Sampai detik ini saya belum pernah mendengar informasi isu kampanye
PEMILU 1999 tentang buku pelajaran. Padahal kalau saja suatu kontestan mampu
mencari terobosan efektif (realistis dan orisinil) untuk masalah tersebut
akan memperoleh respon dari publik.
         Misalkan tentang program pemberian buku pelajaran secara gratis
kepada Siswa SD s/d PT. Tentu saja publik akan bertanya : dari mana
biayanya? Juru kampanye bisa menerangkan bahwa ongkos produksi dan ongkos
cetaknya dibebankan kepada pemasang iklan. Artinya, pada setiap buku akan
ada iklan dari produk tertentu.

Salam,

Nasrullah Idris


Kirim email ke