--- Yusuf Henuk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Teman-teman  pemerhati TIM-TIM yang budiman,
> 
> Perkenankanlah    'beta'   dari  'TIM-BAR'  
> mengutip 
> berita ''terkini'' dari koran kebanggaan  kami 
> sekaligus 
> memohon  tanggapan   para   pembaca   terhadap per-
> tanyaan dibawah ini:
> 
> TIMTIM: BENARKAH SEJARAHMU BEGITU?
> 
> Sebagai tambahan,  Kalau   memang  sejarah Tim-tim
> telah benar demikian, maka MENGAPA  PERLU DI-  
> TULIS  LAGI  SEJARAH BARU TENTANG TIM-
> TIM YANG  ISINYA MASIH  SANGAT   MENG-
> ERIKAN   SEPERTI YANG DULU'?
> 
> Singkatnya, Pendapat anda terhadap kedua pertanyaan 
> diatas dan berita dibawah ini sangat diharapkan
> (YLH).
> 

Yg pertama, setahu saya, (munkin aku salah juga) tapi masalah TIM-TIM
jarang sekali diberitakan di Ina. Kalau diberitakan, beritanya dirubah
supaya kelihatan tidak ada masalah. Kalau di Australia sini, masalah
TIM-TIM diberitakan terus sejak thn 1975. Hampir tiap bulan ada berita.
Kalau ada sesuatu yg terjadi kadang diberitakan tiap hari. Apalagi
sejak 5 wartawan (3 warga Aust., 2 Warga Inggris) dibunuh di Balibo,
TIM-TIM jadi persoalan yg penting bagi Australia, jadi diberitakan
terus. Makanya tulisan yg disampaikan Pak Yusuf, tidak ada yg baru atau
mengherankan bagi saya - sudah diketahui. Masalahnya, baru-baru ini
masyarakat Ina jadi lebih sadar akan apa masalahnya sebetulnya.
Dan masyarakat Ina harus bertanya -a) kenapa TIM-TIM jadi masalah
berat?
b)Kenapa PBB tidak mengakui integrasinya TT ke dalam Ina?
c)Kenapa telah puluhan ribu warga TT yg harus mengungsi ke negara2 lain
seperti Aust?
d) Pernahkah dibertakan di Ina bahwa 5 wartawan Aust. itu dibunuh di
Balibo?
e) Pernahkah dibertikan pembunuhan/pemerkosaan warga T-T (dan juga
warga Aceh, warga Irian)oleh ABRI  - bandingkan saja dengan kerusuhan
di Jakarta bln Mei thn lalu.
f)Kenapa banyak negara lain (tidak hanya negara barat) menganggap
negara Indonesia yg dulu dijajah, sekarang menjadi penjajah?

kalau saya sendiri belum berpendapat, belum menuju ke pihak mana-mana.
Soalnya pertanyaan seperti in belum bisa saya jawab sepenuhnya. Tapi
harus disadari bahwa selain dari negara Aust (yg takut akan kehilangan
hubungan ekonomic/diplomatic sama Ina), tidak ada negara lain yg
mengakui kemasukan Ind. ke TT itu sah.

Sedikit sejarah lagi - waktu Indonesia mau merdeka,PBB menyatakan bahwa
hanya propinsi-propinsi yg dulu dijajah Belanda boleh dipersatukan
menjadi negara Indonesia. Jadi Tim-Tim dijadikan propinsi ke27 dianggap
melanggar hukum PBB.

Untuk pertanyaan kedua -
Sejarah kalau ditulis harus didasarkan atas yg terjadi sebelumnya.
Sekarang ada sejarah baru buat TT, jadi supaya apa yg sedang terjadi
bisa dimengerti lebih jelas, harus di tulis dalam konteks sejarahnya
dulu.Nah mungkin kalau sejarah ini yg ditulis oleh pengawas2 dari luar
Ina dibaca, akan ada perbedaan besar atau kecil dengan sejarah yg
ditulis didalam Ina. Kalau mau lebih tahu akan T-T dari perspektif luar
Ina, lihat saja dinetscape. Search dgn "east timor" -jangan lupa pakai
tanda "" juga kalau searching topic yg ada dua atau lebih kata.

Ingat juga "The Truth Sometimes Hurts" "Kebenaran kadang2 menyakitkan"

Salam damai
Debid







_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke