>
>Serba salah saja-
>if those around you lose their head - should you lose your head also?
>Judith
Judith yang baik
saya ingin tanya :
bila Judith jalan di suatu pasar, kemudian lihat copet yang mengambil dompet
dari seorang miskin, apa yang akan Judith lakukan ?
1. diam saja, karena bukan urusannya
2. teriak: copppeeeeet, biar orang-orang di sekitar tahu ada copet
3. lari dan menangkap copet itu.
Kasus lain, Indonesia setuju jajak pendapat di TimTim dan dilaksanakan oleh
UN c/o UNAMET, ternyata UNAMET itu tidak jujur, memihak, bukti ada, apa yang
Judith lakukan ?:
1. diam saja, karena sebagian UNAMET adalah orang Australia
2. diam saja, karena bukan urusannya,
3. diam saja, biarin karena Indonesia yang rugi.
4. ikut protes, karena UNAMET memang curang
regards
wes-e-wes
ssssssedih.
sekedar bacaan saja bagi kawan-kawan yang belum membaca
Gus Dur Soal Kemungkinan Timtim Merdeka
Akan Jadi Pangkalan Militer Asing
Reporter: Hestiana Dharmastuti
detikcom, Jakarta- Ketua PBNU, K.H. Abdurraman Wahid (Gus Dur),
mengkuatirkan Timtim akan menjadi pangkalan militer Asing jika merdeka. "Dia
akan menjadi pangkalan mata-mata untuk mematai-matai Indonesia dan Cina,"
ujar Gus Dur. Perihal ini diungkapkan Gus Dur dalam jumpa pers di Kantor
PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (3/8/1999).
Menurut pengamatan Gus Dur, modal asing akan mengalir masuk begitu Timtim
merdeka. "Bantuan asing ini akan mengikat, Timtim akan dijadikan pangkalan
asing," ujar Gus Dur. "Siapapun yang melaksanakan hal itu akan merubah sama
sekali perimbangan kekuasaan global di Asia tenggara," ujar Gus Dur. "Nggak
suka, saya!" kata Gus Dur kesal.
Gus Dur mengatakan bahwa dia telah melakukan pembicaraan dengan Presiden
CNRT, Xanana Gusmao. Dalam pertemuan itu Gus Dur menyatakan penghormatannya
kepada bangsa Timor Timur. "Kalau ada campur tangan pemerintahan luar, ini
akan mempengaruhi hubungan saya dengan Xanana," kata Gus Dur. "Kalau Xanana
jadi boneka orang, percuma saja dia berjuang di hutan selam 15 tahun,"
tambah dia lagi.
Gus Dur melihat kemungkinan digunakannya Xanana oleh Menlu Australia,
Alexander Downer. "Kalau Xanana menjadi perkakasnya Alexander, lihat saja
nanti," ancam Gus Dur. Dia mengingatkan bahwa wilayah Timor Timur dikepung
oleh Indonesia. "Jadi bagaimanapun Timor Timur harus menghormati Indonesia,
tidak ikut-ikutan sikap pemerintah Austrakli yang gegabah," kata Gus Dur.
Ketua PBNU itu berjanji akan menghargai apapun hasil jajak pendapat Timor
Timur. "Namun Timor Timur harus merdeka sendiri, bukan menjadi pangkalan
orang untuk mematai-matai," ujar Gus Dur mengingatkan. Jika Timtim dijadikan
pangkalan militer asing, Indonesia akan mengambil tindakan tegas.
"Kalau kita teramcam kita akan bertindak," tegas Gus Dur.
Pemerintah Australia Tidak Dewasa Dalam menangani masalah Timor Timur, Gus
Dur menganggap pemerintah Australia tidak dewasa. Dia juga mengatakan
mendapatkan informasi bahwa orang-orang Australia dan Kanada ikut camput
dalam masalah Unamet. Gus Dur meminta agar orang-orang tersebut ditindak.
Menurut penilaian Gus Dur, Australia telah menginjak-injak harga diri
bangsa Indonesia. Dia menilai keributan di Timor Timur adalah kesalahan
Australia. "Kenapa dari mula dibiarkan orang Unamet dari Australia seenaknya
saja berpihak pada pro kemerdekaan," kata Gus Dur.
Gus Dur juga mengajukan keberatannya atas pendekatan yang dilakukan
Alexander Downer. "Dikira Autralia itu negara apa! Negara gede apa?!
Negara besar apa! Biar kuatnya kaya apa, tidak sembarangan orang bisa
berbuat macam-macam dengan Indonesia," ujar Gus Dur berapi-api. "Australia
itu kecil. Dan Menlunya ngaco," tambah Gus Dur lagi.
Dalam kesempatan ini Gus Dur menghimbau PBB mengirimkan personal PBB dari
Asia. "Jangan kulit putih, kalau begini saya jadi jengkel!" kata Gus Dur.
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com