Mejuah Juah
Tuhu-tuhu luar biasa trobosen si nilakoken Budi Juniarto guna mewujudken
Kampoeng Cyber Rangkut Lor, janah mudah-mudahen i Taneh Karo pe mbera-mbera lit
ka ku wari pagi kedun enda si nggerakken Kuta Cyber Karo segelahna rayat sirulo
i tanah karo pe danci ka menggunaken fasilitas internet enda ndai, ija adina
gundari kuakap enterem denga nge si lenga pernah ngidah entah pe mempergunaken
fasilitas internet.
Bujur
Rosalina Purba <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dear Milister dimana saja,
Perkembangan dan cara untuk mengejar ketinggalan didalam menuju dunia cyber
disalah satu daerah di tanah air.
Jumat, 27 Juli 2007,
Perjuangan Budi Juniarto Mewujudkan Kampoeng Cyber Rungkut Lor
Rela Jual Mobil dan Rogoh Kocek Sendiri
Warga Rungkut Lor Surabaya boleh berbangga. Berkat kegigihan seorang warganya,
kawasan tersebut bakal menjelma menjadi Kampoeng Cyber.
ANITA RACHMAN
DWI Nurmania Ulfa menggeleng lemah ketika ditanya tentang email alias surat
elektronik. Nurma, begitu gadis 22 tahun itu akrab disapa, mengaku tak tahu
apa-apa tentang kedahsyatan dunia maya. Termasuk mengirim surat dalam hitungan
detik tanpa prangko atau ngobrol dengan teman dari negeri jauh lewat voice
chat. "Tapi, sungguh saya ingin belajar," tutur warga Rungkut Lor yang bekerja
sebagai penjaga konter telepon seluler itu saat ditemui Jawa Pos Minggu (22/7)
lalu.
Nurma adalah satu dari puluhan potensi yang memantik semangat Budi Juniarto
mewujudkan Kampoeng Cyber (KC) Rungkut Lor, sebuah tempat nongkrong warga
segala usia yang didesain semacam warung internet (warnet) nirlaba. KC itu
berada di Perumahan Rungkut Asri Utara nomor 9. Rumah itu baru dibeli Budi
November lalu. Rumah Budi sendiri di nomor 11.
Selanjutnya, Budi berharap segera dapat membagi bandwith ke beberapa titik di
Kampung Rungkut Lor. "Nanti semua warga kampung bisa internetan," tutur pria
yang juga Kasubid Sumber Daya Alam Lingkungan Hidup Badan Perencanaan dan
Pembangunan Provinsi Jatim itu.
Keinginan Budi membikin KC tebersit tiga bulan lalu. Dia tergerak melihat
warga Rungkut Lor yang rata-rata masih buta internet. "Jangankan internet,
komputer saja kami nggak punya," ungkap Nur Sholeh, staf RT 05/RW 05 Rungkut
Lor.
Berawal dari realita itu, Budi pun memulai perjuangannya. Untuk merenovasi
rumah dan melengkapi fasilitas KC, pria asal Lumajang itu harus merogoh kocek
pribadi sampai puluhan juta rupiah.
Bapak dua anak itu memang tidak mengatakan berapa besar jumlah rupiah yang
dikeluarkan. Namun, satu di antara tiga mobilnya kini harus parkir di garasi
orang demi mewujudkan KC. Pekan lalu Budi baru menjual mobil Honda Stream
keluaran 2003 seharga Rp 135 juta. Dia mengaku ingin menambah jumlah komputer
di base camp KC yang bernuansa oranye itu.
"Dilarang tidak bisa, ya sudah dibiarkan saja. Sudah dari dulu sukanya
begitu," komentar istri Budi, Andromeda Qomariah, merestui "kegilaan"
suaminya. Menurut Andromeda, sejak pindah ke perumahan itu pada 1997 Budi
dekat dengan warga. Berbagai kegiatan telah dilakukan bareng dengan warga
Rungkut Lor. Mulai menggelar kompetisi catur dan sepak bola, hingga memberi
modal usaha koperasi dan percetakan, yang semuanya kandas di tengah jalan.
Desain KC tak berbeda dengan warnet lain. Budi membikin satu ruang depan
layaknya ruang kendali yang dilengkapi LCD dan layar lebar. Hanya ada dua
komputer di ruang itu. Di ruang sebelah kanan ada deretan komputer yang siap
dipakai berselancar ke dunia maya. Ruang di sebelah kiri akan dijadikan taman
baca. Kala Jawa Pos bertandang Minggu lalu, pembenahan KC belum rampung.
Beberapa komputer belum dipasang.
KC rencananya dibuka 24 jam. Namun, lantaran pemakainya diharapkan anak usia
sekolah, Budi memutuskan membukanya pada jam pulang sekolah. Satu orang
disiapkan untuk menjaga KC. Tak sekadar menjaga, dia juga bertugas menuntun
para warga menikmati item-item dunia maya. Kecuali, tegas Budi, situs-situs
tak senonoh!
Soal bandwith, Budi mendapatkan bantuan dari Radnet. Penyedia jasa layanan
internet tersebut dengan senang hati diajak bekerja sama. Hingga kini Radnet
belum menarik sepeser pun ongkos bandwith. Alhasil, pengguna KC masih bebas
berselancar tanpa tagihan.
Selain mengajari cara berselancar dan mengunduh berbagai item di internet,
Budi memiliki agenda lain buat KC. Yakni, mengajak warga yang putus sekolah
belajar kembali melalui Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional). Program yang
kini kian gencar digalakkan pemerintah itu memang berjalan dengan kekuatan
internet.
Budi juga berencana mengembangkan teknologi Voice Over Internet Protocol
(VoIP). Jamak diketahui, dengan menggunakan fasilitas VoIP, masyarakat dapat
melakukan pembicaraan ke mana saja dengan biaya internet. Tak peduli telepon
ke luar negeri atau pelosok negeri, harganya sama. Jauh lebih murah daripada
tarif telepon. Nah, KC siap pula membuka warung telepon VoIP. "Saya tidak
pusing nanti bakal ada yang pakai atau tidak, yang penting kami punya
teknologinya dulu," tutur bapak dua anak itu.
Agenda lain yang bakal digarap Budi adalah KC Online. Dia telah mendesain
situs bertajuk kampoengcyber.com yang bakal diluncurkan pada 5 Agustus nanti,
bersamaan dengan pembukaan KC. Dalam KC Online akan ditampilkan berbagai
agenda warga Rungkut Lor yang dapat ditilik orang di seluruh penjuru dunia.
Budi menyediakan situs untuk kegiatan karang taruna atau tujuh belasan yang
kian dekat. Dia ingin warga Rungkut Lor, terutama muda-mudinya, bergiat
menulis aktivitas mereka. Foto-foto warga pun akan dipajang di situs. Budi
mengaku tak bisa membayangkan keceriaan para warga Rungkut Lor kelak ketika
melihat wajah-wajah mereka nampang di dunia maya.
Ke depan, Budi ingin agar Balai RW 05 dilengkapi seperangkat komputer. Siapa
pun dapat mengaksesnya. Mimpi itu memang belum terwujud. Pasalnya, warga
Rungkut Lor belum paham benar apa itu internet. Budi juga belum dapat
memutuskan siapa yang bakal mengawal Balai RW itu. Maka, untuk sementara semua
kegiatan masih berpusat di rumahnya.
Menyoal biaya di masa mendatang, Budi tak munafik. Untuk menjaga
keberlangsungan KC, dia jelas membutuhkan dana. Tak mungkin selamanya KC
gratis. Apalagi dengan obsesinya menyalurkan bandwith ke Balai RW Rungkut Lor.
"Strategi saya nggendong indhit (bahu-membahu, Red)," katanya.
Budi pun memilih strategi subsidi silang untuk menekan biaya operasional KC.
Bandwith yang dia terima (kini 128 kb) bakal dibagi kepada beberapa tetangga
dengan sistem wireless. Nah, mereka yang menjadi klien KC harus membayar
sejumlah uang setiap bulan. Dari kumpulan uang itulah ongkos bandwith
terbayar. Kini sudah tiga tetangga Budi yang berniat menjadi pelanggan.
Kalaupun warga harus membayar, harganya bakal miring. Budi mematok tarif Rp
1.000 atau Rp 2.000 per jam. Bila warga masih merasa kesulitan, Budi hanya
bakal menarik ongkos listrik. Yang jelas, Budi tak berangan-angan modal yang
dikeluarkannya dapat kembali. "Kalau tetap tidak punya, ya sudah tidak
apa-apa. Saya dulu juga orang tidak punya, saya tahu rasanya," ungkapnya.
Membayar atau tidak membayar, keberadaan KC direspons positif warga Rungkut
Lor. Seda Nur Aisyah salah satunya. Siswa kelas IX SMPN 35 Surabaya itu
mengaku senang dengan berdirinya KC. Keberadaan KC membuatnya tidak lagi
kesulitan mengakses internet. Selama ini dia mengeluarkan Rp 4 ribu sampai Rp
5 ribu per jam setiap ke warnet.
Maklum, warnet terdekat di daerah itu berada di lingkungan kampus Universitas
Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya yang jaraknya sekitar satu kilometer dari
Rungkut Lor.
Para mania game online di Rungkut Lor, terutama pemuda dari karang taruna,
juga bersorak gembira menyambut KC. Meski begitu, Budi menekankan bahwa KC
haram dipakai untuk melulu bermain. Unsur edukasi tetap dia kedepankan. "Tidak
apa-apa ber-game online, tapi nanti arahnya pelatihan komputer. Sedikit demi
sedikit ditarik minatnya," ungkap pria yang merampungkan S-2 di Magister
Manajemen Teknik (MMT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu.
Pembukaan KC bakal dilangsungkan Minggu, 5 Agustus nanti. Tak
tanggung-tanggung, yang meresmikan adalah Menteri Komunikasi dan Informasi
(Menkominfo) Mohammad Nuh. Kebetulan, Nuh adalah tetangga dekat Budi yang
beralamat di Rungkut Asri Utara nomor 5. Budi optimistis masa depan KC bakal
cerah. "Masak tetangganya Pak Menteri nggak bisa internetan," tuturnya lantas
tergelak. Ya, apa kata dunia nanti? (*)
---------------------------------
.
Best Regarts
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on,
when.