Mejuah Juah Bang Bode Bagepe Man Banta Kerina Permilis
   
  Menarik kang situhuna kuakap tulisenndu enda bang. Engkai makana menarik 
ningku tentuna si ceritakendu si teruh enda ndai labo berdasarken karangen 
fiktif saja tapi memang si kenyataan si enggo pernah i alamindu.
   
  Mungkin kita pe kerina si jadi anggota milis enda tentuna lit kang 
pengalamen-pengalamen sideban, si tentuna berhubungen langsung ras kalak karo. 
   
  Tapi sada hal si menarik kuakap, ija enggo pe kita rusur kena tokoh-tokoh 
entah pe nokohi kalak karo, tapi aku sebagai kalak karo tetap kalak karo, dan 
senantiasa terpanggil untuk Karo (adilakin kalak karo ndai labo malemna) bagem 
ia kira-kira kata gendekna.
   
  Janah adila aku silap erkite-kiteken si edi ndai kang kuakap makana kita 
pulung kerina ibas forum enda?!.....
   
  haryanto bode <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              Mejuah-juah semua,
   
  Ini hanyalah sebuah contoh nyata, kita dapat banyak pelajaran dari apa yang 
sedang diperdebatkan oleh kelompok SM dan SS. Hal ini sudah pembawaan kita dan 
menjadi mental kelompokkita. Ini adalah gambaran nyata orang karo, yang 
diperebutkan adalah masa lalu, padahal semua tinggal sejarah. Namun bekasnya 
masih saja memiliki track line di hati atau lebih dikenal dengan pendendam. 
Namun bukan berati kita tidak bisa maju dengan tingkah polah seperti ini. Kita 
tetap bisa maju, walaupun dengan banyak internal problems.
   
  Banyak perumpamaan dan istilah yang biasa kita dengar, tidak berlaku bila 
diterapkan kepada orang karo. Contohnya Pakailah Ilmu Padi Semakin Berisi 
Semakin Merunduk, isekin kalak karo si ngit runduk, purak-purak runduk mungkin. 
   
  Mungkin saja kalau dibuat riset akan tingkah laku individu orang karo maka 
VARIABELPENDIDIKAN, AGAMA dan LINGKUNGAN tidak menjadi variabel yang 
SIGNIFIKAN. Beberapa contoh:
   
  Tahun 90 han waktu saya masih Kuliah, ada Dosen orang karo yang saat itu 
berpendidikan paling tinggi (DR), karena emosinya memukul/meninju pembantu 
dekan karena menegur sang dosen karo ini karena tidak memakai kelengkapan 
upacara (namun ini kabar yang saya dengar?tidak saya lihat langsung dan kami 
beda Fakultas).
   
  Kalian masih ingat tidak, pejabat daerah dan juga Kolonel purnawirawan orang 
karo yang tertangkap polisi main judi di NTT, bafaimana itu? memalukan.
   
  Ini pengalaman pribadi keluarga:
   
  Pengalaman kami pernah ditipu mentah-mentah jutaan rupiah oleh seorang karo, 
yang  dikenal sebagai pengurus gereja, juga seorang dosen/kolega, dan sekarang 
mungkin sudah doktor dari salah satu universitas di Bandung.  Kalau saya 
mengambil kesimpulan ini, maka kurang apalagi sih orang macam ini, dekat Tuhan 
kita bilang, dekat dooooooong  sayakan pengurus gereja jawabnya. Berpendidikan 
kita bilang, calon doktor katanya (waktu itu dia masih Ir, MP, belum pergi 
sekolah). bertanggungjawab kita bilang, saya ini dosen, dilingkungan dosen. 
(kalau mau tahu siapa orangnya silahkan JAPRI ke saya). 
   
  Pengalaman yang satu ini tetap saya ingat karena uang yang diberikan itu 
adalah uang saya yang didepositokan di bank BHS waktu itu, dan dipinjamkanpun 
karena dia datang dengan gaya yang meyakinkan. selain itu saya akan segera 
berangkat ke bandung untuk program DUE tahun 1997 dan waktu itu bunganya juga 
sama dengan bunga Bank 2% perbulan (1997 lho, masih kami simpan suratnya). 
Sebagai tambahan, kami memang sejak SMP tidak lagi pernah meminta uang harian 
kepada orang tua kami, karena semua sudah didepositokan ke bank, dan bungganya 
untuk biaya uang sehari2 dans sekolah, ini cukup baik, membuat kami mandiri dan 
mampu mengatur pengeluaran).
   
  Pengalaman jelek lainnya adalah membangun usaha di kampung orang Karo (i 
jumanta), kita pernah membuka usaha di kampunya orang karo di deliserdang 
dengan bermodal ratusan juta rupiah, membuka perternakan yang kotorannya 
kemudian ditampung didalam kolam yang berisi ikan nila, emas, lele dan 
lain-lain seluas 4 hektar (24 kolam).  Dengan penjagaan ketat 3 keluarga dan di 
bawah pengawasan polisi pada saat-saat tertentu dan juga sudah disampaikan ke 
anak kampung, jika panen sisa panen untuk anak kampung (memang selama ini juga 
begitu kebiasaannya). 
  Rupanya entah karena negara lagi miskin (2001-02), atau memang terlalu 
berani, atau bagaimana? Usaha ini banyak di amati orang kampung dan yang 
terjadi adalah setiap ada kesempatan pada waktu malam mereka memanen ikan 
tersebut dikolam kita, dan tentunya itu semua diketahui setelah masanya 
melakukan panen beberapa kolam, dan ternyata hasilnya yang diperkirakan 600 kg, 
yang diperoleh cuma 60 kg. Dan tentunya dilakukan investigasi, setelah satu 
keluarga dipecat dari kerjaannya baru dia mengaku diancam oleh si X,Y, Z dan 
hampir semua orang karo, yang sebagian kita kenal dengan baik, dan selalu 
menyapa SEHAT KAM SILIH. Dasar Orang Karo (Grrrrrrrrrrrr).
   
  Sejak saat itu kita memutuskan tidak jadi membangun apapun lagi di sana, 
walaupun saat itu saya sudah sempat membawa kawan cina dari jepang yang ingin 
investasi membangun sumber air minum di sana. Namun Bapak bersikerasuntuk tetap 
meneruskan, tetapi karena bapak mendapat jabatan lain di kantor tidak jadi di 
follow up waktu itu. (belum jera juga rupanya bapak membuka proyek dikampung 
sendiri, hehehe).
   
  Ini lah pengalaman bersama orang karo, oya kemaren (awal 2007)  juga ada 
orang karo yang mengaku ahli dan menawarkan  program pulsa elektronik, dan juga 
ternyata penipu juga. Orangnya juga saya temukan dari milis ini, saya rekom ke 
abang saya yang bekerja dibidang itu juga, eh tau-tau dia tidak bertanggung 
jawab.
   
  Tapi begitulah ceritanya biarkam-kam semua tahu, jangan asal tulis saja dan 
cobalah berinteraksi di alam nyata. Cobalah kam masukkan orang karo kesistem 
yang kam bangun, rusak sistemkan dibuatnya. hem silahkan kalau ada yang tidak 
sependapat dan mau membantah dan memberikan pengalaman baik bekerjasama dengan 
orang karo.
   
  Bagi Saya/kami apa yang dipertontonkan debad antara SS dan MS tidaklah 
seberapa dibandingkan dengan pengalaman kami berusaha dan membangun 
bersama-sama  orang karo. Kami mengangap itu wajar dan tidaklah menjadi hal 
yang harus ditakuti dan di larang untuk berdebat. Namun tentunya semangat 
membangun tetap berjalan terus.
   
  Sebagai tambahan, jangan dikira kita/kami berhenti membantu orang karo, tidak 
kurang 20 orang tamat SGO/SPG, SMA, STM yang disekolahkan dari rumah kita, 
anak-anak dari keluarga yang tidak mampu kuta nari (makan, uang sekolah 
kita/bapak dan mamak yang tanggung), bahkan 2 sarjan USU dan 1 satu dari poltek 
USU. Kita sekolahkan dari SD sampai tamat  sarjana peternakan dari USU (wisuda 
2006 yang lalu) pun ada (itu semua orang karo). Namun tentunya kami sudah 
sepakat dalam keluarga KALAU MAU NOLONG YA NOLONG AJA, JANGAN HARAPKAN APAPUN 
DARI DIDIKAN DAN BANTUAN YANG KITA BERIKAN. 
   
  Kai sikuturiken enda sebagian dari kenyataan hidup kami, ula kari semakin 
terbuka saya ada yang mengagap saya sombong, coba ambilah nilai positif dari 
yang saya terangkan akan pengalaman di atas. Begitu juga pengalaman SS dan SM 
tersebut.
   
  Yang Pasti Semua Tuhan Tahu, Karena Hati Manusia adalah Pelita Tuhan.
   
  Bode Haryanto Tarigan, NCKU TW.
  
 


  
---------------------------------
  Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.   

                         


Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke