> ###Saya baca OOm David
> dan anda benar sekali
> bahwa memang Portugis itu bangsa yang tidak berTANGGUNG JAWAB
> pergi tanpa berita, apa lagi pesan
> meninggalkan si anak bernama TimTim begitu saja,
>
> kenapa DUNIA tidak mengutuk Portugis ? kenapa ?
lho kok pertanyaannya 'kenapa'. itu kurang mencerdaskan bangsa indonesia.
pertanyaannya mustinya: bagaimana caranya agar dunia mengutuk portugis.
'kan gitu? terus kalau pertanyaan anda itu terjawab, so what? lagi pula
pertanyaan 'kenapa' atau 'mengapa' bukan pertama-tama pertanyaan yang
menuntun ke suatu 'aksi' tapi 'pemahaman'.
nah kalau sudah 'memahami', lalu diam [atau kalau masih punya energi baru
menyusun rencana aksi] atau jadi thp.
orang lain sudah pada sibuk dengan pertanyaan dan manual 'how to do',
e....masih ada orang yang repot dengan 'why'
> justru DUNIA membantu Portugis yang pengecut itu,
> apakah karena Portugis tidak berkulit hitam ?
> kenapa ? tolong yang bisa jawab ?
> lebih JAHAT siapa Indonesia atau Portugis ?
> kenapa DUNIA menghujat Indonesia ?
ya...kan? pertanyaan 'why' itu ujung-ujungnya bikin orang jadi thp [the
hurting person].
> saya sebenarnya tidak care dengan masalah TimTim
> karena diri saya sendiri bermasalah dengan darah yang yang mengalir pada
> diri saya itu gado-gado, rambut keriting tapi namanya Jawa dengan masalah
> sara di tanah air yang memuakkan,
inilah yang namanya identity crisis. rambut keriting, namanya jawa, ngaku
indonesia. tanya ahli sepikologi what might happen to a person with
identity crisis.
>
> tetapi begitu ada 'orang asing' c/o UNAMET yang gombal itu mengaduk-aduk
> mencemari TimTim, jiwa nasionalis saya bangkit.
jelas, maksud jiwa nasionalis di sini bukan jiwa nasionalis jawa. kalau
jiwa nasionalis itu jiwa nasionalis jawa, dengan mudah saya akan menuduh
bahwa jiwa nasionalis itu ingin menyambung jawa dengan timtim pake
jembatan biar nasion jawa jadi besaaaaaar. [baca tulisan orang asing yang
judulnya: 'imagined community].
> wrong my country is wrong, right my country is right
> but kalau aduk-aduk negara kami, kamipun bangkit nasionalisme
> kecuali pengecut dan provokator
betul sekali :-) :-). orang asing ini keterlaluan, mosok internet yang
kupai nulis ini pun diaku sebagai produk orang asing toh. lha sedangkan
seingat pengetahuan saya.... internet ini kan produknya mbah saya.
[eh...yang saya maksud dengan 'orang asing' di sini adalah segala hal yang
bisa menerima kemarahan saya lho. semua produk, meskipun itu asing, kalau
itu bikin aku hepi hepi saja, ya......bukan 'asing' namanya].
ih hik ih hik.