Mejuah Juah Turang Chistine bagepe Permilis Sirulo
Saya Pribadi juga sependapat dengan apa yang kam tuliskan dibawah ini,
beberapa hari yang lalu saya membaca berita dari harian lain di Medan, bahwa
Penyelenggaraan Pergelaran Budaya Karo Di Penang Malaysia beberapa minggu yang
lalu sepi penonton lantaran memang kurang promosi sebelumnya, dan saya kurang
mengerti apakah memang benar-benar murni dilakukan untuk mempromosikan
pariwisata karo, atau malah moment ini hanya digunakan sebagai ajang
jalan-jalan keluar negeri aja oleh pihak terkait untuk menghabiskan APBD?
Mudah-mudahan saja kita salah presepsi....
Marlyn Christine <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Mjuah2,
Sebelumnya saya mengucapkan Selamat Natal buat turang/senina yg merayakan dan
Selamat menyongsong Tahun Baru buat kita semua.
Pemerintah Kab. Karo mempromosikan pariwisata ke luar negeri?
Tapi apanya saja yg mau dipromosikan ya? apa hanya kesenian/budaya saja? atau
daerah2 wisata di Tanah Karo juga? hmmm...:)
Apakah tidak seharusnya kita sudah membenahi daerah wisata kita dulu dan
setelah itu dipromosikan? atau promosi dulu dan sejalan dengan itu apa yg
dipromosikan itu dibenahi???
Februari 07, saya pulang ke Kabanjahe tapi hingga saat itu tidak ada satu
tempatpun yg menurut saya layak utk menjadi tempat kunjungan wisata lagi (skrg
mungkin sudah banyak perubahan). Sekitar thn 80an-90an tempat2 wisata di Tanah
Karo jauh lebih layak utk disebut tempat wisata daripada sekarang ini. Salah
satu contoh, Gundaling yg dulunya lumayan tertata rapi, tapi skrg patung2nya
saja sudah bnyk yg tidak terawat dan secara umun tempat ini jauh dari kesan
bersih dan nyaman. Dan masih banyak bangunan, monumen, dan tempat2 yg dulunya
bagus tapi karena tidak/kurang perawatan membuatnya sekarang tidak menarik sama
sekali. Padahal anggaran biaya perawatan tiap tahunnya kan seharusnya ada
tuh???
Menurut saya, selain budaya yg menarik, bersih dan rapi adalah salah satu kunci
kesuksesan suatu daerah utk menjadikannya tempat kunjungan wisata. Saya pernah
merasa kesal dgn org yang mengatakan bahwa "jorok" adalah salah satu budaya org
Karo. Saya tidak bs terima karena "jorok" itu bukanlah budaya tapi kebiasaan yg
meskipun tidak mudah tapi bisa diubah. Tapi jika kita mau berpikir positif dari
pandangan negatif orang lain, kita bisa belajar utk berbenah diri kalau memang
mau Tanah Karo menjadi daerah kunjungan wisata lagi. Salah satu kebijakan yg
menurut saya patut utk dikembalikan lagi (saya lupa masa pemerintahan bupati
siapa); mendenda org yg buang sampah tidak pada tempatnya tapi sayang dulu
gaungnya cuma sebentar.
Sejalan dengan Visit Indonesia Year 2008, walaupun tidak mudah, adalah momen yg
tepat utk Tanah Karo mengembalikan citranya sebagai daerah wisata lagi. Gelah
pang/percaya diri kita ngataken ku kalak "Reh kam ku Tanah Karo, inganna
mejile, jelmana ramah, panganna entabeh, mbue bunga ras buahna, nce murah ka"
Sukses buat smua promosi wisata Tanah Karo...
----- Original Message ----
From: Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, December 27, 2007 12:03:47 PM
Subject: [infokaro] informasi tanah karo : Walau Sepi Penonton, Diundang ke
Korea Selatan
Jum'at, 28/12/2007
PEMKAB Karo telah berulang kali melakukan kunjungan ke luar negeri untuk
memperkenalkan potensi daerah termasuk pariwisata dan kesenian. Namun apakah
kegiatan tersebut sudah berdampak terhadap kemajuan daerah, apakah tidak ada
cara lain memperkenalkan Karo ke dunia luar?
Berikut petikan perbincangan SINDO dengan Kabag Humas Pemkab Karo, Robert
Perangin-angin. Apa tujuan utama Pemkab Karo melakukan kunjungan ke Penang
beberapa hari yang lalu?
Tujuan utama untuk memperkenalkan produkproduk maupun budaya dari Karo
sendiri.
Kalau hasil ril dari kunjungan tersebut apakah akan dapat bersentuhan dengan
kepentingan masyarakat Karo?
Sudah barang tentu, contohnya saja, kalau semakin banyak yang tertarik dengan
Karo, maka akan semakin banyak wisatawan yang datang. Jadi masyarakat akan
diuntungkan dengan kunjungan tersebut.
Hanya sekedar itu saja, apakah tidak ada tujuan menggandeng investor asing ?
Itu juga sudah pasti, kalau semakin banyak investor menanamkan modalnya ke
suatu daerah, maka sudah pasti daerah tersebut akan semakin maju. Contoh
kecilnya saja, kalau semakin banyak perusahaan asing, maka akan semakin banyak
tenaga kerja yang tertampung demikian juga pendapatan pemerintah dari hasil
pajak yang harus dibayar investor
Kembali ke soal kunjugan Pemkab Karo ke Penang, Malaysia. Saat pertunjungan
kesenian mengapa begitu sepi penonton ?
Itu mungkin karena pada saat pementasan tidak dilakukan pada saat malam
libur, jadi tidak banyak pengunjung yang datang, dan sepinya pentonton tersebut
bukan hanya dialami oleh tim kesenian Pemkab Karo, tapi kesenian negara lain
juga sama kondisinya, kalau tidak melakukan pementasan pada malam libur.
Sepinya penonton justru bukan karena kurang menariknya kegiatan seni yang
ditampilkan?
Sama sekali tidak, karena kegiatan seni Karo cukup menarik. Buktinya tim
kesenian ini juga akan diundang oleh pemerintah Korea untuk tampil di negaranya
dalam beberapa waktu mendatang. Hal ini kan membuktikan kalau tim kesenian kita
cukup berkualitas
Jadi sepinya pentonton tersebut tidak ada pengaruhnya pada keberhasilan tim
Pemkab Karo ke Penang
Tidak, karena tim kita juga melakukan kegiatan lain selain pentas seni, seperti
pertemuan dengan organisasi pengusaha Malaysia. Dan mereka cukup tertarik untuk
menamkan modalnya ke Tanah Karo. Dan kita sudah mempersiapkan diri
memfasilitasi pengusaha Malaysia yang akan datang ke Karo nantinya.
sumber: www.seputar- indonesia. com
Best Regarts
www.dausmedia. cjb.net
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it
now.
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.