Kondisi Kotamadya Ambon dan sekitarnya
Serta Beberapa tempat di Kabupaten Maluku Tengah

Pekan Kedua Bulan Maret 1999

By : Tim Pencari Fakta  Pos Keadilan
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai  Keadilan  Maluku
Telp. (0911) 378842, Fax. (0911) 378842, E-mail :
[EMAIL PROTECTED]


Minggu, 7 Maret 1999
Benteng Atas.
Dari tim info kami di lapangan, dilaporkan bahwa sekitar pukul 20.30 BTWI
(ba'da sholat Isya'), jama'ah masjid Jabal Tsur masih berkumpul di serambi
masjid sedang berbincang-bincang. Saat itu jama'ah masjid melihat mulai ada

pelemparan batu ke arah rumah-rumah warga muslim. Para pelempar batu
tersebut adalah warga kristen yang tinggal di atas kampung warga muslim ( *

50 kk). Koresponden kami memperkirakan yang melempar rumah-rumah muslim
tersebut bukan warga asli kampung kristen tersebut. Melihat pelemparan
terhadap rumah-rumah orang muslim, warga muslim berusaha untuk tetap
bersabar. Namun ketika pelemparan telah mengarah dan mengenai masjid, maka
secara serempak  warga mengadakan perlawanan dan mengejar para pelempar
tersebut. Orang-orang kristen lari tunggang langgang ketika mengetahui
mereka dikejar oleh warga muslim setempat. Sementara mereka berlari
menyelamatkan diri, mereka sempat membakar 2 rumah warga muslim yang telah
kosong (penghuni telah mengungsi) dan melempar 2 buah bom rakitan ke arah
kampung muslim. Dilaporkan tidak ada korban. Warga Muslim berhasil membalas

dengan membakar 8 rumah warga Kristen (pada sekitar pukul 22.00 BTWI).
Penghuni rumah-rumah tersebut lari mengungsi.
Dari hasil pengejaran warga muslim, berhasil ditangkap 3 orang warga
kristen
(pelaku pelemparan) dan oleh warga muslim diserahkan langsung kepada aparat

keamanan (Kostrad). Kejadian tersebut ternyata menjalar sampai ke Air
Salobar (ada di bawah kampung Benteng Atas). Terdengar beberapa ledakan bom

dan dilaporkan ada 2 orang kristen yang tewas akibat luka bacok.

Senin, 8 Maret 1999
Taman Makmur, Ambon
JAM 06 PAGI
Sektiar jam 06.00 BTWI massa dari Amahusu (Nasrani) * 200 ORANG menyerang
Daerah Taman Makmur. Pada Peristiwa ini Rumah Rektor Universitas Darussalam

dirusak, tiga mobil (2 MOBIL CARRY, 1  Mobil JIMNY) dikeluarkan dari Rumah
dan dibakar. Sementara ada satu motor milik Nasrani yang dibakar.
Masjid Kampung Eri dibakar.

Passo, Ambon
Pada siang harinya sekitar pukul 13.30 BTWI di Passo. Kendaraan truk  yang
dikemudikan oleh JALIL dengan tujuan Tulehu berangkat dari Ambon diserang
oleh massa kristen di  depan halte angkot Passo dengan menggunakan panah
dan
parang. Jumlah korban sejumlah 20 orang dalam kondisi koma, dan sampai saat

ini masih di Tampung Di Gudang Rimba Raya Passo.
Sebelulmnya sekitar pukul 11.30 BTWI. Di Kota Ambon ada penikaman terhadap
seorang pengendara mobil (asal Buton) didekat kantor JAMSOSTEK kemudian
mobilnya dibakar. Korban dikabarkan meninggal ditempat kejadian.

Selasa, 9 Maret 1999
Silale, Ambon
Sekitar pukul 14.00 BTWI, terjadi pembakaran sebuah rumah orang kristen di
Silale  yang telah kosong oleh warga muslim, setelah api membesar warga
setempat (muslim) memadamkan api tersebut.

Rabu, 10 Maret 1999
Batu Merah, Ambon
Dari Batu Merah dilaporkan jam 04.00 terjadi satu kali ledakan bom dari
arah
Mardika, dan sejak jam 06.00 sampai dilaporkan 07.10 telah terjadi ledakan
sepuluh kali. Korban yang sudah diketahui seorang anggota Polisi yang
bertugas di Batu Merah terkena panah pada lengannya.

Benteng Atas, Ambon
Sekitar jam 08.00 BTWI terlihat kepulan asap yang besar dari arah Benteng
Atas. Saat dihubungi via telepon ke tim info di lapangan, telepon ke
Benteng
atas diblokir (tidak bisa tersambung).

Diponegoro, Ambon
Sekitar jam 11.00 ada rumah orang Nasrani di sekitar Markas  Korem (kurang
lebih 500 meter dari Diponegoro) terbakar. Rumah ini sengaja dibakar oleh
orang Kristen  sendiri dengan tujuan memancing penyerangan dari orang
Islam
Diponegoro.
Pada jam yang sama terdapat 2 (dua)  buah bom meledak  di Diponegoro. Bom
ini jatuh dilahan kosong , tidak ada rumah yang terbakar maupun korban yang

jatuh dalam insiden ini.  Sementara lemparan batu ke arah Ponegoro terus
dilakukan oleh orang Nasrani, yang mengakibatkan sebuah rumah di  sebelah
air (sebelah jembatan di Diponegoro milik Islam) rusak.
Aparat yang menjaga keamanan di Ponegoro dari Marinir  20 orang dan dari
kostrad sekitar 60 orang.  Walaupun cukup banyak marinir  namun penjagaan
mereka belum optimal karena pendekatan simpatik mereka yang tidak terlalu
cocok dengan kondisi daerah sekitar.
Sekitar jam 01.00 dini hari, 4 orang Nasrani ditangkap oleh marinir di
daerah seberang jembatan (masih wilayah Diponegoro). Mereka membawa
peralatan parang dan bom molotov.  Ada indikasi bahwa mereka akan melakukan

penyerangan ke rumah-rumah Muslim Diponegoro.

Air Salobar, Ambon
Sekitar jam 15.10 BTWI Posko Air Salobar melaporkan bahwa telah terjadi
pembakaran terhadap rumah-rumah warga muslim. Pembakaran dimulai dari rumah

Ketua RT di lingkungan Masjid As Salamah (samping asrama haji).
Berdasarkan konfirmasi dengan tim di lapangan (17.20 BTWI) didapat
keterangan bahwa kejadian di Air Salobar jam 15.10 di atas, Yang terbakar
adalah lokasi perumahan PLN, Air Salobar (sekitar 100 m dari Kanwil Agama
Promal). Rumah tersebut dalam keadaan kosong, karena telah ditinggalkan
oleh
penghuninya yang telah mengungsi pada pagi harinya.
Pada jam 16.00 BTWI, komplek Jabal Tsur, Bentas terbakar, lalu secara
berbondong-bondong warga setempat (muslim) mengungsi ke Masjid As-Salamah,
Air Salobar. Menurut penuturan saksi mata di lapangan bahwa jumlah mereka
(pengungsi yang baru tiba dari Jabal Tsur) sangat banyak hingga memenuhi
masjid As Salamah. Dilaporkan juga bahwa, ternyata telah terjadi
'bentrokan'
antar aparat (dalam hal ini Marinir dengan Polisi), dimana seorang anggota
Marinir telah tertembak oleh seorang oknum anggota Polisi.

Airlow, Ambon
Sekitar jam 15.10 BTWI terlihat kepulan asap tebal dalam jumlah besar di
dusun Eri (Desa Airlow, Kec. Nusaniwe), dusun milik warga muslim Buton,
yang
sebagian besar penduduknya telah mengungsi Desa Airlow. Masjid Eri telah
terbakar pagi tadi.

Diponegoro, Ambon
Sekitar jam 17.00 BTWI terlihat kepulan asap hitam dan tebal di sekitar
daerah Diponegoro. Ketika dikonfirmasi ke koresponden kami di lapangan
dalam
detik yang sama ada jawaban dari beliau untuk bersabar, karena di lokasi
tersebut beliau bersama dengan warga setempat dalam keadaan panik berusaha
memadamkan api dan mengadakan perlawanan.

Air Salobar, Ambon
Setelah menipis, sekitar jam 17.25 BTWI terlihat kepulan asap menebal
kembali.

Diponegoro, Ambon
Sekitar jam 17.25 BTWI terlihat kepulan asap hitam dan tebal yang baru
(kurang lebih 100 meter dari kejadian pertama  pembakaran di Diponegoro).

Tantui Atas, Ambon
Sekitar jam 17.00 BTWI terlihat kebakaran besar dan kepulan asap hitam dan
tebal di daerah Tantui Atas.

Sampai ditulisnya laporan ini (18.10 BTWI), masih berlangsung kerusuhan di
Air Salobar, Tantui, Diponegoro dan beberapa tempat di pusat kota Ambon.



                                TIM PENCARI FAKTA POS KEADILAN MALUKU
                                Sumbangan untuk korban dapat disalurkan
                                Melalui Tahapan BCA Cabang Ambon
                                Rek. 0440-071830 a.n. Achmad Zaki
                                Rek. 0440-190456 a.n. Muhammad Kasuba






Kirim email ke