Menurut saya, sebaiknya dites terlebih dahulu sebelum memutuskan apakah menggunakan temporary table atau derived table, dan dipertimbangkan matang2 perlu tidaknya menggunakan temporary table.
Kalo saya, saya akan gunakan temporary table untuk e-commerce application dimana saya harus menyimpan data / tabel sementara untuk shopping cart, tapi untuk keperluan pengaksesan data, saya harus berpikir dulu dan melakukan testing. Yang harus diingat bahwa, temporary table menggunakan tempdb database, semakin banyak user yang mengakses dan semakin sering SP tersebut dipanggil, semakin besar ukuran tempdb, semakin besar kemungkinan bottleneck IO terjadi. Kalau memang penggunaan temporary table tidak bisa dihindarkan, coba pindahkan tempdb database ke hdd lain untuk menghindari IO bottleneck, dan jangan gunakan select ... into, karena perintah ini akan me-lock system tables (syscolumns, sysindexes dan syscomments), bayangkan kalo yang execute perintah ini banyak user, wah wah...bisa2 program yang harusnya bisa berjalan multi-user akan menjadi single-user. Sebagai pengganti select..into, coba create temporary tablenya dulu, baru gunakan perintah insert into... Semoga bermanfaat.. Best Regards, Ade Aan Wirama http://wirama.wordpress.com Coding for Humanity ________________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of rudy chasan Sent: Wednesday, July 04, 2007 2:36 PM To: [email protected] Subject: FW: [indoprog-vb] Re: Cara mudah bikin file temp di SQL Server just sharing juga .... justru dengan menggunakan temporary table, untuk data yg banyak akan mempercepat proses pengambilan data. ...del... select distinct kode_customer into #customer from tblcustomer where branch = @branch ...del... ____________________________________________________________________________________ Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, when. http://tv.yahoo.com/collections/222
