Sumber:http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/12/time/022944/idnews/937523/idkanal/4
  

Roma - Cina, Tajikistan dan Vietnam masuk dalam daftar negara Asia rawan 
pangan, sebaliknya Indonesia tidak lagi. Di Eropa tinggal satu negara yang 
masih rawan pangan.

Demikian jurnal Crops Prospects and Food Situation terbitan FAO edisi kedua 
bulan April 2008. 

Dalam edisi ini jumlah negara yang masuk kategori rawan pangan menjadi 37 
negara dari sebelumnya 36 negara dalam edisi pertama Februari lalu. Menariknya 
dalam edisi ini Indonesia dan Pakistan tidak dimasukkan dalam kategori negara 
rawan pangan, demikian dituturkan Atase Pertanian KBRI Roma Erizal Sodikin 
kepada detikcom malam ini atau Senin (12/5/2008). 

Terjadi beberapa perubahan negara rawan pangan antara lain di Asia dari 9 
negara menjadi 10 negara, dengan masuknya China, Tajikistan, dan Vietnam 
menggantikan Indonesia dan Pakistan. 

Negara Amerika Latin dari 4 negara menjadi 5 negara dengan masuknya Ekuador, 
sedangkan di Eropa tinggal 1 negara yang sebelumnya 2 negara (Chechnya tidak 
masuk lagi).

Selanjutnya disebutkan bahwa pada 2008 ini diperkirakan produksi sereal dunia 
akan meningkat 2,6 % mencapai 2.164 juta ton. Produksi padi juga meningkat 
khususnya di wilayah Asia. Indonesia sendiri diramalkan produksi padinya 
meningkat sekitar 1,2 juta ton yaitu dari sekitar 57,1 juta ton tahun 2007 
menjadi 58,3 juta ton tahun 2008.

Waspada

Meskipun demikian menurut Dubes KBRI Roma Susanto Sutoyo, Indonesia tetap harus 
selalu waspada dengan persoalan pangan ini.

"Pemerintah maupun masyarakat perlu selalu melihat dan mengkaji kembali pola 
konsumsinya agar kita lebih memiliki daya tahan tinggi terhadap setiap gejolak 
harga pangan dan juga bencana alam," kata Susanto. 

Industrialisasi pengolahan bahan pangan (pasca panen) dan pengembangan kembali 
diversifikasi bahan pangan (staple food) yang dikemas kembali secara lebih 
moderen dan higienis, perlu dilakukan dengan sistemik dan terarah dengan tetap 
memperhatikan kebiasaan masyarakat setempat. 

"Dengan itu ketahanan pangan bangsa Indonesia menjadi lebih sustainable," 
demikian Dubes Susanto menegaskan. 
( es / es ) 


Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke