antony wrote: > saya mau tanya biasanya sistem POS tersebut apakah ada dibuat > barang-barang dagangan tersebut supplier mana yang supply gak > ya?misalnya Fanta suppliernya PT. XXX gitu.nah bagaimana jikalau ada > lebih dari 1 supplier yang masukkan Fanta?bagaimana untuk > pencatatannya dan bagaimana untuk mengetahui sisa barang dari > masing-masing supplier yach jika 1 barang bisa beberapa supplier > supply.Thank's sebelumnya
Hampir semua perusahaan pasti akan mencatat nama suppliernya ketika akan melakukan Purchase Order (PO) maupun pada saat menerima order (Delivery Order). Teori lebih lanjut silakan baca-baca konsep normalization, mulai fase 1 (NF1) fase 2, fase 3 dan seterusnya. Contoh desain tablenya kira2 begini : TABLE MASTER_PO NO_PO(PK), TGL_PO, KODE_SUPPLIER(FK) TABLE PO_DETAIL NO_PO(PF), KODE_BRG (PK), QTY, HARGA_SATUAN TABLE MASTER_SUPPLIER KODE_SUPPLIER(PK), NAMA_SUPPLIER TABLE MASTER_BARANG KODE_BARANG(PK), NAMA_BARANG Untuk delivery Order (DO), yang harus diperhatikan adalah penerimaan barang tsb terjadi many to many nggak dengan pemesanan barang atau Purchase Order-nya. Contoh terjadinya many to many spt ini : 1 kali PO bisa saja oleh suppliernya dikirim lebih dari sekali(one to many).Atau sebaliknya beberapa PO bisa dikirim sekali oleh suppliernya (many to one). Kemungkinan terjadinya kombinasi transaksi one to many dengan many to one ini akan menghasilkan transaksi many to many. Jika dimungkinkan terjadi transaksi spt itu, maka desain table DO-nya kira2 spt ini : TABLE DO_MASTER NO_DO(PK), TGL_DO TABLE DO_DETAIL NO_DO(PF), KODE_BARANG(PK), QTY TABLE DO_BRIDGE ( ini untuk merubah menjadi one to many) NO_DO(PF), NO_PO(PF), KODE_BARANG(PK) Untuk stock card nya itu sendiri, biasanya juga dibedakan asal barang tsb dari supplier mana.Jadi kira2 desain tablenya spt ini : NO_STOCK (PK),TGL_STOCK,JENIS_TRANS,NO_TRANS,KODE_SUPPLIER(FK), QTY_IN,QTY_OUT, SALDO Keterangan : PK:Primary Key FK:Foreign Key PF:Primary Key & Foreign Key Biasanya di gudang-pun penempatan barangnya juga dibedakan, entah itu dibedakan lokasi penyimpanan atau dibedakan berdasarkan kode-kode tertentu. Hal ini bertujuan untuk memudahkan melakukan stock opname secara fisik. Demikian semoga membantu regards Eko Heri http://www.smsqta.com
