--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Sekedar tanggapan..
> 
> >Perlukah kita tahu dimana Tuhan berada?
> >Debid
> 
> Perlu tidaknya tergantung sejauh mana kita mau
> mengakui adanya eksistensi
> Tuhan itu.
> Banyak teman Australia saya yang merasa tidak perlu
> mengetahui karena
> mereka tidak mengakui eksistensi Tuhan dan Ke
> Tuhanan dalam bentuk religion
> (Theisme).
> 
> Teman saya lebih memilih Atheisme, daripada sibuk
> memikirkan dimana Tuhan
> itu berada.

David
Teman itu, seperti banyak teman saya memilh Atheism, daripada sibuk
memikirkan dimana Tuhan. Sebaliknya jadi sibuk memikirkan ketidakadaan
Tuhan karena perasaanya memang ada Tuhan (kok bisa semua ciptaan ini
terjadi by accident?) tapi nggak mau mengakui adanya Tuhan. Tapi juga
nggak berani mangakui bahwa mereka tidak bisa lepas dari kemungkinan
ada yg bisa disebut Tuhan.

Untuk percaya bahwah tidak ada Tuhan memerlukan lebih banyak iman
daripada kalau percaya adanya Tuhan.

Kalau saya, saya sudah yakin ada Tuhan, sudah ikuti peraturannya, tidak
keberatan ikut peraturan itu, dan malah tenang, ndak harus worry apakah
ada Tuhan atau tidak.Pikiran saya bisa lebih diarahkan kepada passing
my university exams. Tapi aku dibanding orang Australia lain, lebih
rational saya.

Salam tentram,
David.
> 

_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com

Kirim email ke