Sdr. Yusuf nampaknya tidak mengijinkan saya untuk berdiam diri... 8 )
Saya tegaskan bahwa motif saya dalam menulis tanggapan bukan karena SIAPA
yg menulis, tetapi APA yg ditulis. Sdr. Yusuf sedang menulis tentang agama
yg saya anut, maka saya anggap wajar bila saya ingin menyampaikan apa yg
saya pikirkan.
Saya berharap saya tidak akan menjadi orang yg 'buta' dengan apa yg
diperbuat sesorang, hanya sekedar karena dia teman saya, satu suku dengan
saya, bahkan hanya sekedar seiman dengan saya. Anda benar, katakan benar
bila benar..salah bila salah.
Masalahnya, apa yg ditulis oleh sdr. Nasrullah dari kaca mata agama saya
bukanlah suatu yg salah. Bila begitu bagaimana saya mau bilang dia salah?
Adapun yg membuat saya ingin bertanya adalah statemen anda sdr. Yusuf.
Kemunculan saya yg 'tiba-tiba' adalah wujud keterkejutan saya dengan
tulisan / tanggapan anda.
Adapun demikian, saya pribadi tidak berminat berlama-lama meributkan soal
agama di suatu media yg saya sadari terdiri atas berbagai agama. Makanya
saya pun tidak berlama-lama ikut serta, seperti yg disebutkan sdr. Yusuf.
Bila saya seperti yg sdr. Yusuf sebutkan, yaitu membela teman belaka tentu
saya akan dengan keras kepala terus berargumen dengan anda.
Kita memang berbeda-beda, tapi marilah kita tidak terlalu menonjolkan
perbedaan kita. Pada saatnya mungkinkah kita lebih baik sepakat untuk tidak
satu pendirian dan berhenti meributkannya?
Demikian tanggapan saya, mudah2an dapat diterima dengan baik oleh rekan2 semua.
Salam persahabatan,
Muhammad Priandi