Seharusnya orang Jepang itu juga dapat mengungkap budaya bangsa Indonesia pada sisi lain misalnya orang Indonesia itu suka Gotong Royong, bangsa Indonesia ditengah keaneka ragaman dapat bersatu, sampai-sampai kabinet pada pemerintahannya dinamakan Kabinet Gotong Royong dan Kabinet Indonesia Bersatu.
Wass. Dedi Supendi -----Original Message----- From: Achmad Y. Sjarifuddin [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Friday, July 13, 2007 10:59 AM To: [email protected] Subject: Re: [rw14-515] Fw: Budaya Orang Indonesia Menurut Orang Jepang Sebenarnya masih banyak budaya lainnya yang belum diungkap, untung saja orang jepangnya masih menahan diri, padahal masih ada beberapa budaya lagi yang sudah terlalu melekat di bangsa ini, seperti budaya tidak tahu malu, budaya tidak bisa legowo, budaya kultus individu, budaya kkn, budaya anti-diskriminasi budaya kekerasan, budaya tidak disiplin dsb... Sepertinya kita memang dituntut kerja lebih keras lagi agar bisa menanamkan kembali nilai-nilai yang lebih baik, untuk generasi yang akan datang. Tentunya dengan contoh-contoh yang baik. Let's make things better :) :ays agus rasidi wrote: > > ----- Original Message ----- > *From:* Rona Design <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > *To:* [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > *Sent:* Thursday, July 12, 2007 6:42 PM > *Subject:* [Milis_Iqra] Budaya Orang Indonesia Menurut Orang Jepang > > Budaya Orang Indonesia Menurut Orang Jepang > Kontributor: CDC > > Prof Nagano, staf pengajar Nihon University memberikan kuliah > intensive course dalam bidang Asian Agriculturedi IDEC Hiroshima > University. > > Beliau sering menjadi konsultan pertanian di negara-negara Asia > termasuk Indonesia . Ada beberapa hal yang menggelitik yang beliau > utarakan sewaktu membahas tentang Indonesia : > > 1.Orang Indonesia suka rapat dan membentuk panitia macam-macam. > Setiap ada kegiatan selalu di rapatkan dulu, tentunya dengan > konsumsinya sekalian. Setelah rapat perlu dibentuk panitia kemudian > diskusi berulang kali,saling kritik, dan merasa idenya yang paling > benar dan akhirnya pelaksanaan tertunda-tunda padahal tujuannya > program tersebut sebetulnya baik. > > 2. Budaya Jam Karet > Selain dari beliau, saya sudah beberapa kali bertemu dengan orang > asing yang pernah ke Indonesia . Ketika saya tanya kebudayaan apa yang > menurut anda terkenal dari Indonesia dengan spontan mereka jawab : > Jam Karet! > Saya tertawa tapi sebetulnya malu dalam hati.Sudah sebegitu parahkah > disiplin kita? > > 3. Kalau bisa dikerjakan besok kenapa tidak (?) > Kalau orang lain berprinsip kalau bisa dikerjakansekarang kenapa > ditunda besok? Saya pernah malu juga oleh tudingan Sensei saya > sendiri tentang orang Indonesia . Beliau mengatakan, Orang Indonesia > mempunyai budaya menunda-nunda pekerjaan. > > 4. Umumnya tidak mau turun ke Lapangan Beliau mencontohkan ketika dia > mau memberikan pelatihan kepada para > petani, pendampingnya dari direktorat pertanian datang dengan safari > lengkap padahal beliau sudah datang dengan work wear beserta sepatu > boot. > Pejabat tersebut hanya memberikan petunjuk tanpa bisa turun ke lapang, > kenapa? > Karena mereka datangnya pakai safari dan ada yang berdasi. > Begitulah beliau menggambarkan orang Indonesia yang hebat > sekali dalam bicara dan memberikan instruksi tapi jarang yang mau > turun langsung ke lapangan. > > Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kita sudah terlalu sering > dinina-bobokan oleh > istilah indonesia kaya,masyarakatnya suka gotong royong,ada > pancasila,agamanya kuat, dan lain-lain. > Dan itu hanyalah istilah,kenyataanny a bisa kita lihat sendiri. > > Ternyata negarakita hancur-hancuran, bahkan susah untuk recovery lagi, > mana sifat gotong royong yang membuat negara seperti Korea , bisa > bangkit kembali. > Kita selalu senang dengan istilah tanpa action. > Kita terlalu banyak diskusi,saling lontar ide, kritik, akhirnya waktu > terbuang percuma tanpa action. > Karena belum apa-apa sudah ramai duluan. > > Kapan kita akan sadar dan intropeksi akan kekurangan-kekurang an kita > dan tidak selalu menjelek-jelekkan orang lain? Selama itu belum > terjawab kita akan terus seperti ini, menjadi negara yang katanya > sudah mencapai titik minimal untuk disebut negara beradab dan tetap > terbelakang disegala bidang. Mudah-mudahan pernyataan beliau menjadi > peringatan bagi kita semua, > terutama saya pribadi agar bisa lebih banyak belajar dan mampu merubah > diri untuk menjadi yang lebih baik. > > By: Ahmad Darobin Lubis, Graduate School for International > Development and Cooperation (IDEC) Hiroshima University > > sumber : milis tetangga > __._,_.___ ----------------------------------------------------------------- Milis Info dan Diskusi Warga RW 14, Kelurahan Sukahati, Cibinong. Official Website: http://www.rw14.web.id atau http://www.rw14.org Arsip Milis RW 14: http://www.mail-archive.com/[email protected]/ -- Internal Virus Database is out-of-date. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.9.12/885 - Release Date: 03/07/2007 10:02 AM -- Internal Virus Database is out-of-date. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.9.12/885 - Release Date: 03/07/2007 10:02 AM ----------------------------------------------------------------- Milis Info dan Diskusi Warga RW 14, Kelurahan Sukahati, Cibinong. Official Website: http://www.rw14.web.id atau http://www.rw14.org Arsip Milis RW 14: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
