Rekan-Rekan Yth :
-------------------
Di banyak negara maju, sepuluh jari tangan sudah terapresiasikan sebagai
alat perhitungan yang hasilnya antara 1 sampai dengan 100 bagi anak SD.
Misalkan :
55 -----> Jempol kiri + jempol kanan
15 -----> telunjuk kiri + jempol kanan
21 -----> telunjuk kiri/jari tengah kiri + telunjuk kanan
Sedangkan di Indonesia, sepuluh jari tangan sampai sekarang baru
terapresiasikan sebagai alat perhitungan yang hasilnya antara 1 sampai
dengan 10 bagi anak SD.
Masalah kesenjangan ini jangan dianggap enteng. Karena mempunyai
konsekwensi kompetisi dalam kecepatan berkalkulasi untuk berbagai bidang di
kemudian hari, tepatnya ketika mereka sudah terjun ke dalam kehidupan,
seperti dalam Bursa Saham.
Inilah salah satu yang mendorong saya mengajukan konsep Reformasi
Matematika.
Syukur-syukur bila ada dari rekan-rekan yang mau menyampaikannya kepada
juru kampanye partai apa saja, agar disisipi dalam kampanye programnya.
Salam,
Nasrullah Idris