Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Turut berduka cita atas meninggalnya
bapak Ravelli ( warga RT 01/14 ). Semoga diterima amal ibadahnya selama di
dunia dan diampuni segala dosa-dosanya.
Kami yang berduka cita,
Agus Rasyidi dan keluarga
sebagai renungan buat kita semua, mari kita sama-sama berintrospeksi tentang
apa-apa yang telah kita perbuat selama hidup di dunia. Semoga renungan
dibawah ini yang saya ambil dari suntingan khotbah jum'at yang diambil dari
sebuah milis.
==================================================
Kehidupan seseorang di dunia ini dimulai dengan dilahirkannya seseorang dari
rahim ibunya. Kemudian setelah ia hidup beberapa lama, iapun akan menemui
sebuah kenyataan yang tidak bisa dihindari, kenyataan sebuah kematian yang
akan menjemput-nya.
Alloh Subhannahu wa Ta'ala berfirman:
"Tiap-tiap jiwa akan merasakan kematian dan sesungguhnya pada hari kiamatlah
akan disempurnakan pahalamu, barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan
dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung dan kehidupan
dunia hanyalah kehidupan yang memperdayakan". (Ali-Imran: 185)
Ayat di atas adalah merupakan ayat yang agung yang apabila dibaca mata
menjadi berkaca-kaca. Apabila didengar oleh hati maka ia menjadi gemetar.
Dan apabila didengar oleh seseorang yang lalai maka akan membuat ia ingat
bahwa dirinya pasti akan menemui kematian.
Memang perjalanan menuju akhirat merupakan suatu perjalanan yang panjang.
Suatu perjalanan yang banyak aral dan cobaan, yang dalam menempuhnya kita
memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang tidak sedikit. Yaitu suatu
perjalanan yang menentukan apakah kita termasuk penduduk surga atau neraka.
Perjalanan itu adalah kematian yang akan menjemput kita, yang kemudian
dilanjutkan dengan pertemuan kita dengan alam akhirat.
Marilah kita siapkan bekal sebanyak-banyaknya untuk menyempurnakan
perjalanan itu dan marilah kita perbanyak taubat dari segala dosa-dosa yang
telah kita lakukan. Seorang penyair berkata:
Lakukanlah bagimu taubat yang penuh pengharapan. Sebelum kematian dan
sebelum dikuncinya lisan. Cepatlah bertaubat sebelum jiwa ditutup. Taubat
itu sempurna bagi pelaku kebajikan.
Ingatlah di kala nyawa kita dicabut oleh malaikat maut. Nafas kita
tersengal, mulut kita dikunci, anggota badan kita lemah, pintu taubat telah
tertutup bagi kita. Di sekitar kita terdengar tangisan dan rintihan handai
taulan yang kita tinggalkan. Pada saat itu tidak ada yang bisa menghindarkan
kita dari sakaratul maut. Tiada daya dan usaha yang bisa menyelamatkan kita
dari kematian.
Cukuplah kematian sebagai nasehat, cukuplah kematian menjadikan hati
bersedih, cukuplah kematian menjadikan air mata berlinang. Perpisahan dengan
saudara tercinta. Penghalang segala kenikmatan dan pemutus segala cita-cita.
Marilah kita tanyakan kepada diri kita sendiri, kapan kita akan mati ? Di
mana kita akan mati ?
Demi Alloh, hanya Alloh-lah yang mengetahui jawabannya, oleh karenanya
marilah kita selalu bertaubat kepada Alloh dan jangan kita menunda-nunda
dengan kata nanti, nanti dan nanti.
Marilah kita tanyakan kepada diri kita. apa yang menjadikan diri kita
terperdaya dengan kehidupan dunia, padahal kita tahu akan meninggalkannya.
Perlu kita ingat bahwa harta dan kekayaan dunia yang kita miliki tidak akan
bisa kita bawa untuk menemui Alloh Subhanahu wa Ta'ala. Hanya amal shalihlah
yang akan kita bawa nanti di kala kita menemui Alloh.
Maka marilah kita tingkatkan amalan shaleh kita sebagai bekal nanti menuju
akhirat yang abadi.
Marilah kita mencoba merenungi sisa-sisa umur kita, muhasabah pada diri
kita masing-masing. Tentang masa muda kita, untuk apa kita pergunakan.
Apakah untuk melaksanakan taat kepada Alloh ataukah hanya bermain-main saja
? Tentang harta kita, dari mana kita peroleh, halalkah ia atau haram ? Dan
untuk apa kita belanjakan, apakah untuk bersedekah ataukah hanya untuk
berfoya-foya? Dan terus kita muhasabah terhadap diri kita dari hari-hari
yang telah kita lalui.
Perlu kita ingat, umur kita semakin berkurang. Kematian pasti akan menjemput
kita. Dosa terus bertambah. Lakukanlah taubat sebelum ajal menjemput kita.
-----------------------------------------------------------------
Milis Info dan Diskusi Warga RW 14, Kelurahan Sukahati, Cibinong.
Official Website: http://www.rw14.web.id atau http://www.rw14.org
Arsip Milis RW 14: http://www.mail-archive.com/[email protected]/