Sepertinya saudara Alexander Firdaus kurang memperhatikan media SUMUT secara 
keseluruhan. Banyak yang telah mempublikasikannya. Analisa, Waspada pernah 
menuliskan beberapa minggu lalu. Bahkan koran SUMUT POS 2 (Rabu dan Kamis) hari 
ini mengupas ulas penuh putri hijau (Pancur Gading). Saya mendampingi langsung 
wartawan SUMUT POS Diana Saragih ke lapangan, daerah-daerah situs Putri Hijau.
  Dan Tim kita dari HPMKI sering berkunjung kesana dan pernah langsung ketemu 
dengan peneliti dari singapura, australia dan konsul Amerika yang kebetulan 
juga teman baik bang Juara. Pada saat itu mereka dengan Badan Konservasi 
Warisan Budaya SUMUT dan tim dosen sejarah UNIMED hadir ke pancur gading. 
Mungkin di Sorasirulo akan ada ulasan menarik hal ini. Nantikan aja.

Alexander Firdaust <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Mejuah Juah

Mengenai Situs Putri Hijau yang akhir-akhir ini banyak diperbincangkan dimilis 
kita, dan sumber beritanya berasal dari koran nasional (koran kompas) menjadi 
sebuah tanya tanya kepada diri saya secara pribadi.

Menurut pengamatan saya, cuma media kompas sendiri yang rutin memberitakan 
tentang kasus ini, namun saya perhatikan di media daerah sumut sepengelihatan 
saya tidak pernah (?) ada pemberitaanya mengenai hal itu.

Saya pribadi menduga, jangan-jangan media daerah sumut juga memang turut serta 
mendukung penghilangan situs sejarah ini?, atau memang beritanya tidak menarik 
untuk kelas media daerah, atau mungkin tidak ada wartawan koran daerah yang 
tertarik untuk mengulas kasus ini?

Yang saya tuliskan disini hanyalah unek-unek pribadi belaka, bila ada kesalahan 
kata-kata saya mohon maaf sebelumnya.

Bujur


Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net
  

                           

       

Kirim email ke