M I K R O B I O LO G I
Badan POM Uji Sampel Susu Formula Semua Merek
Sabtu, 1 Maret 2008 | 05:45 WIB
JAKARTA, KOMPAS — Untuk meredam keresahan masyarakat terkait hasil
penelitian Institut Pertanian Bogor tentang kontaminasi Enterobacter
sakazakii, Badan Pengawas Obat dan Makanan kini tengah menguji
contoh susu formula semua merek. Pengujian sampel susu itu
ditargetkan selesai dalam dua pekan ke depan.
"Untuk menenteramkan masyarakat, kami akan lakukan pemeriksaan total
contoh dengan memeriksa contoh susu formula dari semua merek," kata
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Husniah Rubiana Thamrin
Akib, Jumat (29/2), pada jumpa pers di Kantor Departemen Komunikasi
dan Informatika (Depkominfo) , Jakarta.
Acara itu dihadiri Kepala Badan Informasi Publik Depkominfo
Suprawoto, peneliti Departemen Biologi Fakultas Matematika dan IPA
IPB Sri Budiarti, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Sukman Tulus Putra, dan Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen
Kesehatan Lily S Sulistyowati.
Menurut Husniah, semua produk pangan yang beredar telah menjalani
pemeriksaan lewat Badan POM. Jika tidak memenuhi syarat dalam
pengujian mutu, pangan, dan gizi, produk itu tidak akan mendapat
izin edar. Pengawasan produk pangan dilaksanakan secara rutin
terhadap berbagai cemaran. Susu formula dan makanan bayi termasuk
prioritas untuk pengujian.
Dalam pemeriksaan rutin, pihaknya biasanya menggunakan metode
sampling dengan mengumpulkan contoh sejumlah merek dari pasar dan
supermarket.
Dengan adanya keresahan di kalangan masyarakat terkait hasil
penelitian IPB tentang kontaminasi bakteri E sakazakii pada susu
formula, pihaknya kini tengah memeriksa 96 contoh susu formula dari
semua merek.
"Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada kontaminasi
mikroba E sakazakii maupun bakteri lainnya. Pengujian diprioritaskan
pada susu formula," kata Husniah. Itu akan memakan waktu dua minggu,
mulai dari pengambilan sampel, penyiapan media untuk menumbuhkan
kuman, hingga memastikan jenis bakteri yang cemari susu.
Rencananya, hasil pengujian contoh susu formula itu akan diumumkan
sebulan ke depan. Jika ada contoh yang terkontaminasi bakteri,
khususnya E saka zakii , produsen bersangkutan akan dipanggil untuk
menarik produknya dari peredaran. "Kami tidak pernah mengeluarkan
daftar merek susu yang aman dan berbahaya," ujarnya.
Pihaknya belum pernah mendapat laporan dari IPB mengenai merek susu
formula apa saja yang terkontaminasi bakteri E sakaza kii . Pihak
IPB hanya memaparkan metode pemeriksaan E sakazakii yang lebih murah
dibandingkan dengan metode selama ini. Biayanya turun menjadi Rp 11
juta untuk 450 gram sampel.
Sementara itu, Sri Budiarti menyatakan, "Seluruh susu formula yang
beredar di pasaran yang selama ini masih berada dalam masa
berlakunya telah diawasi BPOM."
Direktur Standardisasi Produk Pangan Badan POM Sri Irawati Susalit
menyatakan, bakteri E saka zakii berada di lingkungan sekitar,
termasuk di ruangan berpendingin udara.
Ada tiga kemungkinan bayi tercemar mikroba dari susu formula, yakni
karena bahan baku tercemar, kontaminasi saat pasteurisasi, dan
kontaminasi saat menyiapkan susu formula. (EVY/LOK/ PIN)
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing. Make Yahoo your home page.
http://www.yahoo.com/r/hs