Bagi para pemain dilingkungan kita yang memiliki prestasi bagus di ajang turnamen resmi pemerintah (porsete, red), bisa saja untuk terus memperkuat TIMNAS-nya sebagai pemain, atau kalau ketua Porsete tahun lalu mau jadi pelatih duluan sepertinya prospeknya cukup bagus walau belum sempet jadi juara, ketimbang gantung raket.
Salam, Dedi Supendi / DT-04 Kurang Penghargaan, Hariyanto Arbi Tolak Melatih Selasa, 26 Mei 2009 | 12:37 WIB BATAM, KOMPAS.com - Mantan pebulutangkis nasional Hariyanto Arbi menolak menjadi pelatih karena menurutnya pemerintah kurang memperhatikan nasib pelatih. "Penghargaan yang diberikan untuk pelatih kurang, lebih baik jadi pengusaha," kata Hariyanto Arbi di Batam, Selasa. Secara materi, kata dia, timbal balik yang diberikan pemerintah kurang memadai. Pelatih kurang dihargai. "Sementara kita punya anak dan istri untuk dibiayai. Rasanya tidak mungkin mengandalkan hidup dari melatih," kata pemilik perusahaan penyedia perlengkapan bulutangkis Flypower itu. Menurut juara All England 1993 dan 1994, pemerintah setengah hati memperhatikan pelatih sehingga banyak mantan atlet yang menolak melatih. Bahkan banyak mantan pemain yang memilih menjadi pelatih di luar negeri, seperti Atik Jauhari, Indra Gunawan, Rexy Mainaky serta terakhir adalah Hendrawan. Namun, ia tidak mengelak bahwa ada keinginan untuk menjadi pelatih yang dapat membuahkan atlet andal meski hasrat tersebut harus dipendam demi materi. Sebelumnya, pasangan peraih medali emas Olimpiade Alan Budikusuma dan Susy Susanti juga memilih menjadi pengusaha perlengkapan olahraga bulutangkis. "Saya pikir, alasan Alan dan Susy sama dengan saya, karena menjadi pelatih kurang prospektif," kata dia. Perhatian: E-mail ini (termasuk seluruh lampirannya, bila ada) hanya ditujukan kepada penerima yang tercantum di atas. Jika Anda bukan penerima yang dituju, maka Anda tidak diperkenankan untuk memanfaatkan, menyebarkan, mendistribusikan, atau menggandakan e-mail ini beserta seluruh lampirannya. Mohon kerjasamanya untuk segera memberitahukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk di alamat email yang tercantum di atas serta menghapus e-mail ini beserta seluruh lampirannya. Semua pendapat yang ada dalam e-mail ini merupakan pendapat pribadi dari pengirim yang bersangkutan dan tidak serta merta mencerminkan pandangan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., kecuali telah terdapat kesepakatan antara pengirim dan penerima bahwa e-mail ini termasuk salah satu bentuk komunikasi kedinasan yang dapat diterima oleh kedua pihak. Caution: The information enclosed in this email (and any attachments) may be legally privileged and/or confidential and is intended only for the use of the addressee(s). No addressee should forward, print, copy, or otherwise reproduce this message in any manner that would allow it to be viewed by any individual not originally listed as a recipient. If the reader of this message is not the intended recipient, you are hereby notified that any unauthorized disclosure, dissemination, distribution, copying or the taking of any action in reliance on the information herein is strictly prohibited. If you have received this communication in error, please immediately notify the sender and delete this message. Unless it is made by the authorized person, any views expressed in this message are those of the individual sender and may not necessarily reflect the views of PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ----------------------------------------------------------------- Milis Info dan Diskusi Warga RW 14, Kelurahan Sukahati, Cibinong. Official Website: http://www.rw14.web.id atau http://www.rw14.org Arsip Milis RW 14: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
