Puring atau Croton
Ditulis pada September 12, 2007 oleh fr3nix 


     
     
     



Tanaman puring dahulu sering dikatakan tanaman kuburan.. Tapi saat ini mulai 
banyak kolektor yang menginginkan tanaman ini.. Kenapa..? Kenapa tidak.. 
Tanaman yang memiliki daun warna warni ini tentu saja banyak diminati.. apalagi 
tanaman ini memiliki warna daunnya beraneka ragam ada merah, hitam, putih, 
kuning dan ada juga yang biru uniknya lagi bentuk daunnya pun bermacam macam.. 
ada yang menyerupai bentuk kura kura, ada yang seperti sendok, apel.. dan masih 
banyak lagi. Tanaman yang banyak diminati oleh para kolektor adalah tanaman 
puring yang impor.. yang terkenal adalah dari para tangan2 dingin petani 
thailand.. mereka menemukan banyak ragam jenis puring dari perkawinan silang.. 
Warnanya yang lebih tajam, daunnya yang lebih tebal dan lebar2. pokoknya indah 
banget.

Untuk daerah Bali sendiri terdapat jenis puring yang memang berasal dari bali 
yang tidak pernah ditinggalkan penghobinya. Terbukti, permintaan tanaman jenis 
daun-daunan ini stabil sebagai penghias pertamanan, baik itu pekarangan rumah 
tinggal hingga pertamanan kantor dan hotel. Harga puring per pohon di salah 
satu temapat di Bali berkisar Rp 5.000 -Rp 15.000 tergantung ukuran dan jenis 
puring. Kecenderungan belakangan ini, peminat terbesar tanaman puring ini malah 
kebanyakan datang dari kalangan hotel dan vila. Mereka ini sengaja mendesain 
hiasan taman dengan puring karena ingin menonjolkan nuansa tropikal yang dalam 
penanaman dimodifikasikan jenis tanaman lain.


Puring atau croton ini juga dapat digunakan sebagai obat Obat anti kanker lain 
telah ditemukan oleh Achmad et al. (1991) Dalam Karmawati et al. (1996) yaitu 
senyawa kriptokaryon 1 yang berasal dari spesies Cryptocarya laevigata. Senyawa 
aktif lainnya yaitu golongan terpen, contohnya "croton oil" dari Croton tiglium 
yang diketahui bersifat iritasi dan karsinogen. Kupchanl (1976) Dalam Sutaryadi 
(1991) telah mengisolasi forbol dari Croton yang berkhasiat sebagai 
antileukemia. Isolasi dan skrining fito-kimia dari akar purwoceng (Pimpinella 
pruacan) menghasilkan alkaloid, saponin, glikosida, steroid, tanin, dan lemak. 
Pemisahan dengan KLT berhasil memisahkan 12 komponen. Uji hayati terhadap anak 
ayam jantan memberikan efek androgenik pada konsentrasi 30%.Sedangkan akar som 
jawa (Talinum rasemosum) diketahui mengandung alkaloid, saponin, dan tanin, 
serta T.triangularis mengandung senyawa alkaloid, saponin, glikosida, dan 
sterol (Hernani et al., 1993; Yuliani et. Al., 1995)

.............

http://fr3nix.wordpress.com/2007/09/12/puring-atau-croton/


P  U  R  I  N  G 
(Codiaeum variegatum (L.) Bl. )


  
KLASIFIKASI:   Puring disebut  Codiaeum variegatum (L.) Bl. termasuk ke dalam 
famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah  tarimas, 
 pudieng, karoton, katomas atau susurite.  Sedangkan nama asing untuk tumbuhan 
ini Croton atau Garden croton.
SIFAT KIMIAWI:   Tumbuhan ini kandungan kimianya belum banyak diketahui kecuali 
getahnya mengandung tanin. 
EFEK FARMAKOLOGIS:  Dalam farmakologi Cina  disebutkan tanaman ini memiliki 
rasa  pahit, dingin, beracun. Melancarkan peredaran darah, peluruh keringat dan 
pencahar ringan.  Akar dan kulit batang mempunyai rasa pedas, yang berkurang 
bila digodok bersama dengan scutellaria.  
BAGIAN  TANAMAN  YANG  DIGUNAKAN:   Efek farmakologi ini diperoleh dari 
penggunaan  daun, ranting muda, akar dan kulit batang.  
  
PENYAKIT YAN G DAPAT DISEMBUHKAN DAN CARA PENGGUNAANYA 
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun 
dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan 
penyakit-penyakit sebagai berikut : 

1. Perut mulas
Akar puring  sepanjang satu jari ditambah 3 lembar daun sesuru  (Euphorbia 
nerifolia L.)  ditumbuk sampai halus, tambahkan air secukupnya lalu disaring 
dan diminum. Setelah minum ramuan ini akan sedikit diare karena berkhasiat 
pencahar, tapi sakit perutnya menghilang. 
2. Sakit  perut pada anak-anak. 
Daun puring berwarna kuning yang masih muda dan segar, secukupnya dilumatkan 
sampai halus, tambahkan sedikit air  bersih sampai menjadi bahan seperti bubur. 
 Balurkan pada perut anak.   
3. Sifilis. Satu batang  puring  seutuhnya  dicuci bersih lalu digodok dengan 5 
gelas air sampai tersisa setengahnya.  Setelah dingin disaring lalu dibagi 
untuk 3 kali minum.  Diminum dengan air gula  seperlunya. 
4. Sukar berkeringat, eksema. Rebus daun secukupnya, minum.
5. Cacingan, nafsu makan berkurang.    Rebus ranting muda secukupnya, minum. 
6. Sembelit, kejang lambung, kehilangan selera, penyakit saluran kencing pada 
anak-anak. 
Rebus akar dan kulit batang secukupnya, minum. 


*****

<<clip_image002.jpg>>

<<clip_image004.jpg>>

<<clip_image006.jpg>>

Kirim email ke