Sdr. ARCADIA yg baik,
Anda kok bingung dengan sebutan orang kafir, sih? Itu kan cuma sebutan umat
Islam bagi orang yang tidak mau menganut agama Islam. Dari sudut pandang
agama Islam, orang yg demikian memang disebut orang kafir. Artinya apakah
ia beragama Kristen, Hindu, Budha atau lainnya, ia termasuk orang kafir
bagi umat Islam. Memang banyak orang tidak merasa nyaman dibilang kafir,
sepertinya konotasinya buruk sekali. Makanya dalam hubungan antar umat
beragama tidak dianjurkan menyebut seseorang kafir, takut menyinggung perasaan.
Tapi anda perlu ingat juga kalau Islam mengajarkan untuk menghormati hak
mereka yg disebut kafir itu untuk menganut keyakinannya itu. Sekarang kalau
umat Islam diserang oleh kaum non-Islam (dengan sendirinya kafir), tentu
sah bila umat Islam melawan. Namun memang kembali lagi, tidak semua orang
non-Islam melakukan tindakan demikian. Untuk yg begini tentu suatu
kesalahan bila diperangi juga. Kita tidak boleh menyamaratakan orang, toh
buktinya kita bisa hidup berdampingan secara damai selama ini.
Memang saya dengar awal pertikaian di Maluku bukan langsung urusan agama,
tapi faktanya sekarang sudah demikian. Saya pikir kalau semua pihak menahan
diri dan kembali kepada sikap saling menghormati keadaan akan jauh lebih
baik. Walau saya akui kondisi di sana nampaknya sudah sangat parah dan
berlarut-larut dalam dendam.
Masalahnya kini umat Islam di sana dibantai. Saya setuju bila umat Islam
membantu saudaranya mempertahankan diri di Maluku, tapi saya tidak setuju
bila sampai terjadi tindakan di luar batas mempertahankan diri. Misalnya
tindakan membakar gereja karena membalas mesjid yg terbakar, saya pikir itu
melampaui batas dan salah. Toh Rasulullah Muhammad SAW memberi contoh
dengan memaafkan orang yang pernah akan membunuhnya padahal kalau beliau
mau dengan mudah orang itu dapat dibunuhnya. Meski demikian di medan perang
ketika umat Islam diserang, tidak ada keraguan untuk melawan. Itu pun
ketika musuh (kaum kafir) menyerah ia tidak boleh disakiti.
Makanya saya mengimbau, bagi umat Islam untuk tidak melupakan apa yg sudah
dicontohkan Rasulullah itu. Jangan sampai terjadi pengganyangan orang kafir
yg tidak ikut memerangi umat Islam. Ingatlah bahwa Islam adalah agama yang
rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta.
Bagi rekan-rekan sesama muslim, selamat hari raya Idul Fitri.
Bagi semua rekan INDOZ Net, saya mohon maaf lahir dan batin bila ada
kesalahan saya dalam mengungkapkan pendapat di media mailis ini, yang
mungkin disengaja maupun tidak disengaja, tidak berkenan di hati saudara
semua.
Minal Aidin wal Faidzin...
At 19:47 07/01/00 , you wrote:
>Saya baru saja mendengarkan wawancara antara Pak Amien Rais dan SCTV dalam
>program Liputan 6 Petang.
>Ketika ditanya soal rencana mosi tidak percaya oleh Gogon, dengan jelas
>Amien Rais menyatakan bahwa memang ada satu orang yang berkata seperti itu,
>namun hal itu tidak mungkin dilakukan, karena Indonesia mempergunakan
>sistim kabinet presidensiel.
>
>Lalu pertanyaan saya yang kafir itu siapa ya Mas ? Bukankah orang Indonesia
>semuanya beragama ? Kok ada yang kafir sih ? Marilah kita memandang secara
>baik, jangan dipandang dari sudut tertentu saja, nanti jadinya enggak beres
>beres dong ! Karena masalahnya nanti jadi mengganyang orang Kafir ( alias
>yang bukan Islam ), padahal perseteruan di Ambon dan Maluku awal
>ceriteranya bukan seperti ini kan ? Selamat Idulfitri bagi yang merayakan.