Halo Rangkuty > 1. yang jadi masalah bagaimana (dan apa perlu) barang yang dibeli tersebut > di rekam pada jurnal pembelian?
Setiap barang atau jasa yang masuk dan keluar sebaiknya dicatat di jurnal. Baik itu jurnal pembelian ,penjualan dan lain-lainnya. Masing-masing perusahaan memiliki daftar perkiraan jurnal yang berbeda-beda. Minta saja daftar perkiraan ke bagian akuntingnya. > 2. Apa boleh perusahaan jasa memiliki persediaan, contohnya pita printer > dimasukkan ke persediaan ATK Kayanya, definisi persediaan disini kurang tepat. Lebih tepatnya dianggap sebagai barang yang habis dipakai atau aset. Jadi barang printer disini dianggap sebagai aset bukan persediaan. Ntar printer ini dihitung masa pakainya. Jika sudah habis masa pakainya, dianggap printer ini "hilang". Jika printer ini bisa dijual, maka dianggap keuntungan perusahaan. Oya, kalo tinta dianggap supplies. > 3. Mohon saran gimana bisnis process untuk jurnal pembelian barang > perusahaan jasa Kalo untuk jurnal pembelian : Pembelian vs hutang atau Pembelian vs Kas/Bank Kalo untuk jurnal Biaya : Biaya vs Hutang atau Biaya vs Kas/Bank Nah, di akunting, jurnal pembelian tidak dapat berdiri sendiri. Karena kalau hanya jurnal pembelian saja, maka Laba rugi tidak dapat dibuat dan neraca juga tidak akan seimbang. Harus ada akun modal, hutang piutang, biaya, dll. Orang akunting di perusahaan itu harusnya udah punya daftar akunnya. Kalo ada yg salah, tolong dibenerin ya. -- Best Regards, David J M Advess ISV and IT Consultant
