Saya mau satu juta dollar
Life is a shipwreck but we must not forget to sing in
the lifeboats. ~Voltaire
Ayo ucapkan bersama-sama, Saya mau satu juta dollar!
Karena katanya, menurut teori kekuatan niat, cukup
dengan diniatkan maka keinginan kita bisa terkabul.
Misalnya kita pengen kawin, pengen kaya, pengen cakep,
pengen punya pacar, maka langkah pertama untuk
mencapai semua itu adalah dengan mendeklarasikannya
pada alam semesta. Alam semesta kemudian akan mengurus
sisanya dan memastikan kita mencapai tujuan kita.
Bener begitu?
Mungkin, menurut beberapa buku self-help yang biasanya
best-seller. Tips dan solusi seperti ini banyak
digunakan.
Katakanlah semacam teori The Power of Positive
Thinking, cukup dengan memikirkan yang
positif-positif maka yang positif akan datang dan
menyalami kamu.
Menurut teori cukup dengan memikirkan sesuatu, maka
sesuatu itu akan jadi nyata.
Kalo kamu penggemar Sex in the City, maka dalam
episode ke 68 Charlotte mengajak Carrie ke seminar
tentang positive affirmations untuk mencari true love
yang katanya ada di out there.
Dalam prakteknya, apakah itu positive thinking atau
affirmations kadang kamu harus menyatakan secara
verbal keinginan kamu berkali-kali pada diri kamu
sendiri.
Pengen dapet kerja, pengen dapet kerja, pengen dapet
kerja dst.
Atau lebih spesifik.
Pengen dapet kerja yang gajinya gede dan bebas maen
internet, pengen dapet kerja yang
dst.
Dalam sejarah umat manusia kekuatan niat dan positive
thinking ini mengambil banyak nama, bukankah doa, dan
tobat misalnya, juga dalam konsep yang sama?
Gue sih pengen percaya dengan teori-teori semacam ini,
karena alangkah sederhananya kalo memang semua itu
sesederhana itu.
Tapi kalo teori itu benar dan memang sesederhana itu
kenapa masih banyak orang susah di dunia ini?
Mungkinkah mereka hanya tidak pernah mendengar tentang
kekuatan berpikir positif ini? Tidak pernah lewat ke
gang self-help di toko buku? Tidak pernah nonton Sex
and the City?
Anyway, rupanya berpikir positif ini pun berlaku
secara kolektif.
Ada bahkan yang berpendapat bahwa seluruh REALITA alam
semesta ini adalah hasil manifestasi seluruh kesadaran
mahluk hidup pengisinya. Hasil dari sebuah Collective
Consciousness, kesadaran kolektif.
Karena bukankah realita adalah apa yang ada di depan
kita, kita lihat, kita dengar, kita rasa, kita
pikirkan.
Realm di luar ini karenanya tidak ada, tidak exist.
Tanpa kita, maka tidak ada realita.
Dan kalo alam semesta adalah hasil manifestasi
kesadaran kolektif kita, bukankah dengan mengubah alam
pikiran kita maka kita bisa mengubah alam semesta?
Artinya kita bisa mempengaruhi realita di sekeliling
kita dengan pikiran kita sendiri.
Yang perlu dilakukan adalah bagaimana men-synchronous
(men-sync-kan) gelombang pikir kita.
Kalo itu bisa kita lakukan maka eng ing eng, selamat
datang dunia tanpa kemiskinan dan peperangan!
Tapi apa itu kesadaran kolektif sebenarnya? Bukankan
Internet (dengan I besar) sering juga disebut sebagai
Collective Consciousness?
Jangan-jangan blog adalah sebuah bentuk niat dan doa.
Dan dengan blog kita bisa mengubah alam semesta?
Mungkin juga.
Yang pasti sisi lain dari ini semua adalah, ketika
kita bisa berpikir hal-hal yang positif, maka kita
bisa juga memikirkan hal-hal negatif.
Kalo kita bisa secara kolektif mempengaruhi realita
menjadi positif, begitu pula sebaliknya.
Bagaimana kalo kita malah mengubah lingkungan kita
menjadi makin campur aduk tidak karuan menuju sebuah
kondisi kenerakaan?
Gempa bumi, banjir, longsor, tsunami, kecelakaan laut,
kecelakaan udara. Tunggu, tunggu.
Jangan-jangan kita bertanggung jawab, ikut ambil
bagian atas terjadinya segala macam bencana dan
kecelakaan yang terjadi di sekeliling kita.
Mungkinkan pikiran negatif, pikiran jelek kita, secara
kolektif yang menyebabkan itu semua?
Wah payah nih negara, gonjang ganjing, ga ada yang
beres, korupsi disana sini, pejabat ga ada yang bener,
artis ga ada yang bener, semua tinggal tunggu
waktunya, hancuurr mina.
Wah bukan salah alam semesta kalo kemudian ia seolah
berkonspirasi memberi wartawan kerjaan, melaporkan
berita buruk di hariannya.
Okelah, tapi saya sekarang berkata cukup!
Mari kita berkata cukup!
Kekuatan ada di diri kita masing-masing untuk berbuat
sesuatu dan sekarang sambil membaca posting ini.
Mari kita secara kolektif memanifestasikan hal-hal
baik untuk terjadi di tanah air kita.
Mari kita secara kolektif meniatkan agar sejak saat
ini untuk mengenyahkan hal-hal negatif dari sekeliling
kita.
Mari kita secara kolektif dan tidak egois memikirkan
kebaikan saja yang akan terjadi di lingkungan kita.
Mari kita secara kolektif, mengucapkan bersama-sama:
Saya mau satu juta dollar!
Halah
By Enda Nasution on March 13, 2007 4:26 PM | Permalink
____________________________________________________________________________________
Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7
-----------------------------------------------------------------
Milis Info dan Diskusi Warga RW 14, Kelurahan Sukahati, Cibinong.
Official Website: http://www.rw14.web.id atau http://www.rw14.org
Arsip Milis RW 14: http://www.mail-archive.com/[email protected]/