Assalamualaikum Wr.Wb
Saudara-saudara semua selamat membaca dan menyimak. Mudah-mudahan tulisan
ini bisa dilanjutkan oleh saudara-saudara yang lain yang perduli dengan
kondisi pemuda kita saat ini. Mudah-mudahan dengan Berkat bulan suci
Ramadhan ini mampu mereformasi diri kita menuju peningkatan kualitas
keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, persatuan dan kesatuan bangsa
, kesejahteraan , kebahagiaan dan kedamaian. Amieen Ya Rabbal Alamin
Wassallam,
Acan, dkk
PERAN PEMUDA ISLAM DI ERA REFORMASI
Pemuda adalah tulang punggung negara, karenanya masa depan suatu negara
sangat tergantung dari peran pemuda itu sendiri. Ditangan pemuda jualah mau
kemana negara ini akan dibawa. Mau di beri warna apa bangsa ini, pemudalah
yang mempunyai prioritas utama untuk memikul tanggung jawabnya.Tidak dapat
dipungkiri, peran pemuda sangat besar bagi kemajuan suatu bangsa karena
merekalah tumpuan harapan bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Karena
mayoritas bangsa kita beragama Islam, maka yang menjadi sorotan adalah
pemuda Islam. Karena itu, sebagai generasi penerus bangsa hendaknya pemuda
mempunyai visi kedepan yang diiringi dengan akhlaq/budi pekerti yang mulia
seperti dicontohkan oleh Baginda Nabi kita Muhammad SAW. Jika generasi muda
kita rusak akhlaq dan pola pikrnya, maka impian kita untuk mewujudkan suatu
bangsa yang terhormat tidak akan terwujud, justru akan menambah kebobrokan,
kehancuran dan kehinaan suatu bangsa. bagaimanakah wujud generasi pemuda
yang sesuai dengan Islam?. Didalam Al-qur'an Allah SWT berfirman yang
artinya
" Hai orang-orang yang beriman, barang siapa diantara kamu yang murtad dari
Dien-Nya, maka Allah akan mengantikan kamu dengan generasi yang di
cintai-Nya dan merekapun mencintai-Nya, lemah lembut kepada orang-orang
mukmin dan tegas kepada orang-orang kafir, mereka berjihad dijalan Allah dan
mereka tidak takut kepada celaan (orang-orang yang mencela). Itulah karunia
Allah yang akan diberikan-Nya kepada siapa saja yang dikehendakinya. Dan
Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui. Sesungguhnya wali kamu
sekalian adalah Allah dan Rosul-Nya dan Orang-orang yang beriman (yaitu)
orang-orang yang menegakkan sholat, menunaikan zakat dan mereka senantiasa
ruku'. Dan barang siapa yang menjadikan Allah dan Rosul-Nya dan orang-orang
beriman sebagai walinya (mereka itulah Hizbullah), sesungguhnya Hizbullah
itulah pasti yang akan menang)
(QS. Al-Maidah :54)
Pemuda yang berpegang pada firman Allah diatas, kadang dicap oleh
orang-orang yang tak ingin pemuda Islam bangkit dari tidur lamanya sebagai
pemuda Fundamentalis, kolot, radikal, atau julukan-julukan lain yang yang
julukan itu sebenarnya sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur Islam
yang hakiki. Dengan modal firman Allah diatas, maka reformasi yang saat ini
diperjuangkan oleh mahasiswa Insya Allah akan terwujud. Dengan modal ini
pula perilaku mereka benar-benar santun, tidak merusak (anarkis), selalu
menegakkan kebenaran. Pemuda inilah yang senantiasa menjaga hubungannya
dengan Allah.
Masih hangat di ingatan kita kejadian Semanggi, Tragedi Trisakti dan
kejadian kejadian lain yang merengut nyawa mahasiswa-mahasiswa yang
memperjuangkan reformasi secara menyeluruh. Ratusan orang terluka, puluhan
tertembak, sebagian diantara mereka ada yang tewas. Sungguh merupaka suatu
perjuangan yang akan selalu dikenang oleh orang-orang yang betul-betul ingin
menghirup udara reformasi baik dibidang ekonomi, politik, sosbud dan Hankam.
"Jika seandainya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, sungguh akan kami
bukakan atas mereka pintu-pintu barokah dari langit dan bumi. Akan tetapi
jika mereka mendustakan (ayat-ayat Allah), maka kami akan musnahkan mereka
karena perbuatan mereka sendiri"
(QS. Al'A'raf :96)
Kenyataan yang kita lihat dari aksi-aksi para pemuda saat ini, diantaranya
ada yang memperjuangkan reformasi, akan tetapi menyimpang dari nilai Islam.
Mereka malah ada yang berkiblat kepada sosialisme, kapitalisme, marxisme,
Liberalisme atau aliran lain yang notebene bertentangan dengan nilai Islam.
Tentu tak terhindarkan dari aksi mereka timbul kerusuhan dan tindakan
anarkis, sehingga memberi kesempatan empuk bagi oknum-oknum tak
bertanggungjawab yang ingin memanfaatkan situasi yang ada untuk keuntungan
politik tertentu. Justru hal semacam inilah yang mencoreng niat suci para
pemuda termasuk mahasiswa yang menuntut reformasi, sehingga merusak arti
dari reformasi itu sendiri.
Nah, dibulan Ramadhan ini kita saling introspeksi diri kita masing-masing,
kita evaluasi berbagai kejadian-kejadian lalu, apakah tindakan-tindakan kita
selalu benar dan sesuai dengan nilai nilai Agama?. Insya Allah Semangat
Ramadhan akan membekas pada diri kita masing-masing dan menjadi modal kita
untuk meniti hari esok yang lebih cerah.