nyang bener aja bung ! ... mosok ibu mau diadu ama para profesor2 dan
doktor2 ... ya bunuh diri namanyah ... lha wong sasaran suaranya cuman
'wong cilik' aja kok, ngapain pusing2 nyiapin konsep trus presentasi ...
mendingan bikin posko aja deh, kan lebih populer tuh ... tapi kalo
diadunya bawa asisten baru mau ngkali ya ...
Viva Presiden RI !
Luthfi Rantaprasaja
----------
> From: N.S. Sisworahardjo <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: Hearing Capres 22-23 April di ITB
> Date: Monday, April 19, 1999 6:40 PM
>
> Assalamu'alaikum wr.wb.
>
> Rupanya, Ibu kita yang suka mesam-mesem ini, cukup percaya diri mampu
jadi
> presiden, hingga merasa tidak ada gunanya untuk ikut hearing capres. Saya
> bayangkan andaikan ibu ini adalah anak Soekarno, seorang kuli bangunan
> misalnya, akankah dia di'gadang2' seperti sekarang ini?
>
> Saya pribadi merasa, pemilu yad, kita tidak mampu untuk belajar dari
> sejarah dan pengalaman.
>
> Ini adalah cuplikan paragraph di harian Republika,
>
> ........Vijaya mengatakan beberapa partai yang sudah mencalonkan
> presidennya, semisal PDI Perjuangan, menolak untuk hadir. ''Pengurus DPP
> PDIP mengatakan, acara hearing tersebut tidak terlalu penting dan tidak
> akan mengubah pencalonan Megawati sebagai presiden,'' tuturnya dengan
nada
> kecewa. ''Ketidaktanggapan calon presiden untuk tampil di muka publik
> sambil mengusung programnya merupakan hal yang menyedihkan,''
tambahnya......
>
> Berita lengkap simak di http://www.republika.co.id/9904/19/12299.htm
>
> Wassalam,
>
> N.S. Sisworahardjo