Ratusan Warga Semangat Gunung Unjuk Rasa ke Lokasi Proyek Pertamina 
Desak Penanganan Limbah dengan Sungguh-Sungguh 
   
  Berastagi, (Analisa)
  Ratusan warga Desa Semangat Gunung Kecamatan Merdeka Kabupaten Karo menggelar 
unjuk rasa, Senin (25/6) ke lokasi Proyek PT Pertamina (Persero) Area 
Geothermal Sibayak di desa itu menuntut kepada pihak PT Pertamina (Persero) itu 
agar penanganan limbah dilakukan dengan sungguh-sungguh.
   
  Menurut Raden Ginting (28) Ketua Karang Taruna di desa itu, sejak proyek itu 
dioperasikan pada tahun 1989, sering kali warga menghirup bau yang tidak sedap 
seperti mengandung zat H2 S dari lokasi proyek itu. Sehingga hal itu dapat 
menggangu pernafasan bagi warga yang lokasinya hanya puluhan meter dari 
pemukiman dari proyek tersebut.
   
  Di samping itu, mereka juga menuntut di sekitar lokasi proyek itu agar 
ditingkatkan pengamanan agar jangan terulang peristiwa dua tahun lalu. Dimana 
dua tahun lalu pernah terjadi tabung gas bocor yang mengakibatkan tewasnya 
bocah Febri br Ginting dan abangnya Januaria Ginting mengalami luka-luka berat.
   
  Tuntutan lain yang mereka sampaikan, pihak PT Pertamina sendiri juga tidak 
menempati janjinya antara warga dengan PT Pertamina dalam hal penerimaan tenaga 
kerja. 
  Sebelum proyek itu beroperasi, menurut pengunjuk rasa pihak PT Pertamina 
telah menjanjikan sebagian besar tenaga kerja berasal dari warga, namun 
penerimaan tenaga kerja lebih banyak dari luar Karo. 
   
  Sedangkan dari pihak warga hanya seorang saja yang diterima menjadi Satpam. 
Padahal mereka telah menjual tanahnya kepada Pertamian sebesar Rp3.500/meter 
sedangkan pasaran tanah pada saat itu Rp10 ribu/meter.
   
  Lanjut pengunjuk rasa, sarana pra sarana yang dijanjikan PT Pertamina 
(Persero) tidak juga ditepati seperti pengadaan alat-alat rumah sakit, listrik, 
jalan, penerangan jalan, sarana olahraga tidak dipenuhi.
   
  Para pengunjuk rasa itu langsung diterima Kepala Eksploitasi PT Pertamina 
(Persero) Area Geothermal Sibayak Hendrik Siregar mengatakan aspirasi warga 
akan disampaikan ke Pusat. Usai menyampaikan orasi di proyek Pertamina itu, 
para pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib meski dalam keadaan kecewa.
   
  Di tempat terpisah, Kepala Layanan Umum PT Pertamina (Persero) Area 
Geothermal Sibayak, Agus Z Zuhro kepada wartawan mengatakan pihaknya telah 
melakukan penanganan limbah secara efektif.
   
  Disinggung adanya pencemaran bau H2S di lokasi proyek itu, Agus menjelaskan 
bau itu bukan dari lokasi proyek Pertamina melainkan dari asap gunung berapi 
Sibayak. “Setiap pagi tercium bau belerang di pinggir jalan,” ungkapnya.
   
  Ditanya soal keamanan hingga ada merengut korban, menurut Agus hal itu karena 
ada anak-anak bermain-main di lokasi proyek dan hal itu bukan murni kecelakaan 
dari pihak PT Pertamina.
   
  Sementara soal tenaga kerja banyak diterima dari luar kota dan sarana pra 
sarana lainnya belum dipenuhi, Agus memaparkan dalam penerimaan tenaga kerja 
dibutuhkan harus memiliki kualitas dan keterampilan yang sesuai dengan 
dibutuhkan perusahaan. Sebagai contoh, katanya pelamar itu harus memiliki 
keahlian komputer di bidangnya.
   
  Ia menambahkan soal sarana penambahan alat-alat rumah sakit pada waktu itu 
sudah disiapkan semua. Bahkan kita mau menyerahkan kepada kepala desanya, namun 
jawaban dari kepala desa itu:
   
  “Simpan saja dulu di Pertamina karena di desa itu belum ada Puskesmas pada 
waktu itu sehingga peralatan itu diserahkan kepada Puskesmas Daulu tetangga 
dari Desa Semangat Gunung, hal itu akan ditanggulangi lagi untuk diserahkan ke 
Desa Semangat Gunung yang saat sekarang ini telah memiliki Puskesmas,” jelasnya.
   
  Lebih lanjut dikatakan, soal jalan agar diperbaiki di sekitar lokasi termasuk 
penerangan jalan dalam waktu dekat akan dipenuhi walupun secara bertahap, 
ujarnya tanpa terinci. (ps)


Best Regarts

       
---------------------------------
You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
 in the all-new Yahoo! Mail Beta. 

Kirim email ke