Mejuah-juah.

 

Bujur atas informasindu mengenai CU GBKP, aku enda denga ka nge ku eteh lit
CU GBKP. Apalagi bagaimana kiprahnya utk memajukan perekonomian bagi warga
gereja khusunya terutama bagi warga karo umumnya. Mungkin bisa dijelaskan
lebih jauh ttg CU GBKP ini ?

 

Apakah procedure sama dgn Bank (yg ngga jauh beda dgn rentenir), para
pejabat menunggu di kantor yg megah dgn udara yg sejuk, dan kalau ada yg
datang memohon kredit baru dilayani dan setelah itu ... ei nggo me kita
siangkaan.

 

Di kuta kami ini, ada juga BPR yg selalu turba utk meningkatkan ekonomi
(perputaran duit) khusna pedagang, dan sekarang omsetnya tiap tahun
bertambah terus. Padahal disini juga sdh ada bank Besar.

 

 

 

Bujur,

Bp. Ita Ginting

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Ivo Jorris Graad. P
Sent: 16 Juli 2007 15:34
To: [email protected]
Subject: Re: [infokaro] Trans TV minggu pagi - info

 

mejuah-juah kita kerina,

sedih juga kalau mendengar ada usaha di daerah yang mempunyai prospek bagus
ke depannya tetapi selalu mempunyai kendala MODAL UANG.

kebetulan dari hari Jumat-Minggu kemarin di Batam ada seminar/pendidikan
mengenai CU = Credit Union, yang merupakan koperasi simpan pinjam yang
terorganisir dengan baik.
yang berbicara pada seminar kemarin adalah Bapak Abad Elias SE dari
INKOPDIT.

karena saya orang kristen dan bergereja di GBKP, saya merekomendasi-kan
untuk menjadi anggota CU, sehingga dapat menggunakan fasilitas CU.
meminjam uang dari koperasi CU jauh lebih menguntungkan dari pada meminjam
uang dari bank apalagi dari rentenir.
di CU kita akan mendapatkan dividen dari simpanan kita dan juga dari
pinjaman kita.
pinjaman akan dikenai bunga yg sangat kecil. di tempat kami bunganya adalah
3% per bulan dan menurun.

kebetulan CU GBKP itu pusatnya di GBKP Kabanjahe.
dan saya dengar asetnya sudah miliaran. tetapi saya tidak tahu apakah CU
GBKP Kabanjahe terbuka utk masyarakat luas atau cuma utk jemaat GBKP.

kami di Batam ini berencana utk mengembangkan CU dengan menjaring orang dari
luar GBKP tanpa memandang SARA.

mungkin ada teman-teman di kabanjahe yang mempunyai informasi lebih lengkap
dan akurat agar membantu jangan sampai kebudayaan kita hilang begitu saja.

ivo pinem

----- Original Message ----
From: agt <[EMAIL PROTECTED]>
To: TKS <[EMAIL PROTECTED]>; komkar <[EMAIL PROTECTED]>;
[email protected]
Sent: Monday, July 16, 2007 7:37:20 AM
Subject: [infokaro] Trans TV minggu pagi

Mejuah-juah kita karina,

 

Nderbi nai (minggu) erpagi-pagi sekitar pukul 6.30 waktu kutangku enda,
berarti 5.30 wib lit tayangen i Trans TV ttg karo.

 

Cukup menyentuh juga, walau si pembawa acara marga Hasibuan dengan bahasa
karo yg rada kaku, tapi tetap yg ditonjolkan adalah "orang Karo" 

 

Di liputan tersebut ada 3 poin yg ditonjolkan adalah :

1.      keteng2 (gitar karo)  nalina 2 (bener ngga ya) atau itu kulcapi, si
pemain mengatakan bahwa dia bisa mainkan itu dari hasil melihat dan mencoba,
tidak ada guru yg mengajari. Dan disebutkan juga bahwa musik tradisional
karo sdh mulai di geser dgn keybord
2.      Pemandian air hangat di raja berneh
3.      Uis Karo. Disebutkan bahwa kalo di batak ada ulos, namun di orang
karo disebut uis, dimana uis karo ini awalnya di tenun di toba (tapanuli),
namun sekarang telah ditenun di Kabanjahe. Dan menurut pengakuan pemilik
marga Tambun, produksinya cukup menjanjikan, namun karna kekurangan modal,
sehingga sering permintaan ditolak.

 

Sungkun-sungkun, i ja nge ndia alamat industri tenun e ? 

apakah tidak ada bantuan modal (Kredit) dari perbankan ?

 

Bujur,

Bp. Ita Ginting

 

 

 

  _____  

Got a little couch potato? 
Check out fun summer
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48248/*http:/search.yahoo.com/search?fr=oni_on_m
ail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz>  activities for kids.  

Kirim email ke