Teman-teman Indoz-net semua,


Perkenankanlah saya menanggapi tanggapan Bung
Andi   yang telah menanggapi tulisan saya. Adapun 
tanggapan saya terbaca dibawah ini:

Date sent:       Sat, 8 Jan 2000 04:10:32 +1100 (EST)
Send reply to:  [EMAIL PROTECTED]
From:             Andi <[EMAIL PROTECTED]>
To:                 Multiple recipients of list <[EMAIL PROTECTED]>
Subject:         Re: Kiat Menghentikan 'Rusuh'?

> Perkenankan saya ikut dalam perbincangan ini. Pernyataan 
> sdr. Yusuf :
> 
> Jelasnya,  TERJADINYA  BANYAK  KERUSUHAN  DI SANA-
> SINI DI INDONESIA  JUSTRU  DAPAT MEMBERIKAN CITRA
> YANG  BURUK  BAGI INDONESIA YANG MAYORITAS BER-
> AGAMA ISLAM.
> 
> Singkatnya, ADAKAH DIANTARA KITA YANG MENGETAHUI
> KIAT   YANG   PALING   BAIK    DALAM    MENGHENTIKAN
> KERUSUHAN     DI   INDONESIA   YANG MAYORITAS BER-
> AGAMA ISLAM?

ANDI: 
> Dengan segala hormat, bukankah  dengan  demikian sdr. Yusuf 
> mengatakan bahwa  umat Islam-lah biang keladi dari kerusuhan 
> di  Indonesia? Apakah ini pernyataan yg fair,  karena  Indonesia 
> bukan HANYA terdiri atas umat Islam?

YUSUF:
   Dengan segala hormat, saya hanya  dapat katakan bahwa saya
   tidak mengatakan   bahwa  umat   Islam-lah biang keladi dari ke-
   rusuhan di Indonesia. Tetapi   INTI dari pernyataan saya adalah:
   "TERJADINYA   BANYAK   KERUSUHAN  DI SANA-SINI DI
   INDONESIA JUSTRU    DAPAT     MEMBERIKAN     CITRA    
   YANG      BURUK    BAGI INDONESIA YANG MAYORITAS  
   BERAGAMA ISLAM. Apakah  ini pernyataan yang tidak fair, 
   karena  memang Indonesia bukan  HANYA terdiri atas umat
   Islam, tetapi MAYORITAS PENDUDUK   INDONESIA  BER-
   AGAMA ISLAM?
   
ANDI:
> Bila anda berbicara mengenai Aceh, memang ada latar belakang agama 
> (Islam)  akan tetapi kalau kita mau jujur keadaan demikian adalah ekses 
> dari   tindakan   semena-mena   aparat  pemerintah pusat terutama pada 
> masa DOM. Apakah  aneh   bagi   anda   bila perasaan tertekan yg lama 
> terpendam   meletus   sedemikian?  Walaupun saya tidak setuju dengan 
> kekerasan tapi saya bisa mengikuti logika yg sederhana ini.

YUSUF:
  Maaf saya tidak berbicara mengenai Aceh!

ANDI:
> Tolong sdr. Yusuf menjelaskan mengapa dalam menyoroti kerusuhan 
> yg  terjadi,  statement   anda   bernada menuduh umat Islam sebagai 
> mayoritas?

YUSUF:
  Tolong Sdr. Andi memahami dengan  baik  INTI pernyataan saya
   bahwa: "TERJADINYA  BANYAK     KERUSUHAN      DI SANA-
   SINI DI  INDONESIA  JUSTRU   DAPAT   MEMBERIKAN CITRA 
   YANG  BURUK   BAGI   INDONESIA YANG MAYORITAS BER-
    AGAMA ISLAM".  Apakah  benar saya bernada menuduh umat
   Islam sebagai mayoritas  yang menjadi biang keladi kerusuhan
   di Indonesia?

ANDI:
> Bagaimana penjelasan anda dalam kasus Maluku? Apakah di Maluku 
> umat Islam menjadi  mayoritas? Padahal bukankah kerusuhan di sana 
> sudah   jauh lebih parah dibandingkan di Aceh?! Jika begitu wajar pula 
> kalau saya bertanya pada  rekan2 semua :
> 
> ADAKAH DIANTARA KITA YANG MENGETAHUI KIAT   YANG   
> PALING   BAIK    DALAM    MENGHENTIKAN   KERUSUHAN     
> DI   MALUKU   YANG MAYORITAS BER-AGAMA  KRISTEN?
> 
> Apakah kerusuhan yg muncul dari tindakan pembelaan diri dari kelompok 
> minoritas di   Maluku   (Muslim)  suatu hal yg aneh?  Atau anda akan ber-
> pendapat supaya kerusuhan di   Maluku berhenti, umat Islam yg diserang 
> di sana harus  diam dan mati konyol tanpa perlawanan? Let's be fair...  

YUSUF:
   Maaf pernyataan saya tidak ada kaitan dengan kasus Maluku
   seperti  yang telah anda uraikan diatas!

Singkatnya, KIAT MENGAWALI 'RUSUH' DIMULAI DARI KITA 
SALAH    MENGINTERPRETASI     PLUS    MENGKAIT-KAIT 
PENDAPAT   ORANG LAIN DENGAN MASALAH YANG LAIN.

Salam,

Yusuf L. Henuk

Kirim email ke