Hm... kalo karakter dari masing-masing marga ada tidak yah..? misalnya, Tarigan adalah percakap longgar atau sejenisnya. Ada yang bisa mencari tahu dan memberikan info?
bujur Jun > ----- Original Message ---- > From: Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Thursday, August 23, 2007 11:36:23 AM > Subject: [infokaro] Fwd: Sejarah Marga - Marga Karo > > > > Note: forwarded message attached. > > Best Regarts > > www.dausmedia. cjb.net > > > > Choose the right car based on your needs. Check out > Yahoo! Autos new Car Finder tool. > > Sejarah Merga-merga Karo > > > Ditulis oleh > Friday, 13 October 2006 > > Sejak pertama kali kita menghirup udara di bumi ini, > kita sudah > diberi (merek) merga / beru, yang nantinya kelak > menjadi identitas > dari ragam budaya karo. Tapi tahukah kita, dari mana > sejarah merga > kita ? Nah, untuk menambah nilai plus kita sebagai > Permata yang > berintegritas, tidak ada salahnya bila kita > mengetahui asal merga- > merga kalak karo. > > 1. Merga Ginting > > Merga Ginting terdiri atas beberapa Sub Merga > seperti : > > a. Ginting Pase > Ginting Pase menurut legenda sama dengan Ginting > Munthe. Merga Pase > juga ada di Pak-Pak, Toba dan Simalungun. Ginting > Pase dulunya > mempunyai kerajaan di Pase dekat Sari Nembah > sekarang. Cerita Lisan > karo mengatakan bahwa anak perempuan (puteri) Raja > Pase dijual oleh > bengkila (pamannya) ke Aceh dan itulah cerita cikal > bakal kerajaan > Samudera Pasai di Aceh. Untuk lebih jelasnya dapat > di telaah cerita > tentang Beru Ginting Pase. > > b. Ginting Munthe > Menurut cerita lisan karo, Merga Ginting Munthe > berasal dari > Tongging, kemudian ke Becih dan Kuta Sanggar serta > kemudian ke Aji > Nembah dan terakhir ke Munthe. Sebagian dari merga > Ginting Munthe > telah pergi ke Toba (Nuemann 1972 : 10), kemudian > sebagian dari merga > Munthe dari Toba ini kembali lagi ke Karo. Ginting > Muthe di Kuala > pecah menjadi Ginting Tampune. > > c. Ginting Manik > Ginting Manik menurut cerita masih saudara dengan > Ginting Munthe. > Merga ini berasal dari Tongging terus ke Aji Nembah, > ke Munthe dan > Kuta Bangun. (R.U. GINTING, SH). Merga Manik juga > terdapat di Pak-pak > dan Toba. > > d. Ginting Sinusinga > Menurut penulis, sejarah Ginting Sinusinga belum > lagi jelas, akan > tetapi mereka adalah pendiri kampung Singa. > > e. Ginting Seragih > Menurut J.H. Neumann, Ginting Seragih termasuk salah > satu merga > Ginting yang tua dan menyebar ke Simalungun menjadi > Saragih, di Toba > menjadi Seragi. > > f. Ginting Sini Suka > Menurut cerita lisan Karo berasal dari Kalasan > (Pak-Pak), kemudian > berpindah ke Samosir, terus ke Tinjo dan kemudian ke > Guru Benua, > disana dikisahkan lahir Siwah Sada Ginting, yakni : > > - Ginting Babo > - Ginting Sugihen > - Ginting Guru Patih > - Ginting Suka ( ini juga ada di Gayo / Alas) > - Ginting Beras > - Ginting Bukit (juga ada di Gayo / Alas) > - Ginting Garamat (di Toba menjadi Simarmata) > - Ginting Ajar Tambun, dan > - Ginting Jadi Bata. > > Kesembilan orang merga Ginting ini mempunyai seorang > saudara > perempuan bernama " Bembem br Ginting", yang menurut > legenda > tenggelam ke dalam tanah ketika sedang menari di > Tiga Bembem atau > sekarang Tiga Sukarame, kecamatan Munte. > > g. Ginting Jawak > Menurut cerita Ginting Jawak berasal dari > Simalungun. Merga ini hanya > sedikit saja di daerah Karo. > > h. Ginting Tumangger > Hingga sampai saat ini penulis belum mengetahui > asal-usulnya, akan > tetapi merga ini juga ada di Pak Pak, yakni merga > Tumanggor. > > i. Ginting Capah > Penulis juga belum mengetahui asal-usulnya, akan > tetapi Capah > berarti "tempat makan besar terbuat dari kayu", atau > piring > tradisional Karo. > > 2. Merga Karo-Karo > > Merga Karo-Karo terbagi atas beberapa Sub Merga, > yaitu : > a. Karo-Karo Purba > Merga Karo-Karo Purba menurut cerita berasal dari > Simalungun. Dia > disebutkan beristri dua orang, seorang puteri umang > dan seorang ular. > Dari isteri umang lahirlah merga-merga : > > ~ Purba > Merga ini mendiami kampung Kabanjahe, Berastagi dan > Kandibata. > > ~ Ketaren > Dahulu rupanya merga Karo-Karo Purba memakai nama > merga Karo-Karo > Ketaren. Ini terbukti karena Penghulu rumah Galoh di > Kabanjahe, > dahulu juga memakai merga Ketaren. Menurut budayawan > Karo, M.Purba, > dahulu yang memakai merga Purba adalah "Pa Mbelgah". > Nenek moyang > merga Ketaren bernama "Togan Raya" dan "Batu Maler" > ( referensi K.E. > Ketaren). > > ~ Sinukaban > Merga Sinukaban ini sekarang mendiami kampung Kaban. > Mungkin sekali > yang disebut ibu umang tersebut, karena kemudian ia > menghilang tak > diketahui rimbanya. > > Sementara dari isteri ular lahirlah anak-anak yakni > merga-merga : > > * Karo-Karo Sekali > Karo-Karo sekali mendirikan kampung Seberaya dan Lau > Gendek, serta > Taneh Jawa. > > * Sinuraya / Sinuhaji > Merga ini mendirikan kampung Seberaya dan Aji > Siempat, yakni Aji > Jahe, Aji Mbelang dan Ujung Aji. > > * Jong / Kemit > Merga ini mendirikan kampung Mulawari. > > * Samura, di Samura dan > > * Karo-Karo Bukit, di Bukit. > > Kelima Sub Merga ini menurut cerita tidak boleh > membunuh === message truncated === ____________________________________________________________________________________ Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. http://travel.yahoo.com/
