PSMS Belum Berhasil, Sriwijaya FC Juara Sejati
Bandung, (Analisa)
Manusia hanya bisa berharap dan berusaha, namun segala ketentuan tetap ada
pada Tuhan Yang Maha Esa. Ketentuan seperti di ataslah yang berlaku pada Tim
kesayangan masyarakat Medan dan Sumut, PSMS.
Seluruh pemain dan oficial PSMS telah berusaha dan bekerja keras. Pendukung
tim berlambang pohon tembakau ini juga telah berdoa. Namun harapan dan
keinginan menjadi juara sepakbola di pentas nasional melalui event yang
bertajuk Liga Indonesia, masih belum terwujud.
Pada pertandingan final di Stadion Si Jalak Harupat Soreang Bandung yang
terkesan “hambar” karena digelar tanpa dihadiri penonton, Minggu (10/2), PSMS
takluk dari Sriwijaya FC 1-3.
Hasil ini sekaligus menjadikan Sriwijaya FC menjadi juara sejati sekaligus
mencatat sejarah baru persepakbolaan Indonesia dengan mengawinkan dua gelar
bergengsi, Copa Indonesia dan Liga Indonesia.
Selain menyandingkan gelar, tim Sriwijaya menjadi tim pertama di Tanah Air
yang bisa menyandingkan gelar dan itu dilakukan dalam tempo sebulan.
Sebelumnya, atau 13 Januari lalu, Sriwijaya merebut gelar Copa 2007 setelah
mengalahkan Persipura lewat adu penalti.
Atas prestasi itu, Sriwijaya mendapat uang Rp1,5 miliar serta Piala Presiden.
Kegembiraan Sriwijaya semakin lengkap setelah strikernya Zah Rahan dinobatkan
sebagai pemain terbaik dan mendapat uang Rp75 juta.
Sedangkan topskor direbut Cristian Gonzales (Persik) dengan mengemas 32 gol
dan mendapat uang Rp50 juta. Tim fair play direbut tim Persipura Jayapura.
Sementara PSMS yang menjadi tim runner-up, mendapat hadiah Rp750 juta.
Pada pertandingan yang lagi-lagi dipimpin Wasit Purwanto, Sriwijaya FC
mencetak gol pembuka 1-0 menit ke-15. Tendangan bebas Zah Rahan dari dari sisi
kanan pertahanan tim PSMS, menghasilkan kemelut di depan gawang tim Ayam
Kinantan. Obiora menyambar bola lalu melepas tendangan keras ke sisi kiri
gawang PSMS.
PSMS menaikkan tempo serangan guna mengejar ketinggalan. Namun, peluang emas
James Koko Lomel dan Saktiawan Sinaga gagal menyamakan kedudukan
Menjelang turun minum, tim kebanggaan masyarakat Medan itu harus kehilangan
libero Murphy Komunple. Ia diusir wasit Purwanto setelah menerima kartu kuning
kedua karena menarik kaos Obiora.
Tindakan Wasit memberi kartu kuning kedua (kartu merah) bagi Mur phy memang
tepat. Namun wasit asal Purwokerto ini tetap terkesan kurang adil. Soalnya,
sebelum Murphy, Wijay yang juga telah mendapat kartu merah, lebih dulu
bertindak kasar terhadap Mbom Jeans. Namun tidak diberikan kartu hukuman.
Kendati harus bermain 10 orang, tak ada kata putus asa bagi pemain PSMS. Kerja
keras tak akan pernah sia-sia. Tendangan Saktiawan Sinaga dari luar kotak
penalti pada menit ke-67, bisa diamankan kiper Ferry Rotinsulu.
Sekitar dua menit kemudian, James Koko Lomel mencetak gol penyeimbang, 1-1.
Umpan Andreas Formento dari sisi kiri pertahanan tim Sriwijaya FC, dimanfaatkan
James Lomel mencetak gol. Skor ini bertahan hingga waktu normal 90 menit,
sehingga dilakukan perpanjangan waktu 2x15 menit.
Perpanjangan waktu 15 menit pertama, skor 1-1 tak berubah. Namun, menit 106
atau satu menit babak kedua perpanjangan waktu, Obiora membawa timnya unggul
2-1 lewat sundulan. Kemenangan Sriwijaya dipertegas Zah Rahan menit ke-115
dengan memanfaatkan kesalahan Markus.
Kiper tim PSMS ini meninggalkan sarangnya untuk ikut membantu saat terjadi
tendangan pojok di daerah Sriwijaya. Zah Rahan yang mendapat bola di tengah
lapangan, langsung melepasnya ke gawang PSMS. Sementara Markus hanya bisa
menyaksikan bola bergulir ke gawangnya dari kejauhan. (gun/mp)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.