MEDAN (SINDO) Tiga Kabupaten di Sumatera Utara tercatat masih menjadi bagian
dari 32.000 daerah tertinggal se-Indonesia.
Pemerintah lewat Kementerian Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) berencana
pada akhir tahun ini akan menuntaskannya. Menteri PDT Lukman Edy saat di jumpai
di Bandara Polonia Medan kemarin mengatakan, untuk rencana penuntasan itu,
pihaknya menyiapkan Rp250 juta tiap desa. Dana ini terutama diperuntukkan bagi
pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, sejak 2005 lalu,sudah 56% desa tertinggal menerima penyaluran dana
tersebut. Tahun ini seluruh desa tertinggal dipastikan akan menerima. Tahun
ini semua desa tertinggal akan menerima bantuan itu.Masingmasing desa minimal
menerima Rp250 juta,ujar Lukman. Penyaluran dana ini akan berkoordinasi dengan
pemerintah daerah. Politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini
mengakui,sebagian daerah tertinggal terletak di kawasan timur Indonesia.
Khusus di Pulau Sumatera, tercatat sekitar 28% dari total desa tertinggal. Di
Sumut sendiri, saya kurang tahu pasti jumlahnya. Tetapi desa tertinggal di sini
banyak terdapat di Pakpak Bharat, Nias, dan Dairi,jelas Lukman. Dana bantuan
itu sebenarnya diperuntukkan untuk pembangunan ekonomi lokal. Namun masalahnya,
hal itu tidak berjalan jika infrastruktur tidak memadai sehingga dana dialihkan
untuk pembangunan jalan dan jembatan.
Sampai saat ini, saya melihat yang paling dibutuhkan desa tertinggal adalah
pembangunan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, sehingga kami banyak
mengalokasikan untuk pembangunan infrastruktur, bebernya. Lukman Edy juga
menjelaskan, pada prinsipnya dana desa tertinggal seperti kebijakan yang
diterapkan masa pemerintahan Orde Baru.
Saat itu menggunakan nama Inpres Desa Tertinggal. Tetapi, dana bantuan saat ini
sifatnya lebih fokus pada komoditas tertentu atau unggulan dari desa
tertinggal. Hambatan saat ini adalah orang yang harus dilayani semakin banyak.
Sedangkan kelebihan kondisi saat ini, orang-orangnya lebih mudah diajak
koordinasi, katanya. Lukman juga mengatakan, salah satu fokus tugasnya adalah
membangun desa tertinggal di daerah perbatasan dengan negara tetangga.
Ada ribuan desa di 28 kabupaten yang terletak di daerah perbatasan dengan
negara tetangga. Ada desa tertinggal di perbatasan dengan Malaysia, Filipina,
dan Papua Nugini. Tetapi yang paling mendesak saat ini adalah desa tertinggal
di daerah perbatasan dengan Malaysia,katanya. Dia memandang pembangunan di
daerah perbatasan sangat penting karena menyangkut stabilitas keamanan negara.
Jika tidak, maka banyak warga negara kita yang direkrut menjadi laskar,
tambah Lukman. Kepala Humas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ML Tobing
mengakui, jika di Sumut kebanyakan desa tertinggal berada di daerah Nias,Nias
Selatan, dan Pakpak Bharat. Namun,dia mengaku tidak mengetahui jumlah
persisnya. ML Tobing mengatakan permasalahan infrastruktur seperti jalan dan
jembatan merupakan kendala pembangunan desa tertinggal.
Desa tertinggal itu banyak di pantai barat Sumut,terutama terkendala
infrastruktur.Tetapi, saya kurang tahu berapa jumlahnya,sebutnya. Beberapa
waktu lalu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumut RE Nainggolan
mengungkapkan, ada 2.717 desa tertinggal di Sumut. Dari jumlah itu, 1.899 desa
terletak di kawasan yang bukan tertinggal.
Sedangkan 800 sisanya berada di kabupaten tertinggal. Kabupaten yang masih
tergolong tertinggal adalah Toba Samosir, Dairi, Pakpak Bharat,Tapanuli
Tengah,Nias dan Nias Selatan. Salah satu penyebab banyaknya desa tertinggal di
Sumut adalah infrastruktur jalan yang rusak parah di daerah ini. (watson manalu)
Tanggapan: Semoga dana yang dijanjikan segera di cairkan, dan semoga pula dana
yang dicarikan itu hendaknya terbebas dari penyelewangan-penyelewangan,
sehingga jumlah yang datang dari pusat ini nantinya, sama besarnya dengan yang
diterima oleh masing-masing desa yang mendapatkannya.
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.