Mejuah-juah kita karina,

 

Nderbi nai (minggu) erpagi-pagi sekitar pukul 6.30 waktu kutangku enda,
berarti 5.30 wib lit tayangen i Trans TV ttg karo.

 

Cukup menyentuh juga, walau si pembawa acara marga Hasibuan dengan bahasa
karo yg rada kaku, tapi tetap yg ditonjolkan adalah "orang Karo" 

 

Di liputan tersebut ada 3 poin yg ditonjolkan adalah :

1.      keteng2 (gitar karo)  nalina 2 (bener ngga ya) atau itu kulcapi, si
pemain mengatakan bahwa dia bisa mainkan itu dari hasil melihat dan mencoba,
tidak ada guru yg mengajari. Dan disebutkan juga bahwa musik tradisional
karo sdh mulai di geser dgn keybord
2.      Pemandian air hangat di raja berneh
3.      Uis Karo. Disebutkan bahwa kalo di batak ada ulos, namun di orang
karo disebut uis, dimana uis karo ini awalnya di tenun di toba (tapanuli),
namun sekarang telah ditenun di Kabanjahe. Dan menurut pengakuan pemilik
marga Tambun, produksinya cukup menjanjikan, namun karna kekurangan modal,
sehingga sering permintaan ditolak.

 

Sungkun-sungkun, i ja nge ndia alamat industri tenun e ? 

apakah tidak ada bantuan modal (Kredit) dari perbankan ?

 

Bujur,

Bp. Ita Ginting

 

Kirim email ke