Dear All, Syukur alhamdulillah, Pengurus RW telah membentuk KPU Pemilihan RW hari Minggu kemarin. Anggotanya cukup bervariatif yang terdiri dari wakil-wakil RT ditambah wakil DKM. Mereka-mereka itu - menurut saya - terdiri dari sosok-sosok yang kalem, idealis dan juga yang agresip. Jadi cukup klop! Mudah-mudahan KPU ini bisa bekerja sesuai dengan amanah dan target yang digariskan.
Tentang siapa yang cocok untuk dicalonkan untuk jabatan 3 tahun ke depan, masih menurut saya, mestinya adalah yang berada di wilayah RT 3, RT 5 dan RT 6. Kalau boleh memilih saya lebih merekomendasikan dari RT 6, dengan alasan agar keterlibatan warga di RT ini (dan juga RT 5) dalam kegiatan ke-RW-an menemukan momentumnya. Namun demikian sesungguhnya potensi ketiga RT tersebut relatif sama dan kesempatan yang ada sangat terbuka. Yang juga perlu mendapat perhatian adalah RT 1. RT ini termasuk RT yang "paling tua" dibanding RT lainnya. Tapi, belum memunculkan seorang tokoh yang akan bisa diposisikan menjadi Ketua RW. Ini, saya kira, perlu mendapat perhatian sekaligus agar konon dinamika warga yang demikian bagus bisa ditularkan ke RT-RT yang lain dengan memunculkan tokohnya itu. Bagaimana RT 2? Dua mantan RW yang sebelumnya sudah jelas bahwa RT ini telah memberikan kontribusinya dalam urusan kemaslahatan ini. Jadi, tidak baik untuk kadersisasi jika kesempatan tidak diberikan kepada wilayah yang sesungguhnya punya potensi yang mungkin terpendam dan bisa dikembangkan. Nama-nama seperti, Pak Jauhari, Pak Yayat (RT-1), Pak Heru, Pak Dedy (RT-3), Pak Santo, Pak Dody dan Pak Ustan (RT-6) mungkin layak untuk dipertimbangkan oleh warga RW 14 ini. Bagaimana dengan nama-nama yang lain? Ada mungkin nama-nama yang masih perlu disimpan, biar "matang". Artinya, mungkin belum saatnya meskipun kompetensinya cukup bagus dan juga agar dinamika masyarakat berkembang sedemikian rupa sambil tetap memikirkan adanya kaderisasi. Kalau mengkultuskan cuma satu dua orang, menurut saya, itu akan menjadi hal yang kurang bagus. Perlu diingat bahwa organisasi ke-RT/RW-an tidak bisa disamakan dengan institusi pemerintahan atawa organisasi bisnis yang punya relevansi terhadap diberlakukannya "reward and punishment". Dia harus bersedia "mendengar warga", membimbing, dan juga tidak memposisikan diri sebagai manager. Yang perlu diingat, "R" dari RT dan/atau RW adalah singkatan dari kata "rukun". Jadi, tujuan RT/RW ini adalah agar para tetangga dan warga pada hidup rukun. That's All ! Wassallam / Jaerony.-
