menciptakan seluruh alam ini dan menempatkan orang berkulit hitam, rambut keriting dan menamai suku bangsa Papua. Begitu pula Allah menciptakan orang berkulit sawo matang dan berambut ikal hidup di Pulau Jawa dan Sumatera. Oleh karena itu, dengan perubahan nama Irja menjadi Papua sangat tepat sebagai jati diri orang Papua yang menghuni propinsi terkaya yang terletak di paling ujung Nusantara ini. Menurut Hesegem, bila ada pejabat atau para ahli yang mengartikan perubahan nama Irja menjadi Papua dalam konteks politik, maka hal itu sangat bertentangan dengan legalitas orang Papua. Masyarakat Papua secara politik telah kembali ke pangkuan RI 2 Mei 1963 dan Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969, sehingga tidak benar mencap perubahan nama Irja identik dengan perjuangan Papua Merdeka. Ia meminta perubahan nama Irja menjadi Papua yang sudah disetujui Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan juga DPRD Tk I Irja pada 16 Agustus lalu, disikapi anggota DPR RI dari seluruh partai politik dan golongan agar segera membuat suatu undang-undang penetapan nama Papua. Munculnya aspirasi Papua merdeka rakyat Papua itu akibat kehilangan identitas dirinya selama kekuasaan pemerintahan Orde Baru yang memberikan cap berbicara Papua berarti gerakan separatis. Dengan stigma yang "miring" itu telah meninggalkan luka di hati rakyat Papua karena banyak penduduk sipil ditembak, dianiaya, dihilangkan secara paksa, diintimidasi, diinterograsi dan beraneka tindakan kekerasan lainnya oleh oknum aparat. Bahkan, sebagian tanah, hutan dan hasil kekayaan di laut serta tambang pun sudah digaruk dan hasilnya membesarkan rakyat di luar Irja, sementara kondisi penduduk asli Papua di pedalaman dan pesisir pantai terpencil sampai saat ini sangat memprihatinkan. "Pemerintah harus menyikapi aspirasi merdeka secara ilmiah dan tidak cepat memberikan kepercayaan kepada aparat keamanan untuk mengambil langkah yang salah dengan memberikan peluang kepada pihak lain menciptakan konflik baru masalah merdeka ini," katanya. (U.JPR04/JPR01/B/RND01/27/09/:0 10:18) 2709001024 NNNN ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Didistribusikan tgl. 28 Sep 2000 jam 06:00:59 GMT+1 oleh: Indonesia Daily News Online <[EMAIL PROTECTED]> http://www.Indo-News.com/ ++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
