Teman-teman Indonesia yang budiman,
Imil ini ditulis sebagai 'tanggapan pelengkap' saya untuk
tulisan berjudul: "Singo - Saatnya Golkar Menuai
Dosa2 Politik" ([EMAIL PROTECTED]).
Adapun 'tanggapan pelengkap' saya terbaca demikian:
(1). Selama 32 tahun GOLKAR ('Golongan Orang-orang
Lincah Korupsi, Adu-domba, Rekayasa') 'menanam'
dosa-dosa politiknya kepada seluruh rakyat Indo-
nesia melalui pemerintahan "Harta Menumpuk"
Soeharto.
(2). Selama 1 tahun GOLKAR ('Golongan Orang-orang
Lincah Korupsi, Adu-domba, Rekayasa') 'me-
reboisasi' dosa-dosa politiknya kepada seluruh rak-
yat Indonesia melalui pemerintahan "Banyak Janji"
Habibie.
Jelasnya, GOLKAR - No. 33: "Angka
Melambangkan
PEnderitaan
RAkyat"
Singkatnya, hanya "Ke-11-an" PDI-P yang pernah menderita
sengsara bersama rakyat Indonesia ketika GOLKAR masih
berjaya-lah yang sudah pasti tidak hanya bisa mengalahkan
"Tim Kuning", tetapi malah akan lebih bisa meng-ADILI
SOEHARTO + HABIBIE.
Salam dari penggemar ringan Partai GOLKAR,
Yusuf L. Henuk
[---------------------->Lampiran<-----------------------]
From: "singo menggolo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Singo-Saatnya Golkar Menuai Dosa2 Politik.
Date: Fri, 21 May 1999 06:49:44 PDT
Saat berkuasa selama 33 tahun Golkar/pemerintah melarang
pendidikan politik bagi Rakyat Indonesia apalagi Kaderisasi
partai2 politik. Pembodohan politik yang sengaja dilakukan
penguasa/Golkar bertujuan agar rakyat buta hak2 politiknya.
Dengan strategi inilah Golkar berhasil menjajah rakyat selama
33 tahun dengan "memenang"kan pemilu2an berturut2 sampai
VII kali.
Strategi *MENGAMBANGKAN MASA*yang katanya demi
menjaga persatuan, mengakibatkan rakyat takut belajar politik,
takut dianggap subversi [takut mengambangdikali]. Karena buta
politik tentunya rakyat juga tidak mengerti ETIKA politik?.
Wajar kalau sekarang rakyat hanya tahu cara2 kekerasan untuk
menyampaikan aspirasinya, hal ini adalah hasil "Pendidikan"
politik yang diadopsi dari Golkar partainya pemerintah.
Rakyat dijejali dogma yang menyesatkan:semua yang dilakukan
oleh penguasa/Golkar adalah benar,dan apapun yang disuarakan
oleh "mayoritas"adalah kebenaran. Rumus2an menyesatkan ini
adalah bagian dari skenario pembusukan pola pikir rakyat yang
dirancang oleh penguasa, untuk membangun budaya politik
primodial,sektarian dan politik uang.
Penguasa/Golkar dalam memaksakan "aspirasinya" selalu me-
manfaatkan salah satu dari budaya keblinger itu, atau
kombinasi2nya. MAKANYA Soeharto DEDENGKOT
Golkar diposisikan sebagai raja atau nabi. UMR/KIK/KUK/
KUT/JPS dipergelarkan sebagai program2 kemurahan hati
penguasa. Sedangkan "satgas" penguasa yang dijuluki Abri
berhak menggebuk, melibas dan memberondong rakyat yang
menuntut keadilan, dituduh menimbulkan kerawanan sosial,
mereka diberi stigma extrem kanan/kiri. Kelompok yang tidak
sama dengan penguasa dicap sebagai aliran yang melenceng
[kekiri/kanan],sedangkan Golkar/penguasa adalah aliran paling
benar yang sakral. Dengan Strategi pengkredilan cara berpikir
politik yang dijejalkannya s elama ini, wajar kalau sekarang
Golkar menuai badai EXTREM dari angin BODOH yang
ditebarnya!.
Pemakaian Identitas PDI perjuangan oleh RAKYAT sebagai
"seragam perjuangan" saat melawan Golkar,menyiratkan bahwa
PDI perjuangan adalah partainya pejuang dan sudah bertahun2
menderita karena kesewenang2an dan ketidak-adilan Golkar.
PDI perjuangan menjadi simbol *nasib rakyat* yang ditindas
dan diperlakukan dengan tidak adil. Sudah membudaya bagi
rakyat untuk memakai warna2/simbul tertentu sebagai sarana
untuk mengungkapkan p erasaan2 khusus. Warna hitam/putih
saat berdukacita, peci dan sarung saat hening dan sekarang
identitas PDI perjuangan saat BERJUANG MELAWAN
PENINDASAN.
Kalau kita telusuri sejarah PDI Perjuangan [sejak kelompok
Megawati diseruduk PDI KEBO Suryadi di Medan]memang
tidak pernah berhenti berjuang melawan kejahatan kriminal2
politik. Gerakan Reformasi yang terjadi saat ini di Indonesia tidak
terlepas dari kepeloporan PDI perjuangan yang BERANI ME-
LABRAK Istana Negara pada bulan Juni 1996 karena Soeharto
sudah kelewatan. Meskipun penguasa/Golkar meresponnya
dengan menggebuk dan melibas sesuai perintah Soeharto dan Faisal
Tanjung, PDI tetap gigih berjuang dengan cara2 lain.
Salah satunya PDI perjuangan melawan penguasa lewat panggung
perjuangan dihalaman kantornya, jalan Diponegoro Jakarta. Dan
untuk perjuangannya menuntut keadilan itu,pemerintah/Golkar
meng"hadiahi"nya dengan pelor dan sangkur, gugurlah puluhan
aktivis PDI perjuangan. Tidak hanya itu saja beberapa tokohnya
seperti Megawati,Sabam Sirait, Aberson dll diperiksa di kantor
Polisi selama berminggu2 dengan tuduhan makar,dan ratusan aktivis-
nya dipenjara karena BERANI mempertahankan kantornya. Kese-
wenang2an ini mendorong pemuda2 Indonesia[bukan hanya anggauta
PDI perjuangan] bangkit semangat juangnya seperti PRD dan
aktivis2 reformasi melawan pemerintah/Golkar. Sesuai resep Soeharto,
penguasa menggebuk mereka dan memenjarakannya, menculik dan
membunuh aktivis2 setelah sebelumnya dicap sebagai PKI, menghina
Soeharto,makar dsb. Sedangkan PDI perjuangan menempuh jalur
hukum untuk menegakan keadilan. DARI SEJARAH PERJUANGAN-
NYA INILAH, PDI PERJUANGAN DI IDENTIKAN OLEH
RAKYAT INDONESIA SEBAGAI PARTAINYA PEJUANG
SAMPAI SEKARANG.
Untuk mendapat kemenangan mutlak pada pemilu 1997 pemerintah/
Golkar mengerahkan segala kemampuan biadabnya untuk mengadakan
teror politik pada seluruh rakyat Indonesia. Merekayasa pembakaran
ratusan tempat Ibadah dan membakari/merampok tempat2 usaha
Tionghoa,dimulai dari Situbondo,Tasikmalaya, Rengas dengklok, jalur
Pantura,Banjarmasin dan Pontianak. Selanjutnya Melenyapkan ribuan
nyawa rakyat yang diadu domba dengan isue2 sara. Akhirnya Golkar
"menang Mutlak" dan Soeharto sebagai Ketua Pembina Golkar di-
angkat lagi sebagai presiden yang ke VII kalinya.
Akibat kejahatan2 politik yang dilakukan oleh Golkar itu, bangkitlah
Mahasiswa dan rakyat mengadakan gerakan menuntut Soeharto
lengser dan mengganti pemerintahan Golkar. Untuk meredam gerakan
tersebut pemerintah/Golkar berusaha membelokan perhatian rakyat
dan merangsangnya dengan perampokan"nasional"pada hampir seluruh
Tionghoa di Indonesia, yang terkenal dengan tragedi Mei. Selanjut-
nya Merekayasa pembantaian ratusan tokoh2 Muslim di Banyuwangi
dan beberapa kota di Indonesia dengan tuduhan dukun santet, mengadu
domba orang2 Madura dengan suku Dayak di Pontianak, merancang
tragedi Ketapang ,Ambon,Timtim Sambas dsb. Meskipun sudah diobok2
rakyat/mahasiswa Indonesia tetap menuntut soeharto turun. Penguasa
terpaksa memakai Starategi "Soeharto Lengser"dan mewariskan kursi
kepresidenan pada Habibie yang ketua Golkar juga, ternyata tetap
tidak mampu meredakan perlawanan rakyat.
Karena rekayasa2 keji politiknya tidak mempan meredam rakyat akhir-
nya Golkar melakukan manuver baru mencoba memakai pendekatan
Culture, mengakui segala dosa2 Politiknya dan MEMOHON MAAF
PADA SELURUH RAKYAT INDONESIA. Perubahan strategi
Golkar ini yang biasanya [33 tahun] selalu mengadakan pendekatan
kekuasan tetap tidak mempan menghentikan perlawanan rakyat.
Justru Permohonan maaf ini membuka mata seluruh Rakyat Indonesia :
*Golkar/penguasa adalah dalang dari semua kekacauan yang terjadi di
Indonesia selama ini* Substansi permohonan maaf adalah PENG-
AKUAN DOSA POLITIK, dan sudah merupakan bukti yang sahih.
Untuk itu Golkar harus bertanggung jawab dan menerima sanksi2
politik. Sesuai dengan STANDARD yang selalu dipakai Orba/Golkar,
rakyat menuntut Hukuman Politik bagi Golkar: DIBUBARKAN dan
MENGHUKUM GEMBONG2NYA sesuai dengan undang2 yang
berlaku.
Tetapi Golkar yang dengan licik tetap menguasai pemerintahan tran-
sisi dengan Habibie sebagai presiden,ternyata benar2 tidak tahu diri.
Jangankan membubarkan Golkar dan menghukum dedengkotnya,
Habibie bahkan dengan licik membuat sandiwara2 politik murahan
untuk mengelabuhi rakyat sehingga kemarahan rakyat pada penguasa/
Golkar memuncak.
Habibie lebih parah dibandingkan Soeharto,belum setahun berkuasa
dosa2nya tidak kalah beratnya dibanding dosa Soeharto selama 33
tahun. Dosa2 Habibie yang tidak bisa dimaafkan oleh rakyat adalah:
-GEMBONG KKN era Orba yang menyamar sebagai reformer. -
Terus melindungi Soeharto dan kroni2nya. - Menjalankan pemerin-
tahan yang rasialis dan diskriminatip. - Menghina martabat rakyat
dengan membagi2kan bintang jasa pada istri, saudara dan begundal2-
nya yang seharusnya diseret kedepan pengadilan rakyat. -Meng-
angkat orang2 yang tidak bermoral seperti Andi Ghalib dan Baramuli,
sebagai figuran politik untuk menipu rakyat. -Ngomongnya kelewat
gede,janji2nya lebih menjijikan dibandingkan Soeharto. -Memalukan
martabat bangsa Indonesia dengan intimidasi2 politik pada negara2
sahabat,dan mengingkari anarkisme yang nyata2 terjadi. -Memecah
belah NKRI dengan melakukan manuver yang keji terhadap rakyat
Tim Tim. -Membunuhi rakyat dengan adu domba antara lain rakyat
Maluku, Madura, Dayak,Aceh dan Tinghoa. -Memakai cara2 orba,
dengan isue komas untuk mengadu domba kekuatan rakyat.-Mem-
perparah ekonomi negara dan rakyat karena memang berjiwa
koruptor.-Menginjak2 hukum contohnya skandal telepon ghalib dan
pengakuan ghalib pada time. -Berusaha terus menghancurkan RI
dengan memaksakan dirinya sebagai capres, lewat Golkar. -dst,dst.
Wajar kalau Rakyat yang sudah MUAK dan sadar akan hak2 politik-
nya meradang,dimana2 golkar di GEROPYOK rakyat. Selama dalang2
kerusuhan yang terjadi di Indonesia selama ini tidak dihukum,rasanya
logis kalau rakyat menghajar Golkar. Jangan salahkan Rakyat
bila Golkar akan dihadang dimana2 sebelum Soeharto cs dan gembong2
rasis Golkar dihukum atas segala dosa2 politiknya dan atas semua
KKN selama 32 tahun berkuasa, yang mengakibatkan kesengsaraan
rakyat berkepanjangan. Setelah mengakui dosa2 politiknya, mestinya
Golkar menjalani sanksi2 hukum bila ingin mendapatkan pengampunan
rakyat,bukan malah mau tetap berkuasa.
Adalah pikiran yang sangat tolol dan picik dari Golkar, pura2 teriak2
akan menuntut massa yang menghajarnya, manuver murahan ini
tidak akan mempan menarik simpati rakyat. Rakyat juga sadar,
keberhasilannya menghajar Golkar tidak terlepas dari rekayasa
penguasa sendiri, karena hanya penguasa yang mampu menentukan
golkar boleh dihajar atau tidak!.
Hajaran yang diterima golkar masih belum seberapa, bila dibanding-
kan dengan penderitaan rakyat akibat ulah2 biadab Golkar selama 6
periode. Begitu pula dengan money politik yang dilakukannya,hanya
akan menambah kegeraman rakyat saja, karena rakyat sudah sangat
sadar uang yang dibagi2kan berasal dari uang rakyat yang dikorupsi
Golkar. Yang dituntut rakyat bukan recehan yang tidak halal, tetapi
*KEMBALIKAN TRILYUNAN DUIT RAKYAT YANG DI-
GARONG GOLKAR SELAMA 33 TAHUN* Uang haram
demikian selain tidak membawa berkah, jumlahnya juga tidak nempil
bila dibandingkan dengan kerusakan yang akan diderita rakyat bila
Golkar tetap berkuasa.
ADILI SOEHARTO DAN HABIBIE!!.
singo.
----- End of forwarded message from singo menggolo -----