Daya Beli Makin Tertekan
Monday, 09 June 2008
KARO
(SINDO) – Daya beli petani saat ini semakin terpuruk menyusul
melonjaknya harga-harga,termasuk harga jual pupuk yang dibarengi
langkanya persediaan.
”Saat ini petani di Karo semakin terpuruk.Selain
harga pupuk kimia yang cukup tinggi, harga untuk biaya transportasi
pengangkutan hasil pertanian juga mengalami kenaikan yang cukup
tinggi.Sementara kenaikan tersebut tidak seimbang dengan harga jual
hasil pertanian yang justru semakin tidak menentu,”ujar Sekretaris
Jaringan Kasih Petani Ekologis (JKPE) Tanah Karo Firdaus Sembiring di
Tiga Panah kemarin. Kepala Bagian (Kabag)
Perekonomian Pemkab Karo Sabar Perangin-angin mengakui terjadinya
kelangkaan pupuk bersubsidi sejak awal tahun lalu di Tanah Karo.
Kelangkaan tersebut dikarenakan jumlah alokasi pupuk yang disetujui
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) di tahun ini hanya 30% dari kebutuhan
masyarakat di Tanah Karo, yang 80% di antaranya sebagai petani. ”Dengan
rendahnya alokasi pupuk ini, kita juga berharap agar petani di Karo
tidak terlalu bergantung pada pupuk kimia, namun juga bisa memanfaatkan
pupuk organik maupun pestisida nabati,”kata Sabar. Anggota DPRD
Kabupaten Karo Rendra Gaule Ginting menambahkan, dengan situasi seperti
sekarang ini, seharusnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo lebih
gencar menyosialisasikan pupuk alternatif selain pupuk kimia. Misalnya,
memberi penyuluhan kepada petani tentang cara dan pemanfaatan pupuk
organik. ”PemkabKaroharuspeduli dengan
kelangkaan pupuk ini, misalnya dengan sosialisasi secara terus-menerus
tentang cara pembuatan dan manfaat pupuk organik,”ujarnya. Firdaus
Sembiring menambahkan, kelangkaan pupuk yang melanda Tanah Karo saat
ini harus disikapi dengan serius.Solusinya juga diharapkan jangan hanya
dari satu pihak (pemkab), tetapi juga ada peran serta petani. Dengan
kondisi sekarang ini, petani juga diharapkan memanfaatkan pupuk organik
dan pestisida nabati yang kualitasnya tidak kalah dengan pupuk kimia. Karena
menurut Firdaus, pupuk organik dan pestisida bisa dapat dibuat dan
bahannya juga banyak tersedia di Tanah Karo. ”Salah satu cara untuk
menyelamatkan petani adalah dengan penggunaan pupuk organik.Sebab,bahannya
tidak dibeli dan dapat diolah sendiri petani.Hasil pertanian yang
dihasilkan juga tidak kalah dengan tanaman yang dirawat dengan pupuk
kimia,”paparnya. Menurut Firdaus, banyaknya petani yang belum
mengetahui tentang pupuk organik dan pestisida nabati ini karena
kurangnya sosialisasi dari Pemkab Karo.Akibatnya, petani tetap
mengharapkan pupuk kimia yang saat ini langka untuk merawat budi daya
pertaniannya. (makmur sembiring)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net