Teman-teman Indoz-net YTH,

Perkenankanlah saya menggunakan media kita ini  untuk me-
nanggapi imil saya seperti yang terbaca dibawah ini. Selamat
membaca dan semoga ada sedikit manfaatnya (YLH).
YLH:  
> > Singkatnya, Pendapat anda terhadap kedua pertanyaan 
> > diatas dan berita dibawah ini sangat diharapkan (YLH).
DG: 
> Yg pertama, setahu saya, (mungkin aku salah juga) tapi masalah
> TIM-TIM jarang   sekali   diberitakan   di Ina. Kalau diberitakan, 
> beritanya  dirubah supaya kelihatan tidak ada masalah. 
YLH:
Pertama-tama, terima   kasih   atas  tanggapan yang begitu baik dari
Mate David  Goldsworthy  (DG)  terhadap   imil   saya berjudul =  
"TIM-TIM: BENARKAH   SEJARAHMU BEGITU?"  Selanjut-
nya, Yang  biasanya,   setahu  saya, (mungkin beta benar), masalah 
TIM-TIM  sering diberitakan di Ina, khususnya hanya menyangkut 
bidang PEMBANGUNAN  FISIK saja, seperti peresmian Jl.Trans 
Timor yang   menghubungkan   Kupang    dan   Dili,    Jl.  Ibu  Tien  
 Suharto,  Patung Integrasi,  Patung   Yesus   Kristus   serta  PENG- 
ANUGRAHAN BAPAK  INTEGRASI   KEPADA  SUHARTO. 
Sedangkan, PEMBUNUHAN   FISIK   jarang   diberitakan. Kalau   
diberitakan, beritanya     selalu     dikaitkan    dengan  GPK ('Gaya 
Pemerintah Komunis'). 
DG:
> Kalau di Australia sini, masalah TIM-TIM diberitakan terus sejak
> thn 1975. Hampir tiap bulan ada berita. Kalau ada  sesuatu  yg ter-
> jadi  kadang   diberitakan   tiap  hari. Apalagi  sejak 5 wartawan (3 
> warga Aust., 2 Warga Inggris) dibunuh di Balibo, TIM-TIM  jadi 
> persoalan yg penting bagi Australia, jadi diberitakan terus. 
YLH:
   Kalau di Australia sini, masalah TIM-TIM diberitakan terus sejak
   tahun 1975 sampai sekarang, karena TIDAK HANYA 5 WARTA-
   WAN   YANG  MENEWASKAN DIRI DALAM KANCAH PE-
   RANG   SAUDARA  DI TIM-TIM, tetapi sebenarnya  AUSTRA-
   LIA  MERASA  BERHUTANG KEPADA RAKYAT TIM-TIM
   YANG  PERNAH  MEMBANTU  MEREKA DALAM PERANG
   MELAWAN JEPANG DI TAHUN 1940-AN.
DG:
> Makanya tulisan yg disampaikan Pak Yusuf, tidak ada yg baru 
> atau mengherankan   bagi   saya -  sudah diketahui. Masalahnya, 
> baru-baru ini masyarakat Ina jadi  lebih sadar  akan apa masalah-
> nya sebetulnya. Dan masyarakat Ina harus bertanya:
YLH:
   Berhubung  karena  Mate  David sudah mengetahui tulisan yang
   disampaikan oleh saya, saya mencoba menjawab pertanyaannya
   sebisa saya begini:
> a)Kenapa TIM-TIM jadi masalah berat?
      * Karena mayoritas rakyat TIM-TIM beragama Kristen.    
> b)Kenapa PBB tidak mengakui integrasinya TT ke dalam Ina?
      * Karena Indonesia yang mayoritas beragama Islam tidak bisa 
         melobi banyak negara Barat yang mayoritas beragama Kristen
         agar mengakui integrasi TT. Sebaliknya, KALAU DULU TIM-
         TIM   INTEGRASI  KE AUSTRALIA, MAKA PBB PASTI
          MENGAKUI  INTEGRASINYA TT  KE DALAM OZ.   
> c)Kenapa telah puluhan ribu warga TT yg harus mengungsi ke 
>    negara2 lain seperti Aust?
      * Karena mereka tidak setuju dengan sesama mereka  yang se-
         tuju berintegrasi dengan Ina. Sebaliknya, KENAPA PULUH-
         AN   RIBU  WARGA    TT   HARUS    MENGUNGSI KE 
         INDONESIA DI TAHUN 1975?       
> d) Pernahkah diberitakan di Ina bahwa 5 wartawan Aust. itu di-
>      bunuh di  Balibo?
       * Tidak pernah diberitakan karena ke-5 wartawan Australia
          tersebut 'mati konyol' dalam perang saudara  dimana tidak
          ada orang yang tahu dengan pasti  siapa   yang membunuh 
          mereka.  Sedangkan, Australia bersikeras bahwa   mereka
          di bunuh oleh orang-orang Indonesia, seperti Yunus Yos-
          fiah dan gangnya. Tetapi tuduhan ini dibantah sendiri juga
          oleh Yunus Yosfiah. Akibatnya, AUSTRALIA PENASAR-
          AN   SEHINGGA SELALU SAJA DIPUTAR-DIPUTAR
          ULANG   BERITA  YANG  ITU  ITU SAJA TENTANG
          TIM-TIM. 
> e) Pernahkah diberitakan pembunuhan/pemerkosaan warga  T-T 
>     (dan juga  warga Aceh,  warga Irian) oleh ABRI  - bandingkan 
>     saja dengan kerusuhan di Jakarta bln Mei thn lalu.
       * PERNAH DIBERITAKAN  SEMUA  ITU, TETAPI TIDAK
          DIKETAHUI DENGAN PASTI  SIAPA  ANGGOTA  ABRI   
          YANG MELAKUKAN SEMUA ITU.
> f) Kenapa banyak negara lain (tidak hanya negara Barat) menganggap
>     negara Indonesia yg dulu dijajah, sekarang menjadi penjajah?
       * KARENA INDONESIA BANYAK BELAJAR DARI PARA
          PENJAJAH  SEPERTI  BELANDA, PORTUGIS, INGGRIS
          DAN BAHKAN  AUSTRALIA  YANG  BERHASIL  MEN-
          JAJAH ORANG     ABORIGIN  DAN  AMERIKA  YANG 
          MENJAJAH ORANG INDIAN.

          Jelasnya, Indonesia lebih hebat dari negara-negara penjajah 
          yang dulu, karena INDONESIA BARU MULAI MENJA-
          JAH DISAAT PBB  SUDAH ADA. Sedangkan para pen-
          jajah dulu   menjajah   negara-negara jajahan mereka justru 
          tidak/belum ada PBB sehingga KEBRUTALAN MEREKA
          TIDAK DIKETAHUI OLEH SIAPA-SIAPA.
DG:
> kalau saya sendiri belum berpendapat, belum menuju ke pihak 
> mana-mana. Soalnya pertanyaan   seperti  ini  belum  bisa saya 
> jawab sepenuhnya. 
YLH:
  Bagaimana tanggapan Mate David terhadap jawaban-jawaban beta
  dalam mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan Mate David?
DG:
>Tapi harus disadari bahwa selain dari negara Aust (yg takut akan 
> kehilangan  hubungan  ekonomic/diplomatic sama Ina), tidak ada 
> negara lain yang  mengakui kemasukan Ind. ke TT itu sah.
YLH:
 PADA  KENYATAANNYA, AUSTRALIA  MERUPAKAN
 NEGARA YANG PUNYA ANDIL BERSAMA INDONESIA
 DALAM  MENJAJAH  RAKYAT  TIM-TIM. BUKTINYA,
 AUSTRALIA SUDAH TAHU BAHWA INTEGRASI TIM-
 TIM TIDAK SAH TETAPI AUSTRALIA MENGAKUINYA
 DAN   BAHKAN  SAMA-SAMA SETUJU TANDA-TANG-
 ANI   TIMOR   GAP   UNTUK  DIEKSPLORASI MINYAK
 'RAME-RAME'.

Jelasnya,   AUSTRALIA   YANG   BERPENGALAMAN  MEN-
JAJAH ORANG ABORIGIN BERTINDAK SEBAGAI TUTOR
BAGI   INDONESIA   DALAM   MENJAJAH  RAKYAT TIM-
TIM.
DG: 
> Sedikit  sejarah lagi - waktu Indonesia mau merdeka, PBB me-
> nyatakan  bahwa hanya propinsi-propinsi   yg   dulu   dijajah 
> Belanda  boleh dipersatukan  menjadi  negara  Indonesia.  Jadi 
> Tim-Tim dijadikan propinsi ke 27  dianggap melanggar hukum 
> PBB.
YLH:
  Sedikit sejarah lagi - setelah  Indonesia merdeka, PBB sudah tahu
  bahwa   Indonesia   menjadikan   Tim-Tim sebagai propinsi ke 27
  (dan CHINA MENJADIKAN TIBET SEBAGAI PROPINSI KE
  72 DIANGGAP    MELANGGAR    HUKUM PBB) tetapi PBB
  menganggap bahwa pelanggaran Indonesia atas hukum PBB "masih
  wajar-wajar saja" sehingga PBB Kofi Anan-pun "biasa-biasa saja". 
DG: 
> Untuk pertanyaan kedua -
> Sejarah kalau ditulis harus didasarkan atas yg terjadi sebelumnya.
> Sekarang   ada sejarah  baru  buat TT,  jadi supaya apa yg sedang 
> terjadi  bisa  dimengerti  lebih   jelas,  harus di tulis dalam konteks 
> sejarahnya dulu.
YLH:
  Selama ini sejarah memang ditulis didasarkan atas apa yang terjadi
  sebelumnya.   Sedangkan,   lebih   jelas   tidaknya   suatu sejarah 
  tergantung    pada   siapa pelaku sejarah + penulis sejarah. Kalau 
  sejarah   Tim-tim dari dulu sampai sekarang selalu sama, karena
  dulu dijajah oleh Portugis dan sekarang masih dijajah   juga oleh 
  teman-nya   Portugis.
DG:
> Nah   mungkin   kalau  sejarah  ini  yg  ditulis oleh pengawas2 dari 
> luar Ina dibaca, akan ada perbedaan besar atau kecil dengan sejarah 
> yg  ditulis   didalam Ina. Kalau   mau   lebih   tahu   akan  T-T dari 
> perspektif  luar Ina, lihat   saja dinetscape. Search dgn "east timor" 
> -jangan lupa pakai tanda ""   juga kalau  searching topic yg ada dua 
> atau lebih kata.
YLH:
Kalau sejarah ditulis oleh "orang-orang luar" yang tidak pernah "ke
dalam", maka tentu isinya SANGAT BERBEDA dengan sejarah
yang ditulis oleh "orang-orang dalam" yang memang selalu pergi
"ke dalam".

Jelasnya, KALAU   MAU LEBIH  TAHU   TENTANG  TIM-TIM,
MAKA SILAHKAN   DATANG  SAJA  KE  TIM-TIM  DAN ME-
LIHAT SENDIRI TIM-TIM DARI DEKAT  KETIMBANG LIHAT
DI NETSCAPE YANG BANYAK PENULISNYA BELUM PERNAH
MENGINJAKKAN KAKI MEREKA DI TIM-TIM.
DG: 
> Ingat juga "The Truth Sometimes Hurts" "Kebenaran kadang2 me-
> nyakitkan"
YLH:
   Ingat juga: "THE hurts sometimes good" ('Kesakitan kadang-kadang
   mendatangkan kebaikan').

Salam damai bersama,
Debid & YLH

Kirim email ke