Saya punya teman di mancanegara. Dia ini pelajar Indonesia untuk
program Doktor. Dia memperoleh beasiswa dari Bank Dunia. Jumlah pastinya
entah. Ya ... kalau dikurskan ya sekitar 500 juta rupiah untuk waktu tiga
tahun.
     Namun ia mengaku ragu :  apakah bisa menerapkan ilmunya dari sana
setelah berada di Indonesia?  Soalnya ilmunya itu kurang populer di
Indonesia. Kalau pun diterapkan memerlukan biaya besar.
     Nah ... kalau sudah begini bagaimana? Bagaimana cara membayar pinjaman
dari Bank Dunia itu?
     Ada komentar ?

Salam,

Nasrullah Idris



Kirim email ke