NOSTALGIA  yang TER-CINTA

Dulu sewaktu Ayah masih hidup
aku, adik dan kakak-kakakku kurang begitu peduli.
Saat beliau meminta semua anak-anaknya hadir di acara
perayaan ulang tahun Ibu, ada-ada saja alasan kami.
Yang sedang banyak kerjaan lah
tugas luar daerah lah
mengantar istri ke rumah sakit lah
bahkan kadang dengan alasan simpel, sedang "malas"

Kami semua tidak, atau belum merasa "kehilangan"
karena dalam pikiran kami, toh beliau sehat2 saja di rumah.
Kebetulan kami anak2nya tinggal berlainan rumah dengan beliau
yang memilih tinggal bersama Ibu di rumah keluarga.
Sebetulnya kami semua tinggal tidak terlalu jauh dari
rumah keluarga tersebut, hanya beda-beda kampung saja,
tetapi tetap satu wilayah kabupaten.

Sekarang, Ayah sudah kembali ke haribaanNya
sejuta perasaan menggayuti benak kami semua.
Kenapa dulu sewaktu Ayah masih hidup dan berdiri tegar
kami tidak pernah peduli pada setiap "undangan"nya
Di biarkan Ayah merana, merayakan ulang tahun Ibu hanya berdua
tanpa kami anak-anaknya
kalau toh ada yang ikut merayakan, paling hanya
tukang kebun dan anak tetangga sebelah rumah.

Bisa di bilang, kami semua menyambut undangan beliau
hanya saat Hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha
itupun hanya sehari dua hari saja menginap di sana.
Kini setelah beliau mangkat,
baru tahu kami arti dari "menyambangi" yang tercinta
baru tahu kami bahwa "cinta" harus ikhlas & tulus
tak harus hari besar saja, tetapi setiap saat
Apalagi dengan adanya undangan dari beliau
boleh dibilang "wajib" kami menghadirinya

Kami sering mendengar kisah klasik,
setelah "yang di cinta" wafat
baru kita meributkannya
Saling berebut harta warisan,
merasa paling berhak atas apa yang ditinggalkan
dengan segala alasan, anak cucu di rumah adalah keturunan.
Tapi tak mau ber-susah payah saat-saat
beliau masih ada dan butuh perhatian.
Ahhhh..... nostalgia itu bersliweran di depan mata
apakah kami akan seperti itu ? Naudzubillah..........

Kini masih tertinggal sebuah "ladang amal" yang sangat besar
"Ibu" ....... beliau-lah yang harus bersama-sama kami jaga
karena "surga" ada di bawah telapak kaki-nya

"Ibu" surga di depan mata yang harus di "rawat" bersama
tanpa harus berfikir akan mendapatkan keuntungan apa
kecuali ridho dari Gusti Allah Sang Pencipta

Akankah NOSTALGIA yang TERCINTA ini
hanya sekedar jadi lamunan, tanpa adanya perubahan ?
Ataukah akan menjadikan kami se"keluarga" jadi saling ber"musuh"an
berebut "warisan"

Ahhhh........... NOSTALGIA yang TERCINTA


JJ Wahyudi
(dengan penuh kesedihan, saat membaca email "saudara se-Iman" silih
berganti)



-----------------------------------------------------------------
Milis Info dan Diskusi Warga RW 14, Kelurahan Sukahati, Cibinong.
Official Website: http://www.rw14.web.id atau http://www.rw14.org

Arsip Milis RW 14: http://www.mail-archive.com/[email protected]/

Kirim email ke