Sejujurnya dalam segala hal penghargaan terhadap
apapun di negeri ini masih sangat jauh dari yang
seharusnya didapatkan oleh seseorang yang berhak
mendapatkannya. Tidak bisa dipungkiri bahwa kehidupan
para veteran (kecuali mereka2 yang dekat dengan
penguasa dimasa lalu) amat sangat memperihatinkan.
Ayekku (nenek dalam bahasa daerahku) dulu ikut
berjuang melawan penjajahan belanda dan jepang, sejak
tahun 1960 an beliau berusa mengurus pensiunan
veterannnya. Dalam pengurusan itu banyak sekali yang
harus beliau hadapi, penolakan (dengan alasan ada saja
yang kurang dalam berkas beliau), pungutan2 yang harus
dibayar, sampai pada satu ketika dengan entengnya
pegawai yang mengurus mengatakan bahwa berkas2 beliau
hilang entah dimana. Sakit hati?? tentu saja tetapi
untung nenekku orang yang ikhlas dalam melakukan apa
saja beliau hanya berkata "mungkin memang bukan rezeki
ku. Padahal beliau juga sempat jadi ibu teladan ke 2
tahun 1979 se Sumatera Barat. Namun tiba-tiba entah
datang dari mana sekitar tahun 1997 berkas beliau
ketemu, dari tahun 1997 itulah ayekku baru mendapatkan
hak beliau. Pada saat menerima pensiunannya sebesar
Rp.300.000  Ayek berkata" Nah, kalau rezeki tidak akan
kemana". Ugh rasanya sesak dadaku, beliau tidak
berfikir bahwa selama hampir 20 tahun haknya telah di
zhalimi oleh mereka-mereka yang mengaku abdi negara. 
Salam dee




       
____________________________________________________________________________________
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! Play Monopoly Here and Now (it's updated for 
today's economy) at Yahoo! Games.
http://get.games.yahoo.com/proddesc?gamekey=monopolyherenow  

Kirim email ke