Kawan yang budiman,

Masalah posting-2 antara saya dan bung amat, kita persilahkan rekan-rekan
Indoz-net@ yang budiman yang menilai, karena sudah ber-lete-lete eh ber
tele-tele (bahasa Indonesianya apa nih), 

dan simak pula flow diskusinya yang berawal dari sahabat Nasrullah dengan
konspirasi asingnya, terus saya nimpa kenapa musti worry dengan eksternal
(asing), padahal masalah didepan mata kita adalah kasus internal realita
kita sendiri, misal: apa benar caleg PDI-P itu >60 non Muslim.

Masih banyak kasus internal lain, misal kemiskinan, daya dukung teknologi
tepat yang diperlukan golongan ekonomi bawah agar mampu bertahan.

Bagaimana memikirkan beasiswa bagi anak-anak yatim, fakir miskin, di desa
yang sudah terlalu parah dengan kehidupan.

Krisis telah membuat golongan bawah terpuruk, walaupun mungkin masih banyak
pula manusia Indonesia yang memenuhi McDonald, Kentucky FC, Hoka-Hoka,
mereka adalah golongan menengah ke atas.

Sampai nanti, dalam posting-2, tergantung waktu saya yang tersedia untuk
ber-email ria:
(1) Membuat pelet pakan ikan dan ayam dari sampah (Nukilan Seminar 25 Mei
99 di NR-UQ)
Peternak ikan dan ayam kecil, hancur karena ketergantungan pelet pakan import.
(2) Orang harus makan superprotein cacing
(3) Pupuk tablet organik

Cheers
pudjo
--


-------------------------------
Department of Civil Engineering
The University of Queensland
St. Lucia, Brisbane, QLD 4072
Australia
-------------------------------

Kirim email ke