Note: forwarded message attached.
   
  Betul pa ningku sekali min erkiteken kam Tarigan mergana, aku pe Tarigan 
mergaku bebere ginting, enam lebe sada tutur si ban ope lenga sinen ngedang 
meterukna tuturta.
   
  Aku pe sepakat, adi iban sada diskusi panel atau pe suatu seminar-seminar 
kajian akan pemekaran ini. Seperti yang kuutarakan sebelumnya, ula kari 
pemekaran enda hanya kepentingan segelintiran elit untuk berbagi-bagi kue 
jabatan tapi kiranya lebih kuakap adi pemekaran untuk kesejahteraan masyarakat. 
Jadi dengan membuat kajian ini, kita bisa mengundang semua perangkat desa yang 
akan masuk ke dalam wilayah pemekaran, begitu juga dengan tokoh-tokoh 
masyarakat yang ada di desa tersebut bukan para elit-elit lokal. Jadi ketika 
kita melibatkan masyarakat banyak dalam kajian usulan pemekaran maka tampak 
bagaimana masyarakat itu memandang maknanya.
   
  Janah bisa saja pemekaran ini berkembang bukan hanya Pemko Berastagi bisa 
menambah kearah Pemko Berastagi Kabanjahe, Singalor Lau, Kabupaten Deli, 
Langkat Hulu dll.
  Jadi kita bisa berpikir secara rasional dan bukan emosional. Sehingga tiada 
lagi pro kontra akan pemekaran melainkan sepakat sekata walau apapun nanti 
hasilnya.
   
  Peduakan sambil kita berjuang kerah sana satu hal yang kita jangan lupa 
bagaimana mensejahterakan masyarakat kita sendiri. Man Bapanta si genduari enda 
erjabaten baik di Legislatif, Eksekutif maupun Judikatif ula ka lupa 
memperjuangkan segala dana yang ada di pemerintahan untuk kemajuan daerah Karo. 
Bagi Si Deli Serdang, ada puluhan anggota DPRD Deliserdang kalak karo dari 45 
anggota Dewan kurasa kalau sepakat sekata untuk perjuangan Alokasi dana 
pemabangunan ke daerah Gunung sangat bisa berhasil dan dapat dirasakan rakyat 
secara langsung. Begitu juga DPRD-DPRD daerah lain si masyarakatna rame orang 
karo. Dan tak terlupa juga Bapanta si i DPRD SU ras DPR RI e pe lit kalak 
karona seh ku Menteri ras ketua Partai lit kalak karona/. Kalo lah kita sehati, 
tiada kata daerah Karo itu terbelakang. Apalagi kalau bisa GUBSU periode depan 
orang karo, e entah terngerin pembangunan Daerah Karo e mis. Kuakap begem lebe, 
adi bas tulisan enda campur-campur bahasana maklum kam.
   
  Mejuah-juah
  Selamat Berjuang Pemekaran
  Jaya Karo
   
   
  Hendra G. Tarigan
  Pemuda dan Mahasiswa HMKI SUMUT

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
--- Begin Message ---
Mejuah-juah Hendra!

Coba bahan sada Panel Diskusi tentang  Pemekaran Pemkot Berastagi . Pemuda dan 
mahasiswa nari nge si murni memperjuangkan kebenaran, sideban enggo melalasa 
sponsor, lanai murni. Sebagai bahan menyusun proposal, ku kira informasi si lit 
bas milista enda pe nggo cukup.

Nara sumber: Yang mewakili  Anggota DPRD Sumut dan Tanah Karo, Pemda tingkat II 
Karo, HMKI, dan Pengamat Politik.

Peserta: mahasiswa dan masyarakat si terkena rencana pemekaren Pemkot Berastagi 
(utama).

Hasil diskusi jadi usul HMKI  man Depdagri.

Bujur ras mejuah-juah kita kerina.

Bang KT




----- Original Message ----
From: hendra gunawan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, November 4, 2007 2:37:03 AM
Subject: [tanahkaro] Fwd: [infokaro] Re: Re: pemko Berastagi

Note: forwarded message attached.

Suatu perdebatan yang panjang mengenai Pemekaran
daerah di Indonesia.

Suatu perjuangan yang panjang untuk mendapatkan
kesejahteraan itu dan membagi ratakannya kepada
masyarakat. Akibat ketertindasan, keterpurukan
perekonomian membuat rasa saling curiga, iri
bermunculan. Begitu juga isu pemekaran yang terjadi
saat ini, semua berdalih demi meningkatkan
kesejahteraan masyarakat.

Yang menjadi pertanyaan sekarang apakah pemekaran
merupakan satu-satunya solusi untuk peningkatan
kesejahteraan masyarakat? 

Saya rasa tidak. hal ini bukan berarti saya tidak
setuju akan pemekaran tetapi saya lebih sepakat
bagaimana kita nehken ate keleng man sangkap ngeluhta.
Man kam Bapa Kami si erjabaten, labo pemekaran si
prioritas utama bas pendahinndu, tetapi tunjukan
keprofesionalanmu dalam mengatasi berbagai persoalan
rakyat.

Tolong pikirkan matang aspek untung rugi pemekaran
itu, bukan secara emosional belaka tetapi penuh
perhitunganlah. Ula kerna jabatan kita abaikan
kepentingan masyarakat.

Pemekaran adalah perjuangan panjang, selamat berjuang
panitia.

Pemuda dan Mahasiswa HMKI SUMUT

Hendra G. Tarigan

____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail. yahoo.com 
 


-----Inline Message Follows-----


Mengamati Pemberitaan seputar Rencana Pemekaran Pemko Berastagi bagekape 
Kabupaten Singalor Lau, Rikut ras Kabupaten Langkah Hulu si notebene ni ingani 
kalak Karo, maka mis kal aku teringat kuan-kuan siadi ija isi kuan-kuanna 
emekapken "LABO LIT DUA MANUK SABUGAN SADA LIPO"

Aku cuma sekedar nginget kuan-kuan enda ndai, tapi entah kuan-kuan enda berlaku 
ibas proses pemekaren i kutanta Tanah Karo Simalem berlaku nge kuan-kuan enda 
entah lang, elabo kal kuteh pastina, mudah-mudahan jangan lah ya.... :)

MU Ginting <[EMAIL PROTECTED] se> wrote:
--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, kontan tarigan <kontan_tarigan@ ...> wrote:
" Pemko Berastagi sudah menghitung untung ruginya? Saya kira hal ini perlu 
diperhitungkan sejelas-jelasnya. " 
 
Mejuah-juah permilis sirulo
Objektif kuakap kalimat Bang KT idatas enda. Kai gia sibahan gelah tetap rusur 
siperhitungken untung rugina man Karonta, termasuk pemekaran. Pemekaran Karo 
jadi piga-piga kabupaten ibas persiapan erbahan sada propinsi Karo. Enggo kang 
mekatep sibahas soal enda ibas kesempaten-kesempat en si enggo lewat, tapi 
lenga bo kapken lit sada pe pemekaran enda ndai. Emaka tetap nge aktual adi 
siterusken ka diskusi soal enda. Kuncina atau pedomanna tentu ’untung rugina’ 
adah ndai. 
 
Penilaian sienggo mekatep kubahan ku milista emkap dari segi keadilan, ras 
hubungenna ka soal perjuangan keadilan sebagai kontradiksi pokok dunia, 
pembebasan etnis Karo dari dominasi/hegemoni etnis lain di Sumut. Propinsi 
adalah perpanjangan tangan Pusat kata ex presiden Megawati. Karo sangat jauh 
dari apa yang dinamakan propinsi Sumut, tangan itu tidak sampai di Karo, begitu 
juga pembagian keadilan atau dana apa saja dari pusat yang seharusnya jadi hak 
etnis Karo. 
 
Lihat juga tetangga kita, Taput sudah jadi 4 kab, Tapsel bakal 4 kabupaten + 1 
pemko. Deli-serdang dimekarkan jadi + Sergai, kab Deli masih terhalang . . . 
pikirkan siapa yang menghalang atau yang berkepentingan menghalangi? Begitu 
juga Langkat Hulu. Bandingkan dengan semua kabupaten-kabupaten Sumut lainnya 
yang berjalan lancar pemekarannya. Singalorlau dan Berastagi siapa 
berkepentingan menghalangi? Bayangan propinsi Karo harus meliputi 4 + 1 kota: 
kab Karo, Singalorlau, Berastagi, Deli, Langkat Hulu atau kab Tigalingga. 
 
Enggo ka mekatep kupostingken uga ketidakadilan man Karo dari pihak propinsi 
Sumut, misalnya soal Dana Pendidikan ku tiap kabupaten Sumut, soal DAU/DAK, 
diantaranya message dibawah ini, 
Message tanahkaro no 17250 Tue Apr 25, 2006 4:47 pm
Message tanahkaro no 21421 Sat Apr 21, 2007 11:41 pm 
 
Soal pemekaran, mendagri Mardiayanto mengatakan di Surabaya: 
"Menjelang pemilu 2009 kita tidak akan melakukan pemekaran wilayah dulu,"kata 
Mendagri Mardiayanto, detikcom Senin (22/10/2007)
 
Mendagri bikin pernyataan sepihak, dari dirinya sendiri atau atas perintah 
presiden SBY. Alasannya pemilu, untuk persiapan menang tentunya, kemenangan 
bagi elit politisi, bukan bagi rakyat. Masalah pemekaran adalah masalah 
kepentingan rakyat, semacam proses yang sangat komplikasi bagi tiap penduduk 
daerah, semacam pemberdayaan (empowerment) bagi rakyat setempat, dalam 
menangani pemerintahan, pembangunan, pendidikan, budaya, pembebasan dirinya 
dari dominasi daerah lain, atau etnis lain, pokoknya meneruskan perjuangan demi 
keadilan atas dirinya dan daerahnya. Perjuangan keadilan dunia harus dimulai 
secara lokal, tidak perlu ada keraguan. 
 
" Dari sisi lain, Indra Samego (Pengamat Politik LIPI) melihat, penunjukan 
Mardianto juga merupakan suatu langkah politik mengantisipasi Pemilu 2009. . . 
. Lepas dari hal itu, Indria Samego memandang, tampilnya bekas Pangdam 
Diponegoro ini semakin mengukuhkan tradisi militer untuk posisi Mendagri. " 
(web BEM IT 10 nov surabaya)
 
Mendagri bukan hanya militer, tetapi militer Orba dan meneruskan tradisi 
’sepihaknya’ alias diktatoris, jauh dari sikap demokratis atau separuh 
diktatoris atau mungkin lebih cocok ’the weak dictator’ seperti saya baca dari 
Wikipedia, 
The weak dictator has, for any social goal he/she has in mind, and for any 
political scenario, a course of action that would bring about the desired goal. 
For the weak dictator, it is usually not enough to "give their orders", rather 
he/she has to manipulate the political scene appropriately. This means that the 
weak dictator might actually be lurking in the shadows, working within a 
political setup that seems to be non-dictatorial.
 
Pemekaran adalah proses pemberdayaan rakyat, proses perluasan demokrasi dan 
pemerataan keadilan, terutama yang diakibatkan oleh ethnicgroups selfassertion 
dan ethnicgroups struggling for territorial power or state power yang sudah 
berlangsung ratusan tahun diseluruh dunia (internal colonialism) dan di Sumut 
selama merdeka dengan kedok propinsi Sumut.
 
Salam keadilan
MUG
--


Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping. 
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: http://shopping. yahoo.se/ 
c-169901- resor-biljetter. html




Best Regarts

www.dausmedia. cjb.net

____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail. yahoo.com 
Mengamati Pemberitaan seputar Rencana Pemekaran Pemko Berastagi bagekape 
Kabupaten Singalor Lau, Rikut ras Kabupaten Langkah Hulu si notebene ni ingani 
kalak Karo, maka mis kal aku teringat kuan-kuan siadi ija isi kuan-kuanna 
emekapken "LABO LIT DUA MANUK SABUGAN SADA LIPO"

Aku cuma sekedar nginget kuan-kuan enda ndai, tapi entah kuan-kuan enda berlaku 
ibas proses pemekaren i kutanta Tanah Karo Simalem berlaku nge kuan-kuan enda 
entah lang, elabo kal kuteh pastina, mudah-mudahan jangan lah ya.... :)

MU Ginting <[EMAIL PROTECTED] se> wrote:
--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, kontan tarigan <kontan_tarigan@ ...> wrote:
" Pemko Berastagi sudah menghitung untung ruginya? Saya kira hal ini perlu 
diperhitungkan sejelas-jelasnya. " 
 
Mejuah-juah permilis sirulo
Objektif kuakap kalimat Bang KT idatas enda. Kai gia sibahan gelah tetap rusur 
siperhitungken untung rugina man Karonta, termasuk pemekaran. Pemekaran Karo 
jadi piga-piga kabupaten ibas persiapan erbahan sada propinsi Karo. Enggo kang 
mekatep sibahas soal enda ibas kesempaten-kesempat en si enggo lewat, tapi 
lenga bo kapken lit sada pe pemekaran enda ndai. Emaka tetap nge aktual adi 
siterusken ka diskusi soal enda. Kuncina atau pedomanna tentu ’untung rugina’ 
adah ndai. 
 
Penilaian sienggo mekatep kubahan ku milista emkap dari segi keadilan, ras 
hubungenna ka soal perjuangan keadilan sebagai kontradiksi pokok dunia, 
pembebasan etnis Karo dari dominasi/hegemoni etnis lain di Sumut. Propinsi 
adalah perpanjangan tangan Pusat kata ex presiden Megawati. Karo sangat jauh 
dari apa yang dinamakan propinsi Sumut, tangan itu tidak sampai di Karo, begitu 
juga pembagian keadilan atau dana apa saja dari pusat yang seharusnya jadi hak 
etnis Karo. 
 
Lihat juga tetangga kita, Taput sudah jadi 4 kab, Tapsel bakal 4 kabupaten + 1 
pemko. Deli-serdang dimekarkan jadi + Sergai, kab Deli masih terhalang . . . 
pikirkan siapa yang menghalang atau yang berkepentingan menghalangi? Begitu 
juga Langkat Hulu. Bandingkan dengan semua kabupaten-kabupaten Sumut lainnya 
yang berjalan lancar pemekarannya. Singalorlau dan Berastagi siapa 
berkepentingan menghalangi? Bayangan propinsi Karo harus meliputi 4 + 1 kota: 
kab Karo, Singalorlau, Berastagi, Deli, Langkat Hulu atau kab Tigalingga. 
 
Enggo ka mekatep kupostingken uga ketidakadilan man Karo dari pihak propinsi 
Sumut, misalnya soal Dana Pendidikan ku tiap kabupaten Sumut, soal DAU/DAK, 
diantaranya message dibawah ini, 
Message tanahkaro no 17250 Tue Apr 25, 2006 4:47 pm
Message tanahkaro no 21421 Sat Apr 21, 2007 11:41 pm 
 
Soal pemekaran, mendagri Mardiayanto mengatakan di Surabaya: 
"Menjelang pemilu 2009 kita tidak akan melakukan pemekaran wilayah dulu,"kata 
Mendagri Mardiayanto, detikcom Senin (22/10/2007)
 
Mendagri bikin pernyataan sepihak, dari dirinya sendiri atau atas perintah 
presiden SBY. Alasannya pemilu, untuk persiapan menang tentunya, kemenangan 
bagi elit politisi, bukan bagi rakyat. Masalah pemekaran adalah masalah 
kepentingan rakyat, semacam proses yang sangat komplikasi bagi tiap penduduk 
daerah, semacam pemberdayaan (empowerment) bagi rakyat setempat, dalam 
menangani pemerintahan, pembangunan, pendidikan, budaya, pembebasan dirinya 
dari dominasi daerah lain, atau etnis lain, pokoknya meneruskan perjuangan demi 
keadilan atas dirinya dan daerahnya. Perjuangan keadilan dunia harus dimulai 
secara lokal, tidak perlu ada keraguan. 
 
" Dari sisi lain, Indra Samego (Pengamat Politik LIPI) melihat, penunjukan 
Mardianto juga merupakan suatu langkah politik mengantisipasi Pemilu 2009. . . 
. Lepas dari hal itu, Indria Samego memandang, tampilnya bekas Pangdam 
Diponegoro ini semakin mengukuhkan tradisi militer untuk posisi Mendagri. " 
(web BEM IT 10 nov surabaya)
 
Mendagri bukan hanya militer, tetapi militer Orba dan meneruskan tradisi 
’sepihaknya’ alias diktatoris, jauh dari sikap demokratis atau separuh 
diktatoris atau mungkin lebih cocok ’the weak dictator’ seperti saya baca dari 
Wikipedia, 
The weak dictator has, for any social goal he/she has in mind, and for any 
political scenario, a course of action that would bring about the desired goal. 
For the weak dictator, it is usually not enough to "give their orders", rather 
he/she has to manipulate the political scene appropriately. This means that the 
weak dictator might actually be lurking in the shadows, working within a 
political setup that seems to be non-dictatorial.
 
Pemekaran adalah proses pemberdayaan rakyat, proses perluasan demokrasi dan 
pemerataan keadilan, terutama yang diakibatkan oleh ethnicgroups selfassertion 
dan ethnicgroups struggling for territorial power or state power yang sudah 
berlangsung ratusan tahun diseluruh dunia (internal colonialism) dan di Sumut 
selama merdeka dengan kedok propinsi Sumut.
 
Salam keadilan
MUG
--


Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping. 
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: http://shopping. yahoo.se/ 
c-169901- resor-biljetter. html




Best Regarts

www.dausmedia. cjb.net

____________ _________ _________ _________ _________ __
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail. yahoo.com

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

--- End Message ---

Kirim email ke